Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PERKEBUNAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI EUDR Afandi, Frendy; Suryaningtyas, Puspita; Feryanto
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 3 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0603.922-928

Abstract

Salah satu dampak dari perubahan iklim adalah adanya perubahan tren perdagangan dunia yang menuntut adanya keberlanjutan yang ditandai dengan tuntutan non-deforestasi. Salah satu kebijakan terkait hal tersebut adalah EUDR yang menekankan pada 3 hal, yaitu adanya cut off date 31 Desember 2020, deforestation free, dan traceability (koordinat geolokasi). Kebijakan EUDR ini menjadi norm setting bagi negara-negara konsumen lainnya sehingga muncul adanya US Forest Act, UK Due Diligence, dan Green China. Oleh karenanya, Indonesia perlu menyiapkan sistem yang baik untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut sehingga kuantitas komoditas yang diekspor tetap terjaga dan dapat meningkatkan daya saingnya. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat negara-negara produsen lainnyapun terdampak kebijakan tersebut dan sudah menyiapkan sistem untuk menjawab tantangan tersebut. Jika Indonesia tidak segera menyiapkan sistem yang baik tersebut maka akan tertinggal dari negara-negara produsen lainnya yang lebih siap. Strategi pembangunan perkebunan berkelanjutan dalam menghadapi EUDR dilakukan dengan melakukan pendataan (untuk perkebunan dengan luasan <25 ha atau petani kecil dilakukan melalui e-stdb adapun untuk perkebunan dengan luasan >25 ha atau industri dilakukan dengan Siperibun) dan membangun National Dashboard. Pada tahap pertama pendataan yang diutamakan adalah komoditas perkebunan yang diekspor ke Eropa. Selanjutnya, dilakukan pendataan secara bertahap untuk menjawab tantangan yang ada.
Managing High Conservation Value and High Carbon Stock Areas in Coffee Landscapes of Mandailing Natal Adi, Bambang Tri Sasongko; Putra, Surahman; Sari, Ratna Kusuma; Dewantara, Bonie; Suryaningtyas, Puspita
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4848

Abstract

The conflict between agricultural expansion and biodiversity conservation has become a global challenge, with coffee plantations contributing to 2.3 million hectares of deforestation over the past decade, particularly in tropical forest areas with high conservation value. This article explores the integration of High Conservation Value (HCV) and High Carbon Stock (HCS) safeguards within coffee-producing landscapes in Mandailing Natal District, North Sumatra. Using data from the 2023 HCV-HCS assessment, it identifies spatial overlaps between ecologically critical areas and smallholder coffee plantations, highlighting regulatory gaps that facilitate environmental degradation. This research employs a multi-method approach, combining geospatial analysis, a comprehensive regulatory review, and participatory institutional mapping, to generate innovative and integrated policy recommendations. The brief advocates for updating spatial plans, issuing local regulations, providing technical guidance, and establishing farmer incentives to support conservation-aligned coffee production. The anticipated benefits of this research include increased farmer income through sustainable certification, improved government policy effectiveness in landscape management, and the conservation of high-value ecosystems for future generations.