Dwi Anaresti
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Relationship between Future Time Perspective and Social Support on Career Decision Making Self-Efficacy Anaresti, Dwi; Sunawan, Sunawan; Awalya, Awalya
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 11 No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v11i3.60184

Abstract

Career decision making self-efficacy is greatly needed by students to make the right career decisions. Thus, this study strived for identifying and analyzing the relationship between future time perspective and social support on career decision making self-efficacy. 300 students in Public Senior High School or SMA Negeri throughout West Lampung Regency were involved and selected using cluster random sampling. Their data were collected using future time perspective scale, multidimensional scale of perceived social support, and career decision making self-efficacy scale – short form. Based on the findings, the researchers conclude that there is a positive relationship between future time perspective and career decision making self-efficacy, while social support has nothing to do with it. Further implications and limitations are presented in the discussion chapter.
Literature Review: Peran Media Sosial dalam Pembentukan Identitas Diri Remaja dan Tantangannya bagi Konselor Dwi Anaresti
Quantum Edukatif: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): Quantum Edukatif
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada kehidupan remaja membawa perubahan yang signifikan dalam proses pembentukan identitas. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang mengekspresikan diri, membangun relasi serta membentuk identitas.Artikel ini bertujuan untuk menggkaji peran media sosial dalam pembentukan diri remaja dan tantanggannnya bagi konselor. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak positif maupun negatif. Selain itu konselor harus menghadapi tantangan lain seperti perbedaan identitas online serta offline apda remaja. Konselor dituntut memiliki pemahaman tentang budaya digital an berdapatasi dengan perkembangan teknologi. Dalam kajian ini ditegaskan bahwa diperlukan upaya preventif untuk meminimalisir dampak psikologis pada remaja dalam menggunakan media sosial. Hal tersebut secara tidak langsung menegaskan bahwa pentingnya  penguatan kompetensi konselor dalam menghadaoi dinamika remaja diera digital.
HUBUNGAN BODY IMAGE DAN KESEHATAN MENTAL REMAJA : STUDI PUSTAKA Dwi Anaresti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara body image dan kesehatan mental remaja melalui studi kepustakaan. Masa remaja merupakan fase perkembangan dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat sehingga berpengaruh pada cara individu memersepsikan dan menilai tubuhnya. Body image negatif semakin meningkat seiring tekanan sosial dan paparan media yang menampilkan standar kecantikan tidak realistis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana persepsi terhadap tubuh berdampak pada kesejahteraan emosional dan psikologis remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui penelaahan buku, artikel ilmiah, dan literatur relevan terkait body image dan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body image negatif berkaitan erat dengan kecemasan, depresi, harga diri rendah, penarikan diri sosial, serta perilaku makan tidak sehat seperti diet ekstrem. Sebaliknya, body image positif berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, regulasi emosi yang baik, serta stabilitas kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan literasi media, dukungan sosial, serta layanan konseling yang berfokus pada penerimaan diri sangat penting untuk memperkuat kesehatan mental remaja.
Digital and Online Counseling dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Islam: Tantangan Etika dan Transformasi Layanan Lia Nur Khotijah; Wahyu Restiafandi; Dwi Anaresti
Al-Shifa Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alshifa.v7i1.12698

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam layanan bimbingan dan konseling, termasuk dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran digital dan online counseling sebagai bentuk inovasi layanan serta mengidentifikasi tantangan etika yang muncul dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti platform berbasis website, aplikasi komunikasi, dan media sosial, mampu meningkatkan aksesibilitas layanan konseling, fleksibilitas waktu, serta mendukung proses pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan inklusi sosial konseli. Namun demikian, transformasi ini juga menghadirkan tantangan, terutama terkait kerahasiaan data, keamanan informasi, serta kualitas hubungan terapeutik. Prinsip kerahasiaan menjadi aspek fundamental yang harus dijaga secara profesional, baik dalam layanan tatap muka maupun daring. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan teknologi dalam konseling dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas layanan bimbingan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara kompetensi literasi digital, etika profesional, dan nilai-nilai Islam guna mewujudkan layanan konseling digital yang efektif, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan konseli.
PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA DAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Nur Amelia; Muhammad Arif Fadhilah; Maulida Sari; Dwi Anaresti
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6457

Abstract

Peningkatan penggunaan gawai pada anak usia dini, termasuk di wilayah kepulauan, berpotensi memengaruhi kemampuan berbicara dan perilaku sosial mereka. Penggunaan gawai dapat memberikan dampak positif sebagai media stimulasi, namun juga menimbulkan risiko keterlambatan bicara dan berkurangnya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gawai terhadap kemampuan berbicara dan perilaku prososial anak usia 4–5 tahun di TK se-Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 80 anak kelompok A yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling dari TK Negeri di enam kecamatan. Data penggunaan gawai dikumpulkan melalui angket orang tua, sedangkan kemampuan berbicara dan perilaku prososial diukur menggunakan skala observasi guru yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui analisis Average Variance Extracted (AVE) dan koefisien Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan model PLS-SEM untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berbicara anak (? = 0,277; R² = 7,7%) serta perilaku prososial (? = 0,516; R² = 26,6%) pada taraf signifikansi 5 persen. Temuan ini menegaskan bahwa gawai dapat menjadi media yang mendukung perkembangan bahasa dan sosial anak jika digunakan secara terkontrol, dengan konten yang sesuai dan pendampingan orang dewasa. Penelitian ini sekaligus menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi orang tua dan guru di wilayah kepulauan untuk memaksimalkan manfaat gawai bagi perkembangan anak. Kata kunci: penggunaan gawai, kemampuan berbicara, perilaku prososial, anak usia dini