Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONSEP BIMBINGAN KONSELING IMPACT BERBASIS ISLAM UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI DALAM PEMANFAATAN GADGET Khotijah, Lia Nur; Rahman, Imas Kania
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.91 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.132-01

Abstract

Impact counseling/therapy merujuk pada sebuah pendekatan kreatif dalam konseling yang diperkenalkan oleh Dr. Ed Jacobs. Pendekatan ini menghargai ragam cara belajar, cara berubah, dan cara berkembang konseli. Impact counseling menekankan pendekatan multisensori yang melibatkan dimensi verbal, visual, dan kinestetik dalam proses konseling. Impact counseling berupaya mengintegrasikan berbagai konsep dalam rational emotive behavior therapy (REBT), transaktional analysis (TA), gestalt, dan reality therapy dengan penggunaan berbagai properti, gambar, dan gerak dalam proses konseling. Adapun media bimbingan dan konseling yang digunakan yaitu powerpoint untuk menunjang kegiatan bimbingan klasikal, papan bimbingan yang digunakan untuk konseling kelompok, Adapun tahapan dalam proses konseling ini adalah Fase rapport, Fase Contract, Fase Focus, Fase Funnel, terdapat satu fase tambahan yaitu fase penutupan. Bimbingan dan konseling impact berbasis Islam berupaya menyadari kembali eksistensi konseli sebagai makhluk Allah SWT dalam proses maupun tujuan dalam bimbingan dan konseling berbasis Islam untuk meningkatkan regulasi diri dalam pemanfaatan gadget. Kata kunci:  bimbingan dan impact, regulasi diri, dan pemanfaatan Gadget.
Konseling Sebaya Untuk Meningkatkan Resiliensi Remaja dan Relevansinya dengan Pemikiran Imam Al Ghazali Khotijah, Lia Nur; Sholikhin, Rahmad; Lestari, Nur Inas Widya
Counselle| Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3 No 2 (2023): Counselle
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/couns.v3i2.3896

Abstract

Konseling sebaya dianggap sangat relevan bagi remaja untuk dijadikan teman berbagi perasaan, curahan hati memiliki beberapa kriteria bahkan konseling teman sebaya pun dilakukan dengan asas-asas konseling sehingga dalam usia perkembangan remaja yang dihadapkan oleh problematika dan realita yang sering melemahkan resiliensi remaja, berdasarkan urian di atas, penelitian ini menarik untuk dikaji lebih dalam tentang penelitian yang berjudul “Konseling Sebaya Untuk Meningkatkan Resiliensi Remaja dan Relevansinya dengan Pemikiran Imam Al Ghazali”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan studi pustaka (library research) yaitu penelitian yang objek utamanya berupa berbagai literatur. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah ntuk mengetahui bagaimana meningkatkan resiliensi remaja melalui konseling sebaya dan relevansi konseling sebaya dengan pemikiran Imam Al Ghazali. Hasil penelitian adalah konselor sebaya dapat membantu konseli meningkatkan resiliensi melalui pengelolaan regulasi emosinya dengan menerapkan sikap tenang dan focus, pengendalian impuls, optimism, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, reching out. Pandangan Al-Ghazali, konseling sebaya adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab sosial antara individu Muslim, di mana teman berbagi pengalaman dan memberikan dukungan emosional dalam menghadapi kesulitan.
Peran Bimbingan dan Konseling Islam Terhadap Kesehatan Mental spiritual Santri Milenial Nur Khotijah, Lia Nur Khotijah Lia
Counselle| Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol. 4 No. 2 (2024): Vol 4 No 2 December 2024
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/couns.v4i2.5080

Abstract

Pesantren sangat memerlukan adanya dukungan dalam menghadapi perkembangan zaman dengan tetap mencetak karakter santri yang berjiwa akhlakul karimah. Santri ini merupakan sumber daya manusianya pesantren yang berpengaruh besar dalam menghadapi era modern. Semakin melajunya arus kehidupan modern yang sulit untuk dikendalikan, menyebabkan masalah spiritual santri ini sulit juga untuk diselesaikan. Lembaga pendidikan pesantren ini sangat membutuhkan adanya bimbingan konseling, guna membantu memecahkan masalah yang menimpa santri dan juga meningkatkan spiritual pada diri santri.Mental spiritual merupakan sesuatu yang sangat memengaruhi kepribadian seseorang. Jika mental spiritualnya baik, maka kepribadiannya akan baik pula. Dari kebanyakan, kepribadian hanya diukur dari penampilan fisik, karakter atau watak dan sifat-sifat yang terbentuk dalam diri seseorang. Upaya dalam menjaga mental spiritual pada santri bsa dilakukan dengan tahapan terapi seperti melaksanakan salat, dzikir dan ruqyah. Dengan cara ini mental spiritual santri di era sekarang akan terus membaik. Sedangkan dalam proses pembentukan mental spiritual santri millenial ini ada pendekatan-pendekatannya tersendiri. Setelah dilakukan pendekatan-pendekatan tersebut barulah dapat memilih apa metode yang akan digunakan selanjutnya.
KEMANDIRIAN PONDOK PESANTREN SUNAN PANDANARAN YOGYAKARTA DAN RELEVANSI DENGAN EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT Khotijah, Lia Nur; Mushawir, Mushawir
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8875

