Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Komparasi Metode Gaussian Naïve Bayes dan Bernoulli Naïve Bayes dalam Klasifikasi Pemilihan Program Peminatan Siswa SMA Binuryan, Podang; Satianingsih, Ni Made; Murwaningtyas, Chatarina Enny
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v11i2.89583

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada siswa dalam memilih program peminatan sesuai minat, bakat, dan kemampuan, namun menimbulkan tantangan dalam pemberian arahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa Gaussian Naïve Bayes dan Bernoulli Naïve Bayes dalam merekomendasikan program peminatan siswa di SMAS Katolik Santo Yoseph Denpasar. Model klasifikasi dibangun berdasarkan parameter seperti nilai akademik, jenis kelamin, preferensi pribadi, rencana jurusan, dan pengaruh orang tua. Dataset terdiri dari 449 baris data yang mencakup variabel numerik dan kategorikal, dengan variabel target berupa kelas terpilih (program peminatan siswa). Gaussian Naïve Bayes digunakan untuk data numerik, sementara Bernoulli Naïve Bayes diterapkan pada data yang telah dibinerisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa Gaussian Naïve Bayes menghasilkan akurasi tertinggi (99%) untuk data numerik, tetapi performanya menurun saat ditambahkan variabel kategorikal. Sebaliknya, Bernoulli Naïve Bayes menunjukkan kinerja lebih stabil dengan akurasi 97%. Analisis learning curve menunjukkan bahwa kedua model memiliki kemampuan generalisasi yang baik, dengan Bernoulli lebih adaptif terhadap atribut biner. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan model yang sesuai dengan karakteristik data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan pendidikan.
PELATIHAN INOVASI PEMBELAJARAN STEAM MELALUI PENDEKATAN PROYEK DAN KAJIAN MASALAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL Enny Murwaningtyas, Chatarina; Tiara Gunawan, Monica; Maharani, Wayan; Marfiani Tapo, Maria; Turnip, Grace; Andy Rudhito, Marcellinus; Julie, Hongki
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.309-321

Abstract

Pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) merupakan pendekatan terintegrasi dalam pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa. Pendekatan ini menjadi lebih relevan ketika dikombinasikan dengan pembelajaran berbasis proyek dan kajian masalah yang berakar pada kearifan lokal, memungkinkan siswa untuk menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan konteks kehidupan nyata di lingkungan mereka. Untuk mendukung inovasi pembelajaran ini, sebuah program pelatihan khusus telah dirancang dengan tujuan memperdalam pemahaman guru mengenai pembelajaran STEAM melalui pendekatan proyek, meningkatkan keterampilan praktis dalam penerapannya, serta mengintegrasikan kajian masalah berbasis kearifan lokal. Melalui diskusi interaktif, tugas proyek kreatif, dan fokus pelatihan pada integrasi STEAM dengan kearifan lokal, program ini mendorong kolaborasi dan kreativitas di kalangan guru. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru untuk menerapkan STEAM dalam pembelajaran serta merancang proyek yang relevan dengan kearifan lokal, menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan menarik. Kemajuan ini tidak hanya meningkatkan motivasi guru dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah secara kreatif, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa serta memberikan dampak positif pada pembelajaran matematika secara umum. Dengan integrasi STEAM dan kearifan lokal, pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa, mendukung perkembangan pendidikan yang lebih holistik dan kontekstual di Indonesia.
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU-GURU MATEMATIKA DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Novianti Salsinha, Cecilia; Enny Murwaningtyas, Chatarina; Andhy Rudhito, Marcellinus; Julie, Hongki; Stanislaus, Amsikan; Nahak, Selestina; Bete, Hendrika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.204-214

