Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYULUHAN ANTIBAKTERI DARI TANAMAN DAUN MANGKOKAN (Polyscias scutellaria) TERHADAP BAKTERI PATOGEN Ginting, Ferdinand Paulus; Hestina; Br Brahmana, Nettietalia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mangkokan (Polyscias Scutellaria) sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat atau tanaman herbal, salah satunya antibakteri karna mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pemanfaatan daun mangkokan untuk obat yang diinfeksi bakteri. Hasil pelaksaan ini pada masyrakat dalam bentuk informasi dan edukasi pemanfaatan daun mangkokan dapat diolah menjadi ramuan sebagai antibakteri. Setelah melaksakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa daun mangkokan yang selama ini hanya dijadikan sebagai tanaman liar ternyata sangat bagus untuk pengobatan antibakteri.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN TERAPI PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS SIATAS BARITA Pardosi, Lenny Christina; Nababan, Donal; Br Brahmana, Nettietalia; Siagian, Mindo Tua; Sipayung, Rosetty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30591

Abstract

Penyakit TBC yang pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan dalam pengobatan karena penderita tidak menjalankan instruksi. Informasi dari tenaga kesehatan kepada pasien belum tentu berjalan dengan baik jika pasien sendiri tidak melakukan pengobatan dengan baik atau sesuai prosedur terhadap syarat meminum obat bagi penderita TB paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberhasilan terapi  Penderita Tb Paru dalam hal pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan kepatuhan dengan keberhasilan terapi penderita TB Paru  di Puskesmas Siatas Barita Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan studi crossetional dengan melakukan pengamatan pada variabel independen dan dependen dalam waktu bersamaan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel total atau Total Sampling sebanyak 71 orang. hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan kepatuhan dengan keberhasilan terapi penderita TB Paru di Puskesmas Siatas Barita tahun 2023. Penderita perlu dilakukan edukasi agar memahami penyebab, gejala, pengobatan, dan cara pencegahan TBC. Kepatuhan adalah kunci dalam pengobatan TBC dan memastikan bahwa pasien mengikuti jadwal pengobatan yang ditetapkan oleh dokter dengan tepat waktu dan tanpa melewatkan dosis obat. Keluarga perlu memberikan Dukungan emosional dan praktis dapat membantu penderita merasa lebih termotivasi untuk mengikuti terapi dan menjaga Kesehatan mereka.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus epidermidis Masyithah Thaib, Cut; Bemby Sinaga, Arman; Br Brahmana, Nettietalia; Sanjaya Sagala, Ranika
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Antibacterial is a compound used to control the growth of harmful bacteria. Microorganism growth control aims to prevent the spread of disease and infection. The bacteria that cause infection are Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus epidermidis. The leaves are also believed to be efficacious as drugs in the treatment of kidney disease, dysentery, esophageal infection, stopping bleeding, launching menstruation, medicine for venomous animal bites, and swelling. The life-sustaining ethanol extract was positively correlated with its anti radical activity. The ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. Saponins, flavonoids, tannins and steroids are compounds that have antibacterial properties. Objective: This study was aimed to determine the antibacterial activity of the ethanolic extract of the grafted leaves (Gynura procumbens) against the growth of Pseudomonas aeruginosa AND Staphylococcus epidermidis bacteria. Methods: Extraction of the leaves of Connect Nyawa was carried out using the Masarasi method using 70% ethanol as a solvent. The ethanol extract obtained was phytochemical screening and antibacterial activity test against Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa using agar diffusion method using disc paper with 3 repetitions and giving positive control of chloramphenicol and treatment with concentrations of 12.5%, 10%, 7.5 %, 2.5%, and 5%. The medium used as an antibacterial test was Mueller Hinton Agar (MHA). Results: The results of the simplicia characteristics of Connect Nyawa Leaves obtained water content of 0.886%, seawater content of 13.7%, ethanol soluble extract content of 16.06%, total ash content of 9.4%, acid insoluble ash content of 36.1%. Screening of extracts of life-long leaves and simplicia showed the presence of alkaloids, tannins, saponins, flavonoids, and steroids. The results of the bacterial activity test showed that the ethanol extract of life-sustaining leaves against Pseudomonas aeruginosa bacteria with concentrations of 12.5%, 10%, 7.5%, 2.5%, and 5%, each had an inhibitory zone with a diameter of 6.5 mm, 7 mm, 8.2 mm, 6 mm, 6 mm, while Staphylococcus Epidemidis. Conclusion: The result of this research is that the extract of the grafted life leaf (Gynura procumbens) has antibacterial activity against the growth of Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BANGUN BANGUN (Plecantrus ambonicus Linn Spreng) SEDIAAN GEL SEBAGAI ANTI INFLAMASI Grace Anastasia br Ginting; Martalena Silitonga, Evawani; Br Brahmana, Nettietalia
