Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Influence of Government Expenditure on the Human Development Index in NTT Province Banase, Marianus Antonius Deo Datus; Purwono, Rudi
Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jiet.v9i1.57397

Abstract

Researchers analyzed government spending on health, education, and infrastructure in influencing the human development index in NTT Province. The research data is panel data in 22 districts/cities, namely health, education, and infrastructure expenditure data for 2010-2022. Panel data regression analysis used the pooled least square method to analyze government spending. The results found that government spending on health, education, and infrastructure together (simultaneously) significantly influenced the human development index in districts/cities in NTT province. Another analysis found that government spending on health and education partially influenced the human development index significantly in the districts/municipalities of the NTT province. However, spending on infrastructure partially had no significant effect on the human development index in the districts/municipalities of the NTT province. The implications of the research are improvements in health, education, and infrastructure that can increase development.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN ANAK MELALUI PRODUKSI JAJANAN SEHAT JASUKE DI KOMUNITAS SEKAMI Lawalu, Emiliana Martuti; Loda, Adelheid Elisabet; Indrawati, Agnes Susanti; Pongge, Maria Imakulata; Gamatara, Maksimilianus Paulus Jati; Banase, Marianus Antonius Deo Datus; Ketmoen, Adrianus; Perseveranda, ME
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.4831

Abstract

Semangat kewirausahaan perlu ditanamkan sejak usia dini untuk membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan dasar kewirausahaan pada anak-anak anggota SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) KUB St. Mikael Liliba, khususnya terkait kreativitas, tanggung jawab, dan kerja sama dalam kegiatan produktif. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan anak melalui proses pembuatan dan pemasaran jajanan sehat berbasis jagung, yaitu JASUKE (Jagung, Susu, Keju). Mitra kegiatan adalah anak-anak anggota SEKAMI berusia 12–13 tahun yang aktif dalam kegiatan gerejawi dan pembinaan karakter. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi tentang kewirausahaan, pelatihan pembuatan jajanan sehat, serta praktik langsung produksi dan pemasaran JASUKE. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan antusiasme anak-anak terhadap kewirausahaan, ditandai dengan partisipasi aktif dalam setiap tahap kegiatan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus meningkatkan kerja sama tim di kalangan anak-anak mitra.
KONTRIBUSI SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NTT Loda, Adelheid Elisabet; Gamatara, Maksimilianus Paulus Jati; Banase, Marianus Antonius Deo Datus; Baso, Susana Purnamasari
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6292

Abstract

Kemiskinan yang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi masalah utama yang perlu diatasi, meskipun wilayah ini memiliki potensi pariwisata yang besar, menjadi ironi sekaligus tantangan dalam pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi sektor pariwisata dalam pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel perantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi resmi, dan dianalisis secara panel dengan bantuan perangkat lunak stata. Lokasi penelitian mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pariwisata, khususnya melalui peningkatan jumlah wisatawan dan berkembangnya usaha kuliner lokal, memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Meskipun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan pengaruh langsung terhadap kemiskinan, sektor pariwisata mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan usaha mikro. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada fokus wilayah yang spesifik, yaitu kabupaten/kota di NTT, serta penggunaan pendekatan mikro yang memadukan pariwisata dan ekonomi lokal dalam satu kerangka analisis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan pembangunan pariwisata yang inklusif dan berbasis komunitas untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
REVITALISASI PANGAN LOKAL: PEMBERDAYAAN OMK YMY LILIBA MELALUI INOVASI DODOL JAGUNG DAN EDUKASI KONSUMSI SEHAT Loda, Adelheid Elisabet; Lawalu, Emiliana Martuti; Lengur, Eufrasia Reneilda Arianti; Indrawati, Agnes Susanti; Saru, Joaquina Felicia; Pongge, Maria Immaculata; Gamatara, Maksimilianus Paulus Jati; Banase, Marianus Antonius Deo Datus; Ketmoen, Adrianus; Perseveranda, M.E
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i3.4503

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Orang Muda Katolik (OMK) YMY Liliba melalui inovasi olahan pangan lokal berupa dodol jagung dan edukasi konsumsi sehat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan jagung sebagai pangan bernilai ekonomi akibat minimnya pengetahuan diversifikasi pangan dan keterampilan pengolahan. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu edukasi konsumsi pangan lokal dengan metode partisipatif, pelatihan pembuatan dodol jagung dengan variasi rasa dan inovasi kemasan, pendampingan kewirausahaan, serta penguatan identitas budaya dan kemandirian komunitas. Hasil pre-test menunjukkan hanya 35% peserta memahami pentingnya diversifikasi pangan lokal, sedangkan hasil post-test meningkat menjadi 85%. Pelatihan keterampilan menghasilkan produk dodol jagung yang dinilai mudah dibuat, memiliki cita rasa beragam, dan layak dipasarkan. Sebanyak 90% peserta menyatakan kegiatan ini bermanfaat dan relevan, bahkan beberapa berencana memulai usaha kecil-kecilan berbasis dodol jagung. Selain meningkatkan keterampilan dan peluang ekonomi, program ini juga memperkuat semangat kolaborasi, kebanggaan terhadap pangan lokal, dan kesadaran akan identitas budaya komunitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis pangan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam penguatan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Model program ini berpotensi direplikasi pada komunitas lain di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Hubungan Kausalitas antara Deforestasi, Pertanian dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Empiris di Indonesia Gamatara, Maksimilianus Paulus Jati; Banase, Marianus Antonius Deo Datus; Loda, Adelheid Elisabet
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 10 No 2 (2025): Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v10i2.7148

Abstract

This study aims to thoroughly explore the direction of the relationship formed, both short-term and long-term relationships, as well as to find out whether the relationship is one-way or two-way and the complex interactions between deforestation, agriculture, and economic growth (tripartite relationship analysis) in Indonesia. The analysis model used is the Vector Error Correction Model (VECM) on time-series data from 1991 to 2023. This study reveals the dynamic interactions between the three variables. The estimation results show that in the short term, deforestation and agriculture, as well as Gross Domestic Product (GDP) per capita and agriculture, have a mutually influential relationship, while GDP per capita and deforestation only have a one-way relationship, namely GDP per capita influences deforestation. However, in the long term, there is a causal relationship or a mutually influential relationship between the three variables. These findings emphasize the importance of an economic development approach that considers environmental sustainability and efficient land use.
Analysis of Budgetary Slack Indications in the Implementation Effectiveness of the Family Hope Program Dima, Enike Tje Yustin Dima; Timuneno , Antonius Yohanes William; Baso, Susana Purnamasari; Baso, Maksimilianus Paulus Jati x; Banase, Marianus Antonius Deo Datus
Journal La Sociale Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v6i6.2497

Abstract

This study aims to explore the influence of budgetary slack and implementation effectiveness on the success of the Family Hope Program (PKH) in Buraen Village, South Amarasi District. The problem of high poverty and unequal distribution of PKH assistance recipients is the main background. This study uses a quantitative approach with the Partial Least Squares (PLS) method and involves 84 respondents selected through purposive sampling. The analysis results show that budgetary slack has a positive and significant effect on the success of PKH with a coefficient of 0.677 (p < 0.01), while effectiveness also has a positive effect with a coefficient of 0.202 (p < 0.10). The coefficient of determination (R²) value of 0.735 indicates that 73.5% of the variation in PKH success can be explained by these two variables. These findings indicate that strategically managed budget flexibility and effective program implementation can increase the social impact of PKH, especially in the education, health, and economic aspects of poor households. Therefore, PKH implementing agents have an important role not only as administrative distributors, but also as adaptive decision makers in addressing the dynamics of local needs.