Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Prevention Of Violence Against Children In School Environment Zulfakar
DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2024): DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/dedikasi.v4i01.93

Abstract

The next generation of the nation is made up of children who have dreams and aspirations for the future and the progress and sustainability of Indonesia's development. Therefore, children need to be protected by parents, families, communities, and the government. The increasing cases of violence against children in recent years have raised concerns for parents, communities, academics, and practitioners. This is feared to have a negative impact on the future of children and also on the nation. One factor is the environmental situation. It is important for every parent, educator, and community to conduct socialization about violence against children. This needs to be done so that children can understand the importance of this problem, especially in the digital era that continues to develop today. This is also effective in preparing children to go through puberty. Indonesia has had the Child Protection Law and various other regulations related to child protection issues, which normatively provide protection for children to guarantee respect for their rights. Every year, the number of cases of violence against children in Indonesia continues to increase, especially in Central Lombok Regency, which has experienced a fairly worrying increase. The methods used in this community service activity include observation and social interaction with partners. Therefore, it is important to carry out this service by conducting counseling at SDN 2 Mujur, East Praya, Central Lombok. Together with partners, we organize a series of socialization activities to optimize efforts to prevent violence against children in the school environment. The main objective of this activity is so that the community, especially the next generation of the nation, can understand the consequences of violence against children. The impact of this socialization process is that students can gain knowledge and understanding of regulations and efforts to prevent violence against children.
STRATEGI PIMPINAN PONDOK PESANTREN AL-ISTIQOMAH KAPU DESA JENGGALA DALAM MEMENUHI KEPUASAN PELANGGAN TAHUN AJARAN 2019/2020 Fadlul Hafiz; Zulfakar; Haromain
Responsif Vol 1 No 1 (2023): Responsif: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Yayasan Lentera Mandalika Berinovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren adalah satu institusi yang unik dengan ciri-ciri yang sangat kuat dan lekat. Biasanya, pendidikan di pesantren dilengkapi dengan keberadaan pondok atau asrama yang menjadi tempat tinggal para santri. Strategi adalah suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1). Bagaimanakah Strategi Pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kapu Desa Jenggala dalam memenuhi kepuasan pelanggan. (2). Bagaimanakah Harapan Pelanggan Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kapu Desa Jenggala dalam Kebijakan Pimpinan Pondok Pesantren. (3). Bagaimanakah Kepuasan Pelanggan Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kapu Desa Jenggala Terhadap Kebijakan Pimpinan Pondok Pesantren. Dalam penelitian ini satu faktor yang paling penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga terjadi peningkatan peserta didik setiap tahunnya adalah dari kebijakan kepala/pimpinan. Pondok Pesantren al-Istiqomah Kapu Desa Jenggala dalam memenuhi kepuasan pelanggan, Pimpinan ponpes mengambil suatu keputusan dengan memperhatikan harapan pelanggan, mendahulukan yang terpenting, mana yang wajib dan tidak lepas dari visi ponpes. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan wawancara, dengan narasumber Pimpinan pondok pesantren, tenaga kerja/guru, wali murid. Teknik analisi data yaitu interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu strategi pimpinan pondok pesantren Al-Istoqomah yaitu dengan cara mementingkan skala prioritas, menampung, mendegarkan kebutuhan dan harapan pelanggannya, dengan mendahulukan sarana dan prasarana yang mendukung dalam pembelajaran di pondok pesantren, sehingga pelanggan merasa dihargai dan penyampaian harapannya tercapai. Mengenai hasil temuan dapat dilihat bahwa harapan pelanggan yaitu a). Penambahan kapasitas murid. b). Memperluas Pondok pesantren. Pimpinan pondok pesantren sangat terbuka dengan harapan pelanggan, hal ini dapat dilihat dengan mudahnya para guru, siswa dan wali santri menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka. Pimpinan pondok pesantren selalu berusaha untuk mewujudkan kebutuhan dan harapan pelanggannya dan jika belum terpenuhi pimpinan pondok pesantren akan terus berusaha untuk mewujudkannya supaya kebutuhan dan harapan pelanggannya terpenuhi.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SDN 2 PENE KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Muh. Samsul Hadi; Zulfakar; Ahmad Muslim; Haromain
Responsif Vol 1 No 2 (2023): Responsif: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Yayasan Lentera Mandalika Berinovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan muatan (isi) pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui sebuah Pendidikan. berdasarkan keterangan kepala sekolah SDN 2 Pene karena manajemen pendidikan itu sangat penting maka dari itu kepala sekolah selalu mengadakan rapat satu kali sebulan membahas tentang bagaimana merancang kurikulum yang memadukan pembelajaran akademis dengan pengembangan karakter, memastikan tidak hanya berkembang secara intelektual tetapi juga secara moral dan social. Dalam pelaksanaan manajemen pendidikan karakter saya selaku kepala sekolah meminta kepada guru mata pelajaran untuk selalu mengadakan kultum sebelum memulai pembelajaran di kelas, Untuk pengawasan kepala sekolah melakukan penugasan tugas dan tanggung jawab kepada guru untuk memastikan bahwa manajemen pendidikan karakter terintegrasi dengan baik, meskipun langkah-langkah penanaman Pendidikan karakter telah diusahakan akan tetapi masih banyak permasalahan yang terkait dengan akhlak atau moralitas peserta didik Baik buruknya output suatu manajemen dalam hal ini karakter bergantung dengan baik buruknya manajemen itu sendiri, dengan kata lain apabila semua upaya telah dilakukan dan ditunjang dengan sumber daya yang ada akan tetapi hasil yang diperoleh masih kurang maksimal berarti ada yang kurang dari sisi manajemennya. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pendidikan karakter pada SDN 2 Pene Kecamatan Jerowarau Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Tempat penelitian di SDN 2 Pene Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru/staf dan pihak yang berkaitan penelitian. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik keabsahan data dilakukan dengan pengumpulan data, redukasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, Penelitian ini mengajukan bahwa, pertama perencanaan manajemen pendidikan karakter pada SDN 2 Pene Kecamatan Jerowaru diawali dari rapat yang melibatkan semua komponen sekolah, Rapat membahas mengenai penentuan tujuan Pendidikan karakter, penyusunan program dan pengintegrasian nilainilai karakter pada SDN 2 Pene. Kedua pelaksanan dilaksanakan secara integratif oleh semua guru termasuk kepala sekolah. Ketiga pengawasan dilakukan oleh pengawas intern dan ekstern, Pengawas interen yaitu Kepala Sekolah dibantu para guru/staf, sedangkan pengawas eksteren adalah pengawas sekolah yang ditugaskan dari dinas Pendidikan. Pengawasan dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sertasesuai dengan instrumen pengawasan, baik instrumen monitoring dan evaluasi. Ke empat evaluasi tidak jauh beda dengan pengawasaannya yang dilakukan oleh kepala sekolah dan para guru/staf yang dilakukan secara langsung di kelas lewat mata pelajaran di kelas.