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan alamnya. Daun bangun-bangun mengandung saponin, flavonoida, polifenol, kalium, dan minyak atsiri 0,2% serta mengandung karvakrol, fenol, sineol. Bangun-bangun (Plecantrus amboinicus Linn Spreng) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antiepileptik, antimutagen, antitumor, antigenotoksik, antiklastogenisitas, antiinflamasi, diuretik, antioksidan, dan radio protektif. Salah satu strategi untuk pengembangan obat adalah penggunaan tanaman obat.  Tujuan penelitian ini adalah Ekstrak etanol daun bangun-bangun (Plecantrus amboinicus Linn Spreng) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Sediaan gel ekstrak etanol daun bangun- bangun (Plecantrus amobinicus Linn Spreng) mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental prametik. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasetika Universitas Sari Mutiara Indonesia dan Laboratorium Farmakologi Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian Kelompok uji yang diberikan ekstrak etanol daun bangun-bangun (EEDBB) konsentrasi 5%;10% dan 15% memiliki perbedaan hasil. Adapun hasil pengujian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: Kelompok konsentrasi 5% pada menit 30 hingga menit ke 390 menit menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan kelompok Blanko (p>0,05), begitu jugan dengn kelompok Basis Gel Voltaren (p>0,05), kelompok Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Bangun-bangun pada konsentrasi 5% juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan konsentrasi EEDBB 10% dan 15 % dengan (p>0,05). Inhibisi radang pada kelompok voltaren, EDBB 5%,EDBB10% dan EDBB15% mulai menit ke-210 hingga menit ke-390. Kelompok voltaren memiliki persen radang yang lebih besar diikuti kelompok EDBB konsentrasi 5%, EDBB 10% dan EDBB 15%. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bangun-bangun (Plecantrus amboinicus Linn Spreng dapat di formulasikan dalam sediaan Gel. Ekstrak etanol daun bangun-bangun (Plecantrus amboinicus Linn Spreng memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi dimana Ekstrak Etanol Daun Bangun bangun pada kelompok EEDBB konsentrasi 5% pada menit ke-30 hingga menit ke-390 sudah memiliki aktifitas antiinflamasi.
FORMULASI KRIM ANTI-AGING DARI EKSTRAK EKSTRAK ETANOL KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus Roxb. Non-L.) Nurbaya, Siti; Br Brahmana, Nettietalia; Rejekinta Munthe, Alfian; Pangaribuan, Novalina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: green beans are one type of peanut that are widely consumed by communities as functional. The green nut contains a secondary metabolic compound, among them flavonoid, saponin, steroid/triterpenoid, and tannin, which are potent antioxidants.Research goals: for this study, there is an introduction to the new anti-aging activity in green beans ethanol (Phaseolus radiatus Roxb. non-L..). Research methods: this research method USES experimental methods with 5% concentration, 10%, and 15%. Then compared to the availability in the market and blanks. Some tests have been made against availability, including physical qualities of ready cream including homosexual, existing stability observations, pH, viscosity tests of volunteers, and anti-aging activities of volunteers. Results: the results from the study are the result of a stable cream test at room temperature for four weeks. Organoleptic results in Blanko’s formula and control formulas have not undergone any discoloration, changes in smell and phase separation after four-week long storage of ph cream meet good requirements in skin ph, no side effects of irritation and availability of green bean extract cream (Phaseolus radiatus Roxb. Non-L.) can demonstrate anti-aging effectiveness at 15% concentration. Conclusion: research suggests that supple green bean extract cream has an anti-aging activity.
Penetapan Kadar Vitamin C Secara Iodimetri Pada Paprika Hijau (Capsicum annuum L. Var. Grossum) Yang Tumbuh Disekitar Gunung Sinabung Setelah Erupsi Ginting, Ferdinand Paulus; Sembiring, Evarina; br Brahmana, Nettietalia; Nurazizah
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C is found in many fruits and vegetables, one of which is chilies and peppers. Paprika is thought to have the highest vitamin C content among other types of chili. This study aimed to determine vitamin C levels in green bell peppers (Capsicum annuum L. Var. Grossum) which grew around Mount Sinabung exposed to eruptions and green peppers that grew. far from Mount Sinabung which was not affected by the eruption Compared with the literature the content of vitamin C in fresh green bell peppers is 120 mg/100 g. The method used was an iodometric quantitative analysis method to determine vitamin C levels. The standard solution used was sodium thiosulfate 0 solution. .1 N and the titer solution used was 0.1 N iodine solution. The results of the determination of vitamin C levels in green peppers growing around Mount Sinabung which were affected by the eruption using quantitative analysis methods obtained levels of 104.67 mg/100 g and Green peppers growing far from Mount Sinabung that were not affected by the eruption were found to be 113.71 m g/100 g. The results of the study concluded that both samples experienced a decrease, from the original vitamin C content of fresh green peppers, which was 120 mg/100 g. This is caused by exposure to volcanic ash and hot steam generated by Mount Sinabung.