Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SURVEI TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMK SE-KOTA MERAUKE Lahinda, Jori; Feronika S. Jamlaay; Adi Sumarsono; Martha Betaubun
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.707

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variabel tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan instrumen berupa angket. Hasil dari angket tersebut akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMK Se Kota Merauke dengan nilai rata-rata tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah yaitu 91,05%. Tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah dengan kategori sangat tinggi sebesar 4,4%, tinggi sebesar 27,8%, sedang 38,5%, rendah 23,4% , dan sangat rendah 5,9%. Kesimpulan yang didapat bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan, kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Pemahaman Siswa, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
SURVEI TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMK SE-KOTA MERAUKE Lahinda, Jori; Feronika S. Jamlaay; Adi Sumarsono; Martha Betaubun
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.707

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variabel tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan instrumen berupa angket. Hasil dari angket tersebut akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMK Se Kota Merauke dengan nilai rata-rata tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah yaitu 91,05%. Tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah dengan kategori sangat tinggi sebesar 4,4%, tinggi sebesar 27,8%, sedang 38,5%, rendah 23,4% , dan sangat rendah 5,9%. Kesimpulan yang didapat bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan, kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Pemahaman Siswa, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
SURVEI TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMK SE-KOTA MERAUKE Lahinda, Jori; Feronika S. Jamlaay; Adi Sumarsono; Martha Betaubun
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.707

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variabel tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan instrumen berupa angket. Hasil dari angket tersebut akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMK Se Kota Merauke dengan nilai rata-rata tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah yaitu 91,05%. Tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah dengan kategori sangat tinggi sebesar 4,4%, tinggi sebesar 27,8%, sedang 38,5%, rendah 23,4% , dan sangat rendah 5,9%. Kesimpulan yang didapat bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan, kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Pemahaman Siswa, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
The Influence of Gamification on Problem Based Learning in Improving the Quality of Physical Education and Sports Learning at the Elementary School Level: Motivational Formation of Social and Cultural Character in Rural Papua Indonesia Carolus Wasa; Adi Sumarsono; Thadius Yambedoan; Dani Nurcholis
ACPES Journal of Physical Education, Sport, and Health (AJPESH) Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with ACPES (ASEAN Council of Physical Education and Sport)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ajpesh.v5i2.35177

Abstract

This study analyzes the effect of Gamification Based Learning (GBL) on creative thinking ability and collaborative skills of students in rural Papua. By using 27 elementary schools in rural papua indonesia. data taken directly in the field through valid test results without flaws, this study ensures that all variables, including increasing the motivation of social character of students in rural papua with the application of gamification in sports learning are filled in completely, and can provide valid data. The results of the analysis showed that the application of gamification in sports learning significantly increased students' creativity. Hypothesis testing using t-statistics showed a significance value (p-value) of 0.000, well below the threshold0.005, indicating a significant difference between the experimental and control classes. In the experimental class, 100% of students moved to the "very creative" category after the implementation of gamification, while the control class showed a less encouraging distribution of scores. The process stages in GBL, integrated with gamification elements such as achievements and a supportive atmosphere, encouraged students to participate more actively. In addition, the study found that gamification also improved collaborative skills, with 50% of students in the experimental class being in the "highly collaborative" category after the treatment. However, challenges such as difficult classroom dynamics require good management from the teacher. This research emphasizes the importance of implementing gamification in increasing student engagement and motivation, as well as providing significant results in cognitive and collaborative aspects, which is highly relevant in the context of education in Papua Indonesia.