Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

EDUKASI HAND SANITIER DARI DAUN SAMBUNG NYAWA (GYNURA PROCUMBENS) SEBAGAI ANTIBAKTERI Marpaung, Jon Kennedy; Arman Bemby Sinaga; Nettiella Br Brahmana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambung nyawa merupakan tanaman merambat dengan karakteristik daun tunggal, berbentuk oval, dan memiliki rambut halus pada permukaan atas bawah daunnya. Batang berbentuk bulat, lunak dan berwarna hijau tua. Tumbuhan sambung nyawa berakar serabut dan tidak berbunga. Tanaman ini sering digunakan sebagai obat maupun makanan untuk kesehatan, dapat berupa lalapan maupun berupa kapsul atau teh. Di Jawa Barat, masyarakat Sunda sering mengkonsumsi sambung nyawa sebagai lalapan di masyarakat.10 Secara tradisional, sambung nyawa digunakan sebagai obat penyakit ginjal, infeksi kerongkongan, menghentikan pendarahan, dan penawar racun akibat gigitan binatang berbisa
Sosialisasi Dan Edukasi Gerakan Sekolah Anti Bullying Guna Mewujudkan “Sekolah Sehat” Di SMP Mulia Pratama Medan Sembiring, Antonius Wilson; Arman Bemby Sinaga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan atau bullying adalah perilaku agresif yang merugikan individu yang menjadi korban. Fenomena ini tidak hanya menjadi isu individual, tetapi juga menciptakan dampak yang merugikan pada tingkat sosial dan psikologis, khususnya di lingkungan sekolah. Sosialisasi dan edukasi tentang Stop Bullying bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif perundungan, menggunakan metode ceramah, sharing/diskusi dan audio-visual guna mengajak mereka untuk berperan aktif dalam mencegahnya, dan membangun lingkungan sekolah yang bebas dari perilaku tersebut. Pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan dengan cara presentasi yang interaktif dengan siswa di ruang kelas. Melalui pemahaman yang lebih mendalam, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan positif dalam mengatasi masalah perundungan di sekolah. Pendekatan holistik yang melibatkan seluruh komponen dalam lingkungan sekolah diperlukan untuk mengatasi permasalahan perundungan. Partisipasi aktif dari semua pihak terkait, diharapkan dapat diciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perilaku perundungan.
SOSIALISASI PERAN GURU OLAHRAGA TERHADAP PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENJAS DI SEKOLAH MELALUI PERMAINAN GATEBALL DI KABUPATEN ASAHAN Lubis, Andreas; Arman Bemby Sinaga; Lius Luaha
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6234

Abstract

Pembelajaran penjas yang menyenangkan bagi siswa merupakan tanggung jawab seorang guru olahraga. Salah satu metode pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menggunakan metode permainan. Kegiatan pengabdian Masyarakat dengan judul “Sosialisasi Peran Guru Olahraga terhadap Peningkatan Pembelajaran Penjas di Sekolah melalui Permainan Gateball di Kabupaten Asahan” adalah salah satu pendekatan agar para guru olahraga bisa menerapkan pembelajaran penjas yang menyenangkan bagi para siswa. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada guru akan peran mereka dalam meningkatkan pembelajaran penjas disekolah melalui permainan gateball.
PELATIHAN KETERAMPILAN PRAGMATIS UNTUK PENGUATAN PERCAKAPAN SEHARI-HARI DALAM BAHASA INGGRIS DI SMA YAPIM TARUNA SEI ROTAN Sembiring, Antonius Wilson; Arman Bemby Sinaga; Maria Friska. N; Rara Nadia; Alice Nofelinda Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6759

Abstract

Latar belakang: Masalah kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada siswa/i tingkat SMA menjadi persoalan bagi pengajar bahasa Inggris dan para siswa/i itu. Sehingga perlu pengajaran agar kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam konteks bahasa sehari-hari dapat ditingkatkan. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris seringkali terhambat bukan karena kurangnya kosakata, melainkan kurangnya pemahaman tentang konteks sosial dan penggunaan bahasa yang tepat (pragmatik). Tujuan: tujuan utama dari kegiatan Pengabdian  ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bagi siswa/i SMA melalui pelatihan keterampilan pragmatis dalam percakapan sehari-hari. Metode: Metode kegiatan Pengabdian ini dengan Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dalam berbagai situasi sosial. Hasil: Teknik Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dapat memacu siswa/i untuk lebih berani dan percaya diri untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan ketepatan penggunaan bahasa sesuai konteks, seperti saat meminta bantuan, memberi saran, atau menyanggah pendapat secara sopan. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian msyarakat ini sangat bermanfaat karena memberikan stimulus dan motivasi kepada para siswa/i SMA untuk berkomunikasai dalam Bahasa Inggris. Untuk itu, pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah perlu mengintegrasikan unsur pragmatik agar siswa tidak hanya fasih secara gramatikal, tetapi juga kompeten secara sosial.