Abstract

Peluncuran Kurikulum Merdeka di Indonesia telah menandai perubahan penting dalam sektor pendidikan, khususnya bagi para guru matematika di Kabupaten Timor Tengah Utara. Tantangan baru dan peluang untuk pengembangan profesional ini menuntut pemahaman yang lebih mendalam tentang kurikulum dan adaptasi metode pengajaran yang sesuai. Untuk mendukung transisi ini, sebuah program pelatihan khusus telah dirancang, bertujuan untuk memperdalam pemahaman guru tentang berbagai aspek Kurikulum Merdeka dan meningkatkan keterampilan praktis mereka dalam penerapannya. Melalui diskusi interaktif dan tugas-tugas kreatif, fokus pelatihan diberikan pada pengembangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul pembelajaran yang inovatif, mendorong pendekatan pengajaran yang lebih efektif dan kreatif. Hasilnya, terlihat peningkatan signifikan dalam kemampuan guru untuk menerapkan strategi dan metode yang diajarkan, menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik. Kemajuan ini tidak hanya memperkuat keterampilan pedagogis guru tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa, memberikan dampak positif pada pengajaran matematika secara umum.
Data Literacy Training as a Support for Student Engagement in the Voice of Democracy Theme: Pelatihan Literasi Data sebagai Pendukung Keterlibatan Siswa dalam Tema Suara Demokrasi Murwaningtyas, Chatarina Enny; Gunawan, Monica Tiara; Turnip, Grace; Maharani, Wayan; Lyany, Elisabeth Gunu; Tapo, Maria Marfiani; Kuling, Oriel; Puspaningrum, Fibelia Dwi; Putri, Agatha Lintang Antika Ika; Pratini, Haniek Sri; Krisnamurti, Cyrenia Novella
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i2.23531

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut penguasaan literasi data sebagai kompetensi esensial bagi siswa Sekolah Menengah Atas. Literasi data berfungsi membantu siswa memahami, menganalisis, dan memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan berbasis bukti sekaligus mendorong keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan siswa dalam tema "Suara Demokrasi" melalui pelatihan literasi data yang terintegrasi dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini meliputi pemaparan materi, diskusi kelompok, praktik pencarian data, analisis data, dan presentasi hasil. Evaluasi menunjukkan skor rata-rata 4,05 pada relevansi materi dan 4,01 pada kejelasan materi, dengan 83,51% peserta memberikan penilaian positif. Namun, tingkat kepercayaan diri siswa lebih rendah (3,96), menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan analisis dan argumentasi siswa, mendukung partisipasi aktif mereka dalam proses demokrasi. Rekomendasi meliputi pengenalan perangkat analisis data yang lebih canggih, perluasan program ke lintas disiplin, serta kolaborasi institusi untuk memperkuat dampaknya
Eksperimen Isolasi DNA Sederhana Berbasis STEAM Dalam Meningkatkan Keterampilan Interdisipliner Lauda Feroniasanti, Yoanni Maria; Murwaningtyas, Chatarina Enny; Novella Krisnamurti, Cyrenia; Sri Pratini, Haniek; Yuli Listyarini, Ika
Wisanggeni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember (2025) Wisanggeni : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/wisanggeni.v5i2.6807

Abstract

Genetic material is often considered difficult because it is abstract and difficult to visualize. One topic in genetic material is DNA isolation. DNA isolation practicums are rarely conducted in schools because many teachers consider DNA isolation requires complicated equipment and is expensive. This simple DNA isolation experiment is one topic that can be studied using a STEAM-based approach. Stella Duce Bambanglipuro High School has the equipment to support simple DNA isolation experiments using local fruits available in the area. This community service activity aims to introduce learning activities using the STEAM approach for simple fruit DNA experiments using papaya and pineapple. The method used in the community service is Asset-Based Community Development (ABCD). The ABCD method was chosen as the approach in this community service activity because it emphasizes the utilization of local assets and potential of the school. Based on the results of the activity, it shows that the STEAM approach based on simple experiments is effective in increasing engagement and interest in learning science among students at Stella Duce Bambanglipuro High School, Bantul. This program successfully connects scientific theory with contextual practice, strengthens interdisciplinary collaboration, and provides a fun learning experience
Peningkatan Numerasi Siswa SMA berbasis Asesmen Kompetensi Minimum melalui Pelatihan Kontekstual Chatarina Enny Murwaningtyas; Haniek Sri Pratini; Cyrenia Novella Krisnamurti; Niluh Sulistyani
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i2.615

