Peningkatan penggunaan gawai pada anak usia dini, termasuk di wilayah kepulauan, berpotensi memengaruhi kemampuan berbicara dan perilaku sosial mereka. Penggunaan gawai dapat memberikan dampak positif sebagai media stimulasi, namun juga menimbulkan risiko keterlambatan bicara dan berkurangnya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gawai terhadap kemampuan berbicara dan perilaku prososial anak usia 4–5 tahun di TK se-Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 80 anak kelompok A yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling dari TK Negeri di enam kecamatan. Data penggunaan gawai dikumpulkan melalui angket orang tua, sedangkan kemampuan berbicara dan perilaku prososial diukur menggunakan skala observasi guru yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui analisis Average Variance Extracted (AVE) dan koefisien Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan model PLS-SEM untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berbicara anak (? = 0,277; R² = 7,7%) serta perilaku prososial (? = 0,516; R² = 26,6%) pada taraf signifikansi 5 persen. Temuan ini menegaskan bahwa gawai dapat menjadi media yang mendukung perkembangan bahasa dan sosial anak jika digunakan secara terkontrol, dengan konten yang sesuai dan pendampingan orang dewasa. Penelitian ini sekaligus menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi orang tua dan guru di wilayah kepulauan untuk memaksimalkan manfaat gawai bagi perkembangan anak. Kata kunci: penggunaan gawai, kemampuan berbicara, perilaku prososial, anak usia dini
Copyrights © 2026