Abstract

Pesantren currently also has the responsibility to develop and empower it in all fields including economic aspects, changing the technique of preaching which used to be quite using the oral method to become a matter of practice in the midst of increasing community problems by deepening the religious and economic fields. This is what drives a number of pesantren to try to combine the religious education system with entrepreneurial training. With a sustainable education system and entrepreneurial development, students will be accustomed to solving problems around them. The purpose of this study is to find out how the role of the Sunan Pandanaran Islamic Boarding School in Sustainable Development of Education, to find out the independence of the Sunan Pandanaran Islamic Boarding School in Yogyakarta and its relevance to education for sustainable development. The research conducted uses qualitative descriptive research with a case approach. The results of the research in the independence program of the Hajar Aswad Pandanaran branch of the Islamic boarding school include: Pandanaran Green House Aquaponics to integrate fish and vegetable cultivation at the Pandanaran Islamic Boarding School, Bustan Nursery (Environmental awareness (Natural resource conservation and waste reduction, Plastic Waste Bottle Management), Taman Mini Zoo, Women's Empowerment Program, Hajar Aswad Islamic Boarding School Cooperative. The application of the four principles of EFSD, namely the Principle of Centralized and Intergenerational Justice at the Hajar Aswad Boarding School, the Principle of caution, the Principle of paying attention to environmental impacts, the principle of sustainable benefits are: Having been able to be independent in human resources and having been able to be independent in financing/finance
Optimalisasi pengelolaan laboratorium bimbingan dan konseling islam melalui media digital program studi bimbingan dan konseling islam UIN Raden Intan Lampung Nur Khotijah, Lia Nur Khotijah Lia
Counselle| Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2025): Counselle: June 2025
Publisher : Department of Islamic Guidance and Counseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/yne23529

Abstract

Optimalisasi Laboratorium Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan konseling yang disediakan bagi mahasiswa, baik dari segi aksesibilitas, efektivitas, maupun relevansi dengan kebutuhan. Upaya ini mencakup pemanfaatan teknologi digital, seperti layanan registrasi online, jenis layanan yang disediakan, jadwal konselor, alur layanan konseling, dan struktur laboratorium. Dengan optimalisasi ini, laboratorium BKI diharapkan dapat menjadi pusat layanan konseling yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan promotif dalam mendukung perkembangan pribadi, akademik, dan spiritual mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan diagaram fishbone (diagram tulang ikan. optimalisasi Laboratorium Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa serta penyediaan layanan konseling yang lebih responsif terhadap kebutuhan.
ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT STRATEGY IN OPTIMIZING THE ROLE OF PEER COUNSELORS TO PREVENT CYBERBULLYING Frendi Fernando; Sri Mulyani; Lastri Khasanah; Fibriana Miftahus Sa'adah; Noneng Siti Rosidah; Lia Nur Khotijah
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2505

Abstract

The phenomenon of cyberbullying in Islamic education environments has become increasingly concerning due to the rapid digitalization among young students. Islamic education management must not only focus on cognitive aspects but also protect students' mental health from the threat of digital aggression. This study aims to examine the role of peer counselors in preventing cyberbullying in madrasas through a management approach based on Islamic counseling. Using a mixed-methods approach, this research collects both quantitative and qualitative data to evaluate the effectiveness of the peer counselor role and the managerial strategies implemented. The results show that the role of peer counselors, trained with noble character values and digital literacy, is effective in reducing cyberbullying cases by 43%. This approach proves to be more adaptive compared to traditional counseling methods, given the intense interactions among students and shared communication language. The study suggests the importance of a more organized managerial structure in empowering peer counselors to create a safe and ethically sound digital ecosystem in Islamic educational settings
Digital and Online Counseling dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling Islam: Tantangan Etika dan Transformasi Layanan Lia Nur Khotijah; Wahyu Restiafandi; Dwi Anaresti
Al-Shifa Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alshifa.v7i1.12698

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam layanan bimbingan dan konseling, termasuk dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran digital dan online counseling sebagai bentuk inovasi layanan serta mengidentifikasi tantangan etika yang muncul dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti platform berbasis website, aplikasi komunikasi, dan media sosial, mampu meningkatkan aksesibilitas layanan konseling, fleksibilitas waktu, serta mendukung proses pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan inklusi sosial konseli. Namun demikian, transformasi ini juga menghadirkan tantangan, terutama terkait kerahasiaan data, keamanan informasi, serta kualitas hubungan terapeutik. Prinsip kerahasiaan menjadi aspek fundamental yang harus dijaga secara profesional, baik dalam layanan tatap muka maupun daring. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan teknologi dalam konseling dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas layanan bimbingan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara kompetensi literasi digital, etika profesional, dan nilai-nilai Islam guna mewujudkan layanan konseling digital yang efektif, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan konseli.