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang bertujuan meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas X melalui pelatihan kontekstual berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sekaligus memotret persepsi peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. PKM dilaksanakan di salah satu SMA swasta di Yogyakarta dengan melibatkan 108 siswa kelas X dan dilandasi pendekatan partisipatif satu siklus yang memadukan tes numerasi pretest–posttest dan kuesioner persepsi. Instrumen tes numerasi disusun selaras dengan kerangka AKM (konten, konteks, proses kognitif) dalam dua set paralel (pretest/posttest), sedangkan pelatihan difasilitasi dosen Pendidikan Matematika melalui serangkaian kegiatan membaca konteks, memodelkan situasi, menalar langkah penyelesaian, dan memeriksa kewajaran hasil. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap 86 pasangan data pretest–posttest dan tanggapan kuesioner dari 108 siswa. Hasil menunjukkan rata-rata capaian numerasi meningkat dari 51,66 (pretest) menjadi 60,52 (posttest) atau naik 8,86 poin; distribusi nilai bergeser ke kanan dan muncul skor maksimum pada posttest, dengan 62,8% siswa mengalami peningkatan individu. Persepsi peserta terhadap pelatihan sangat positif; mayoritas menyatakan puas atau sangat puas terhadap materi, cara penyajian, interaksi, durasi, kemanfaatan, dan pengemasan kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan kontekstual berbasis AKM melalui PKM di sekolah mitra dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk menguatkan numerasi siswa SMA, dan perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya serta diperluas melalui kolaborasi lintas mata pelajaran.
Penerapan Gallery Walk dan Problem Posing dalam Pembelajaran Barisan dan Deret Kelas X Evi Ervera Malau; Chatarina Enny Murwaningtyas
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v8i1.17575

Abstract

Problem Posing dan Gallery Walk beroperasi dalam kerangka pembelajaran aktif yang menuntut partisipasi siswa dalam membangun pengetahuan. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan Gallery Walk dan Problem Posing pada materi barisan dan deret di kelas X serta membandingkan kecenderungan hasil belajar, keaktifan, dan persepsi siswa pada dua kelas dengan kondisi awal yang relatif sebanding. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi- eksperimen posttest-only non-equivalent groups pada dua kelas (X1 dan X2, masing-masing n = 31) di sebuah SMA swasta. Data dikumpulkan melalui tes uraian tiga butir, lembar observasi, dan angket persepsi. Data tes dianalisis secara deskriptif dan dengan uji Mann-Whitney, sedangkan data observasi dan angket dianalisis secara deskriptif. Kelas X1 memperoleh rata-rata 74,84 (median 78) dan kelas X2 78,19 (median 82); namun uji Mann-Whitney (U = 424,0; p = 0,43) menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Observasi menunjukkan bahwa Gallery Walk mendorong interaksi antarkelompok, keberanian bertanya, dan motivasi, sedangkan Problem Posing mendukung pendalaman pemahaman konsep. Hasil angket mengindikasikan persepsi positif di kedua kelas, dengan kecenderungan pemahaman yang dirasakan lebih tinggi pada kelas Problem Posing. Temuan ini menyiratkan bahwa Problem Posing lebih sesuai ketika tujuan pembelajaran menekankan pendalaman konsep, sedangkan Gallery Walk lebih tepat untuk menguatkan kolaborasi dan komunikasi matematis.
Model decision tree untuk prediksi prestasi akademik matematika siswa kelas VIII SMP Frater Don Bosco Manado Monica Tiara Gunawan; Jeane Yosefa Tine; Chatarina Enny Murwaningtyas
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.7696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Decision Tree yang dapat memprediksi prestasi akademik matematika siswa kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Manado, serta untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam upaya meningkatkan prestasi akademik anak mereka. Data dikumpulkan melalui dokumentasi nilai akademik siswa, catatan kehadiran, dan kuesioner yang diisi oleh siswa untuk memperoleh informasi tentang dukungan keluarga, banyaknya kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, lama belajar, dan tingkat pendidikan orang tua. Data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan data mining dengan model Decision Tree. Dua model dikembangkan dan dibandingkan: model pertama tanpa seleksi fitur dan model kedua dengan seleksi fitur menggunakan metode SelectKBest. Model tanpa seleksi fitur mencapai akurasi 93,33%, sementara model dengan seleksi fitur mencapai akurasi 95,56%. Evaluasi terhadap pentingnya fitur menunjukkan bahwa tanpa seleksi fitur, nilai rapor matematika semester sebelumnya menjadi fitur yang paling dominan, diikuti oleh nilai ulangan harian dan banyaknya kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Sebaliknya, dalam model dengan SelectKBest, durasi belajar menjadi fitur yang paling signifikan, diikuti oleh tingkat pendidikan ayah, dukungan keluarga, dan nilai ulangan harian. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan seleksi fitur tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi tetapi juga membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang perlu difokuskan oleh orang tua, seperti durasi belajar, pendidikan orang tua, dukungan keluarga, partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan nilai akademik sebelumnya, untuk meningkatkan prestasi akademik siswa.
Classification of Numeracy Achievement of Junior High School Educational Units Based on National Assessment Data using Random Forest Angelin Ica Pramesti; Chatarina Enny Murwaningtyas
ZERO: Jurnal Sains, Matematika dan Terapan Vol 9, No 2 (2025): Zero: Jurnal Sains Matematika dan Terapan
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/zero.v9i2.26156

