Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

GAMBARAN NILAI HEMATOKRIT SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN AKTIFITAS RINGAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA Sembiring, Terang U; Ona Kaban; Denrison Purba; Erlan Aritonang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran nilai hematokrit sebelum dan sesudah melakukan aktivitas ringan pada mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia. Studi observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan sampel mahasiswa yang dipilih secara acak. Nilai hematokrit diukur menggunakan metode mikrohematokrit sebelum dan segera setelah partisipan melakukan aktivitas ringan yang terstandar selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada nilai hematokrit pasca aktivitas ringan, dengan rata-rata perubahan sebesar X% (p < 0.05). Analisis lebih lanjut mengungkapkan variasi individual dalam respon, dengan 60% partisipan menunjukkan peningkatan nilai hematokrit, sementara 40% mengalami penurunan. Faktor-faktor seperti jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan tingkat kebugaran awal ditemukan memiliki korelasi dengan magnitud perubahan nilai hematokrit. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan aktivitas fisik terkini dalam interpretasi nilai hematokrit pada pemeriksaan rutin. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang respon fisiologis akut terhadap aktivitas ringan pada populasi mahasiswa dan dapat menjadi landasan untuk pengembangan protokol pemeriksaan hematologi yang lebih komprehensif serta program kebugaran yang disesuaikan di lingkungan universitas.
Pelatihan Pemeriksaan Bakteri Klebsiella Pneumoniae Pada Ulkus Dibetikum Di Laboratorium Klinik Bunda Thamrin Sembiring, Terang U; Apriska D Sipayung; Molita M Girsang; Erlan Aritonang; Yunita Purba; Denrison Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetikum adalah luka yang terbuka pada permukaan kulit yang menyebabkan insufisiensi pembuluh darah dan neuropati. Penyakit tersebut kemudian berkembang, dan konsisi memburuk akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Bakteri yang biasa diisolasi pada penderita yaitu terdapat bakteri golongan Gram positif dan Gram negatif. Penelitian dengan judul Identifikasi Bakteri Pada Ulkus Diabetikum Pada Ulkus Diabetikum Di Laboratorium Klinik Bunda Thamrin Medan, bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya keberadaan bakteri Klebsiella pneumoniae, serta untuk mengetahui bakteri yang menjadi pencemar utama pada ulkus diabetikum. Jika Klebsiella pneumoniae tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan saraf yhingga ke tulang dan berujung pada tindakan amputasi. Jenis penelitian adalah deskriptif dan kualitatif dengan metode isolasi dan identifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae. Pengujian dilakukan terhadap 20 sampel, terdapat sampel hasil positif adanya keberadaan bakteri Gram-negatif yaitu Klebsiella pneumoniae sebanyak 7 (35%) yang teridentifikasi, serta bakteri yang menjadi pencemar utama terdapat hasil sampel positif bakteri Gram-positif yaitu Staphylococcus sp sebanyak 11 (55%) yangn teridentifikasi. Bakteri Klebsiella pneumoniae terjadi karena adanya satu mikroorganisme pada jaringan atau cairan tubuh yang terkontaminasi akibat luka yang terbuka dan dominan melalui faktor lingkungan.
PERBEDAAN NILAI HEMOGLOBIN MENGGUNAKAN HEMATOLOGI ANALYZER PADA PEMERIKSAAN LANGSUNG DENGAN PENUNDAAN 3 JAM PADA SUHU 20°C-25°C DI RUMAH SAKIT ESTOMIHI MEDAN Sembiring, Terang U; Apriska D Sipayung; Fauziah Wulandari; Erlan Aritonang; Denrison Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoglobin adalah komponen jaringan utama sel darah merah yang berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Pemeriksaan kadar hemoglobin dapat dilakukan dengan menggunakan hematologi analyzer. Namun, ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hemoglobin, salah satunya adalah waktu penundaan pemeriksaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai hemoglobin menggunakan hematologi analyzer pada pemeriksaan langsung dengan penundaan 3 jam pada suhu 20°C-25°C di Rumah Sakit Estomihi Medan. Metode dan Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah darah vena dari 25 orang mahasiswa/i tingkat III jurusan Teknik Laboratorium Medis yang diambil secara acak (random sampling). Sampel darah diukur kadar hemoglobinnya menggunakan hematologi analyzer secara langsung dan setelah ditunda selama 3 jam pada suhu 20C-25C. Hasil uji menunjukkan ada perbedaan antara nilai hemoglobin pada pemeriksaan langsung dan setelah dilakukan penundaan. Hasil hemoglobin pada pemeriksaan langsung lebih tinggi dibandingkan dengan pemeriksaan setelah dilakukan penundaan. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan hasil hemoglobin antara pemeriksaan langsung dengan penundaan 3 jam pada suhu 20°C-25°C.
Penyuluhan Dalam Pemeriksaan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Upt Puskesmas Rantang Medan Sembiring, Terang U; Denrison Purba; Erlan Aritonang; Malemta Tarigan; Erni Zebua; Winda I Zebua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia di atas usia enam puluh tahun, kesehatan fisik dan mental seringkali memburuk, setelah itu kemampuan tubuh dalam menahan berbagai serangan penyakit menurun. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin dalam tubuh. Kelebihan asam urat tidak diserap oleh tubuh dan tidak dimetabolisme secara sempurna sehingga menyebabkan peningkatan asam urat dalam darah yang disebut hipererucemia. Asam urat didiagnosis bila hasil laboratorium menunjukkan kadar asam lemak lebih dari 7 mg/dl pada pria dan lebih dari 6 mg/dl pada wanita. Umumnya penyakit ini menyerang pada lansia, dimana kemampuan tubuh untuk memetabolisme purin menurun, baik yang terdapat pada bahan pangan maupun dari hasil pemecahan purin dari asam nukleat. Dalam serum, urat berbentuk natrium urat, sedangkan dalam saluran urine, urat berbentuk asam urat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan secara deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada lansia di UPT Puskesmas Rantang Medan. Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada lansia yang berusia 60-74 tahun yang berjumlah 30 sampel dengan menggunakan metode Stick (Accu Check). Dalam penelitian yang telah dilakukan pada 30 sampel menunjukkan hasil kadar asam urat meningkat sebanyak 21 sampel (70%) dan kadar asam urat yang normal 19 sampel (30%). Kadar asam urat Normal berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki sebanyak 5 sampel (16,66%) dan perempuan sebanyak 4 sampel (13,33%). Kadar asam urat meningkat berdasarkan jenis kelamin laki-laki 4 sampel (13,33%) dan perempuan 21 sampel (69,99%). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penelitian Kadar asam urat akan mengalami peningkatan terhadap lansia,terutama pada wanita sebayak 21 sampel (69,99%).