Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Toponimi Jalan Dusun III Desa Jambur Pulau Provinsi Sumatera Utara Tri Septiningtiyas, Dina; Nofriadi, Nofriadi; Delisma Siregar; Efri Debby Ekinola Ritonga
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v2i1.1463

Abstract

Jalan merupakan salah satu unsur geografis buatan manusia yang perlu diberikan informasi nama, posisi geografis, agar mudah dikenali. Pada Dusun III Desa Jambur Pulau, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai terdapat jalan-jalan kecil berupa gang – gang yang belum memiliki papan nama. Pemberian nama pada sebuah tempat yang dikenal dengan nama toponimi dapat bertujuan untuk memudahkan identifikasi suatu tempat dan mempermudah masyakakat untuk menuju lokasi tujuan. Untuk mempermudah akses jalan di desa tersebut, tim pengabdian menawarkan solusi yakni dengan pembuatan papan nama jalan (toponimi jalan) yang berisikan nama jalan dan kode pos. Terdapat 10 papan nama yang menjadi bantuan kepada masyarakat Dusun III Desa Jambur. Dengan adanya toponimi jalan, membantu penduduk setempat dan masyarakat untuk memudahkan mengenali nama jalan serta dapat memberikan informasi budaya mengenai riwayat asal usul penamaan jalan tersebut.
P, Pemanfaatan PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN KOMPLEK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Tri Septiningtiyas, Dina; Muhammad Mabrur; Hadianti Muhdinar Pasaribu
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v3i1.4947

Abstract

Komplek Kampus Universitas Sumatera Utara merupakan lokasi yang berkembang dengan pesat. Di dalam komplek tersebut terdapat dua perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Sumatera Utara dan Politeknik Neger Medan. Karena adanya perkembangan tersebut sehingga sarana dan prasarana di dalam kampus juga berkembang, baik itu gedung – gedung perkuliahan, laboratorium, dan fasilitas penunjang lainnya. Hal tersebut menimbulkan permasalahan bagi masyarakat kampus ataupun pengujung mengenai lokasi suatu gedung. Sehingga dibutuhkan suatu pemetaan spasial dengan memanfaatan Sistem Infomasi Geografis. Data dalam penelitian ini berupa koordinat titik -tiktik GCP, data gedung dan jalan, dan data citra SAS Planet. Dari hasil obeservasi diperoleh data gedung sebanyak 10 ATM, 7 gerbang keluar-masuk, 27 lokasi parkir, 7 musholla, 6 masjid, 22 lapangan, 2 kolam, dan 210 gedung. Setelah pengumpulan data kemudian dilakukan pengolahan yaitu digitasi on screen dengan menggunakan model komputer SIG yang terintegrasi dalam perangkat lunak Quantum GIS. Hasil dari penelitain ini berupa peta digital Komplek Kampus Universitas Sumatera Utara yang dapat memberikan informasi kepada mahasiswa, dosen, masyarakat dan para pendatang ditinjau dari lokasi, tempat, dan gedung yang berada di Komplek Universitas Sumatera Utara
Analysis of Green Open Space Needs Based on Population Projections in Medan Baru Subdistrict Tri Septiningtiyas, Dina; Darman Ferianto Saragih; Hadianti Muhdinar Pasaribu; Syiril Erwin; Meraty Ramadhini
Jurnal Inotera Vol. 9 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol9.Iss2.2024.ID425

Abstract

The availability of adequate green open space (RTH) is one of the efforts to maintain optimal environmental quality. The need for green open space is affected by population and area. Based on the Law No. 26 Year 2007 on Spatial Planning, it is explicitly determined that the proportion of public green open space is 20%. Sub-district Medan Baru is a sub-district located in the city center, part of which is a commercial and service area. Sub-district Medan Baru is also one of the sub-districts planned to be the city service center, which has the function of trade / business activity center, service activity center and provincial and city government activities, so the population density in the area is dense and affects the need for green space. The data used in this research are land use map, administrative map of Medan Baru sub-district and green open space coordinate data of Medan Baru sub-district. From the results of the study, it was obtained that the area of public green space in Medan Baru Sub-district is 18.78 hectares and it can be interpreted that the availability of public green space in Medan Baru Sub-district is 3.48% of the total area.
Optimizing The Utilization of Betung Bamboo by Straightening and Preservation Techniques in Bangunsari Village, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, Sumatera Utara Dharma, Surya; Bahri Pratama, Angga; Fachrizal, Ferry; Tri Septiningtiyas, Dina; Mardiana, Mardiana; Bin Sahat, Ts. Harun; Binti Mohd Zahar, Noor Aisyah; Bin Wan Hitam, Wan Fadhilah
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.4512

Abstract

The existence of bamboo in Indonesia is very abundant; in fact, it is easy to find bamboo in almost every region of Indonesia. In general, the shape of bamboo construction is not completely straight, so some people do not use bamboo as a pole or supporting material for building or construction purposes. From various studies, bamboo structures have been proven to have many advantages. It’s tough and elastic fibers are very good at withstanding loads (both compressive/tensile, shear, and bending loads). This service aims to provide information, understanding, and skills to the community about how to process and use bamboo for various purposes, especially for building poles and plant cultivation places. The technique is by straightening the shape of the bamboo so that the straightened bamboo can be used on a wider scale. Bamboo is straightened with a simple machine with the help of fire, so that the bamboo is easier to process. After the bamboo is straightened with the help of a machine equipped with a hydraulic device and heated using fire, the added value of the bamboo increases and can be used more widely.