Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdi-Dharma

Pelatihan Penerapan Manajemen Persediaan Bagi Pedagang Makanan Minuman Di Era Endemi Covid 19 (UMKM Cihuni Hill Park) Samara, Aldi; Anggraeni, Rr. Dian; Sulistiyowati, Rina; Selfiyan; Wibowo, Susanto; Sutandi; Wi, Peng; Pujiarti
Abdi Dharma Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v2i2.1729

Abstract

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, status endemi Covid-19 berarti penyakit yang berkaitan dengan virus corona ini masih ada, tapi sudah tidak mewabah. Nantinya, penyakit Covid-19 akan diperlakukan sebagai penyakit menular lainnya seperti Tuberkulosis (TB). Manajemen persediaan yang baik merupakan kunci keberhasilan setiap perusahaan. Pada perusahaan manufaktur, ada persediaan barang mentah, persediaan setengah jadi dan persediaan jadi (siap jual), sedangkan pada perusahaan dagang adalah persediaan barang dagang. Persediaan adalah stok barang yang akan digunakan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk memberikan edukasi bagi warga mengenai manajemen persediaan baik bahan baku maupun barang jadi, untuk membuka wawasan dan ilmu baru bagi warga, untuk menstimulasi warga untuk menerapkan perhitungan dan teori manajemen persediaan ataupun tahapan webinar. Harapannya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat bermanfaat bagi warga desa cijantra dapat menambah pengetahuan, warga desa cijantra dapat menambah wawasan dan ilmu baru, warga desa cijantra memiliki pemikiran yang tepat dalam pengelolaan persediaan, dan juga diharapkan warga desa cijantra dapat menerapkan dan mengimplementasikan materi webinar pada dagangan atau usaha yang dijalankan ataupun bisnis secara online maupun offline.
Pelatihan Soft Skill Literasi Keuangan Dasar Bagi Siswa Siswi Menengah Pertama Dan Menengah Atas Di Kotabumi Tangerang Melatnerbar, Benyamin; Samara, Aldi; Laluur, Eugenius; Parameswari, Rinintha; Sulistiyowati, Rina; Anggraeni, Dian; Wi, Peng; Selfiyan
Abdi Dharma Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v3i1.2007

Abstract

Literasi keuangan dasar merupakan pengetahuan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi siswa siswi sekolah menengah pertama dan menengah atas khususnya di masa yang akan datang. Beberapa variabel penting literasi keuangan antara lain pemahaman inflasi, menghitung atau mengukur bunga, serta diversifikasi risiko. Dalam hal ini generasi baru (millennials) memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik dari generasi sebelumnya, termasuk penyerapan informasi keuangan yang jauh lebih banyak. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Proyeksi Penduduk Indonesia yang menyatakan bahwa penduduk berisiko berusia 20-34 tahun mereka dapat dengan mudah disamakan dengan generasi milenial. Namun untuk pelatihan soft skill yang kami adakan khusus untuk siswa siswi menengah pertama dan menengah atas. Generasi milenial akan melakukannya sehingga dapat mengatur keuangan pribadi untuk keperluannya di masa depan. Melihat setiap keinginan generasi milenial sebelum membuat keputusan keuangan yang penting, yang mana nantinya bisa mempengaruhi kesejahteraan generasi milenial di masa depan, yang mungkin mereka akan kaget dengan pencapaiannya
Pelatihan “Remaja Cerdas Finansial Tanpa Drama” Bagi Remaja Vihara Dhamma Bhakti Tangerang Aldi Samara; Rina Sulistiyowati; Selfiyan; Lia Dama Yanti; Etty Herijawati
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4435

Abstract

Literasi keuangan remaja di Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK yang mengindikasikan bahwa kelompok usia muda, khususnya Generasi Z, memiliki tingkat literasi yang belum sebanding dengan tingginya akses terhadap layanan keuangan digital. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan yang tidak terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan literasi keuangan dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap pengelolaan keuangan pribadi secara sederhana dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif dengan desain evaluasi pretest–posttest terhadap 30 peserta remaja, menggunakan instrumen kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan. Intervensi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi pengelolaan uang saku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman literasi keuangan sebesar 32,5%, terutama pada aspek perencanaan pengeluaran, pembedaan kebutuhan dan keinginan, serta kesadaran menabung. Selain itu, tingkat partisipasi aktif peserta dalam diskusi dan simulasi mencapai 86,7%, yang menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan keterlibatan belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis praktik sederhana merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi keuangan remaja. Secara praktis, hasil ini memberikan implikasi bagi lembaga pendidikan dan komunitas dalam merancang program edukasi finansial berbasis pengalaman, serta mendukung kebijakan peningkatan literasi keuangan nasional sejak usia dini.