Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI POMPA BERENERGI SURYA UNTUK IRIGASI SISTEM PERTANIAN TERPADU DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA MANTEHAGE 1 BANGO Saruan, Tirsa Julianti; Ponamon, Jolie F.; Nangoy, Stephanie; Parinsi, Mario T.; Manampiring, Nonny; Ticho, Janne D.
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penerapan teknologi pompa berenergi surya untuk irigasi sistem pertanian dilakukan guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat di desa Mantehage 1 Bango, Minahasa Utara. Evaluasi dilakukan terhadap 25 responden untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kemampuan teknis mereka. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek. Pada pemahaman tentang energi surya, cara kerja, konversi energi, dan penggunaannya dalam irigasi, terjadi peningkatan skor dari 32% pada pretest menjadi 92% pada posttest. Pengetahuan tentang kelebihan dan kekurangan energi surya meningkat dari 40% menjadi 96%. Pemahaman terkait sistem penyimpanan energi meningkat dari 20% menjadi 96%, sementara kemampuan instalasi dan pemeliharaan sistem pompa meningkat dari 32% menjadi 92%. Selain itu, kemampuan untuk memprediksi kebutuhan energi dan efisiensi sistem irigasi menunjukkan peningkatan signifikan, dari 16% menjadi 88%. Evaluasi aspek ketersediaan air untuk pertanian menunjukkan seluruh indikator mengalami peningkatan hingga 100% pada posttest, termasuk kebutuhan air, pemanfaatan pompa air, dan pemeliharaan sumur. Dalam aspek pemeliharaan pertanian, seluruh indikator seperti pengendalian hama, teknik pemupukan, perawatan alat, dan pengelolaan tanah mengalami peningkatan dengan rata-rata skor mencapai 96-100% pada posttest. Hasil ini menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi peserta, khususnya dalam penerapan teknologi irigasi berbasis energi surya. Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan ini dapat mendukung sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan, meningkatkan ketahanan pangan, serta mengurangi risiko stunting di wilayah kepulauan kecil.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING Tendean, Angelia Friska; Ering, Cherol Nelson; Sumolang, Sifra; Ponamon, Jolie Febri
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): Building Resilient Communities
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i1.1256

Abstract

Stunting adalah kegagalan pertumbuhan yang dialami anak di bawah lima tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang berkelanjutan dan seringkali disebabkan oleh infeksi. 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) disebut golden age, dimaksudkan untuk memastikan bahwa anak-anak memiliki tumbuh kembang yang optimal. Jika ibu balita mengetahui tentang HPK dan memiliki sikap positif, mereka dapat melakukan perilaku pencegahan stunting yang efektif. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang 1000 hari pertama kehidupan dengan perilaku pencegahan Stunting dikelurahan Tataaran II. Metode penelitian ini meruapkan kuantitatif, dengan desain analitik korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini adalah total sampling yang melibatkan 100 responden. Hasil analisis spearman rank menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Stunting (p=value 0,090) > 0,05, namun terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan Stunting (p=value 0,007) < 0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perilaku pencegahan stunting seperti pendapatan orangtua, budaya ibu balita, dan dukungan suami terhadap ibu balita. Children under five years old who suffer from stunting, a growth failure disease brought on by persistent malnutrition and frequently linked to infections, experience stunting. The first 1000 days of life (HPK) is the golden period, often referred to as the golden age, for a child to have proper growth and development. Good knowledge about the first 1000 days of life and positive attitudes of mothers in caring for their toddlers will lead to effective stunting prevention behavior. The purpose of this study is to explore the correlation between mothers' knowledge and attitudes about the first 1,000 days of life and behaviors related to stunting prevention. Method in this study employed a quantitative research approach with a correlational analytic design through a cross-sectional approach using sampling technique total sampling, involving 100 respondents. The results of the Spearman rank analysis indicated that, statistically, there was no correlation between knowledge and stunting prevention behaviors (p-value = 0.090) > 0.05. However, a relationship was found between attitudes and stunting prevention behaviors (p-value = 0.007) < 0.05. The conclusion suggests that future researchers should examine other factors that could impact behavior, such as income, culture, and support.
Managing Instructional Planning in Nursing Education: Development and Implementation of a Learning Management Model Ponamon, Jolie Febri; Lumapow, Harol R.; Katuuk, Deitje A.; Lengkong, Jeffry Sony Junus
International Journal of Information Technology and Education Vol. 5 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and develop a learning planning management model at the Faculty of Nursing, Sariputra Indonesia University, Tomohon, within the framework of the AIPNI competency-based curriculum. The study used a qualitative approach with an instrumental case study design to deeply understand the learning planning process involving study programs, lecturers, faculty leaders, and the internal quality assurance unit. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed thematically with reference to the POAC (planning, organizing, actuating, controlling) management function. The results showed that learning planning has been implemented systematically through the preparation of Semester Learning Plans (RPS), academic coordination meetings, integration of theory and clinical practice, and periodic monitoring and evaluation. These practices reflect the application of the principle of constructive alignment that emphasizes the alignment between learning outcomes, learning strategies, and assessments. The integration of theoretical, laboratory, and clinical practice learning has been proven to strengthen the development of student competencies and clinical reasoning. However, the effectiveness of planning is still influenced by limited lecturer resources, a high student ratio, and the availability of practice facilities. This study offers a learning planning management model based on management functions integrated with an internal quality assurance system as a conceptual contribution to strengthening nursing education governance. Practically, these findings provide implications for nursing educational institutions in improving the quality of learning planning systematically, contextually, and sustainably to produce competent graduates who are relevant to the needs of the healthcare system.