Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU M. Ary Irawan; Haromain; Zariani
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 3 No. 9 (2022): September
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v3i9.2608

Abstract

The research aims to determine the influence of the principal's leadership and teacher work motivation on teacher performance. The population in this research are teachers of the data analysis technique used in this research, namely quantitative descriptive. The results of this research show that the principal's leadership significantly influences teacher performance. The research results show that (1) the influence of the principal's leadership on teacher performance is 16.6%, which means that the two variables go hand in hand, the more conducive the principal's leadership is, the better the level of teacher performance. (2) the influence of teacher work motivation on teacher performance is 1.1%, meaning that work motivation can influence teacher performance activities in schools to achieve maximum teacher performance. (3) the influence of principal leadership and teacher work motivation on teacher performance, amounting to 27%, the two variables principal leadership and teacher work motivation go hand in hand with performance, which means that the better the principal's leadership and teacher work motivation, the better the teacher's performance is also high.
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH PENGGERAK SEBAGAI AGENT OF CHANGE UTAMI, AULIA RIZKI; HARIAWAN, RUDI; HAROMAIN; SUHARDI, MUHAMAD
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i1.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kepemimpinan visioner kepala sekolahpenggerak sebagai agent of change. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknikpenentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive samping yaitu kepala sekolah, para guru,dan staff. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasisebagai metode pendukung. Teknik analisis data menggunakan model interaktif mulai dari tahappengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitianmenyimpulkan bahwa: (1) Kepemimpinan visioner kepala sekolah telah menerapkan pola kepemimpinandemokratis dengan cara membangun komunikasi dua arah, membangun kerja sama tim yang tangguh,meningkatkan kedisiplinan, bersikap adil, pengambilan keputusan bersama, apresiasi, dan motivasi,bersikap respek, melalui pendekatan sifat, pendekatan perilaku, dan pendekatan situasional dalamkepemimpinan; dan (2) kepemimpinan visioner kepala sekolah sebagai agent of change dilakukan melaluipeningkatan kualitas sumber daya manusia para guru dan staf dengan cara perbaikan sistem danpengembangan kompetensi guru pada bidang teknologi informasi, membuat program literacy Al-Qur’anbagi siswa, dan mengimplementasikan program P5 dalam bentuk kegiatan penghijauan, pembuatankaligrafi, dan pemanfaatan barang bekas menjadi barang berguna.
UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU PASCA PANDEMI COVID-19 DI MTs NAHDLATUL MUJAHIDIN Haromain
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 2 No. 7 (2021): Juli
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v2i7.1092

Abstract

Artikel ini memberikan gambaran tentang strategi yang di lakukan oleh madrasah dalam meningkatkan kinerja guru pasca pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus di MTs Nahdlatul Mujahidin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja gurunya pasca pandemi melakukan beberapa pendekatan yaitu: 1) bimbingan dan pembinaan guru yang bertujuan untuk tetap mengupdate kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam pembelajaran; 2) supervisi pembelajaran dilakukan dengan tujuan untuk tetap menjaga kinerja guru agar tetap stabil; dan 3) pemberian motivasi dan penghargaan yang bertujuan memberikan semangat kepada guru untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kompetensi yang di milikinya
SOSIALISASI KEBIJAKAN AKREDITASI DAN INSTRUMEN AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN (IASP) 2020 DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN Haromain
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.1093

Abstract

Salah satu tolok ukur mutu suatu satuan pendidikan dapat dilihat dari akreditasi yang diraihnya. Akreditasi merupakan pengakuan terhadap kualitas suatu lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah melalui proses penilaian dan pemenuhan syarat kebakuan atau kriteria tertentu. Dalam praktiknya, instrumen akreditasi sekolah telah mengalami pergeseran paradigma dari penilaian yang berbasis dokumen ke penilaian berbasis kinerja. Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020 adalah satu instrumen yang dipergunakan untuk menilai mutu suatu satuan pendidikan yang menitikberatkan pada mutu lulusan, mutu pembelajaran, mutu guru dan manajemen sekolah. Sosialisasi kebijakan akreditasi dan IASP diperlukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada warga sekolah tentang materi atau substansi yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan akreditasi yang menggunakan IASP 2020.
Peningkatan Kompetensi Manajemen Kelas Berbasis PAKEM Melalui Experiential Learning Workshop Bagi Guru Haromain; Lukmanul Hakim; Rudi Hariawan
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.19325

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of experiential learning workshops in improving teachers' pedagogical competencies, particularly in terms of conceptual understanding, design skills, and PAKEM-based classroom management skills. This study uses an action research design with a mixed-method approach. There were 20 participants, all of whom were teachers at SDIT Banyumulek Lombok Barat. Data were collected through validated pre-tests and post-tests, semi-structured interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistical tests (Paired Sample t-test), while qualitative data were analyzed thematically. The results showed a significant increase in all three competency indicators: (1) Conceptual understanding of classroom management increased from 45% to 90% (p < 0.001); (2) The ability to design interactive learning increased from 60% to 80% (p < 0.01); (3) Simulation skills in classroom management increased from 65% to 85% (p < 0.01). Thus, the learning workshop proved to be effective in holistically improving teachers' classroom management competencies. This study recommends a continuous teacher professional development program based on concrete experiences and supported by post-training mentoring to ensure the sustainability of the impact. Keywords: Classroom Management, PAKEM, Teachers Professional Development, Experiential Learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas experiential learning workshop dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya pada aspek pemahaman konseptual, kemampuan merancang, dan keterampilan praktik manajemen kelas berbasis PAKEM. Penelitian ini menggunakan desain action research dengan pendekatan mixed-method. Partisipan berjumlah 20 orang guru SDIT Banyumulek Lombok Barat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test yang divalidasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial (Paired Sample t-test), sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga indikator kompetensi: (1) Pemahaman konseptual manajemen kelas meningkat dari 45% menjadi 90% (p < 0.001); (2) Kemampuan merancang pembelajaran interaktif meningkat dari 60% menjadi 80% (p < 0.01); (3) Keterampilan simulasi pengelolaan kelas meningkat dari 65% menjadi 85% (p < 0.01). Dengan demikian learning workshop terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi manajemen kelas guru secara holistik. Studi ini merekomendasikan program pengembangan profesi guru yang berkelanjutan, berbasis pengalaman konkret, dan didukung pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan keberlanjutan dampak Kata kunci: Manajemen Kelas, PAKEM, Pengembangan Profesi Guru, Experiential Learning.