Abstract

This study classifies numeracy achievement in Indonesian junior high schools using 2023 National Assessment data from 11,399 schools. The Random Forest algorithm was applied because it is able to capture nonlinear relationships and complex interactions between heterogeneous predictors, while simultaneously reducing variance through bagging and out-of-bag validation techniques. Two models were developed, one without and one with literacy variables. The addition of literacy increased accuracy from 82.97% to 90.0% and increased the ROC-AUC value from 0.8986 to 0.9609. Based on Gini importance, literacy was the most influential predictor, followed by religiosity, learning experience, gender equality, and class size. Government policies need to integrate literacy and numeracy improvements within a unified curriculum framework and promote gender equality and contextual learning in schools. Furthermore, utilizing data-driven analysis from the National Assessment is crucial for guiding targeted interventions and equitable resource allocation for numeracy improvement.
Mathematical Modeling of Grade 10 Students in Solving Derivative-Application Problems in Cambridge International AS & A Level Andreas Ricky Proklamanto; Chatarina Enny Murwaningtyas
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 3 (2026): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v11i3.1185

Abstract

ABSTRACT   This study examined the mathematical modeling of 32 Grade 10 students, working in 16 pairs, in two Cambridge International AS & A Level Mathematics classes. Each pair solved derivative-application problems using an Observe–Model–Differentiate–Verify–Conclude (OMDVC) worksheet and later presented its solution. Written and oral evidence were analyzed separately through directed content analysis across six aspects: understanding the context, formulating the model, applying differentiation, verifying, interpreting, and communicating. Differentiation was the most consistently complete aspect, but a correct calculation did not always rest on a complete model or adequate verification. Written and oral evidence closely matched in only five pairs (31.3%). Among the other 11 pairs, five supplied details during the presentation before any guiding question, four had correct written solutions but could explain only part of their reasoning orally, and two clarified or revised their reasoning only after a guiding question. Looking at both sources revealed reasoning that had not been written down, as well as written evidence that students could not fully explain during the presentation. A correct differentiation procedure, by itself, was not sufficient evidence of a complete modeling process.