Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Kebutuhan Cairan Pada Remaja di SMP Muhammadiyah I Pontianak Mardiyani, Ridha; Hidayah, Hidayah; Hastuti, Lidia; Ariani, Desti Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16871

Abstract

ABSTRAK Semua bagian tubuh membutuhkan air, dan asupan air yang tepat sangat penting untuk kesehatan seseorang, termasuk kesehatan mental dan fisik. Kebiasaan buruk remaja, seperti hanya minum air saat haus hingga dehidrasi, menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesadaran akan kebutuhan cairan perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bertujuan agar siswa/i yang sedang berada pada masa remaja dapat memahami dan melakukan pola  hidup sehat seperti memenuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas per hari. Meningkatkan pengetahuan peserta tentang kebutuhan cairan dan gizi seimbang serta mengidentifikasi status gizi. Kegiatan dilakukan secara tatap muka di SMP Muhamamdiyah I Pontianak. Jumlah peserta 29 orang yaitu kelas 7A dan 7B. Kegiatan diawali dengan pre test, yaitu pengukuran tingkat pengetahuan siswa/siswi terkait Kebutuhan Cairan. Selanjutnya sesi penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta diakhir dilakukan evaluasi. Setelah memberikan pendidikan kesehatan, dilanjutkan dengan pengukuran indeks masa tubuh terhadap siswa/i. Kegiatan telah dilaksanakan di SMP Muhammadiyah I Pontianak. Berdasarkan hasil pre tes, mayoritas siswa/i sebanyak 51,7% tidak memahami kebutuhan cairan tubuh dan mengkonsumsi air kurang dari 8 gelas per hari. Namun, saat post-test dilakukan terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 100% pengetahuan baik. Pada kegiatan ini, juga dilakukan pemeriksaan status gizi, dengan mengukur  IMT. Parameter yang digunakan adalah Indeks Masa Tubuh/Umur (IMT/U). Berdasarkan hasil diketahui sebanyak 38 % dengan kriteria normal, kurus dan sangat kurus 3 % dan 24 % overweight, serta obesitas 31 %. Pendekatan konvensional untuk pendidikan kesehatan di SMP Muhammadiyah 1, jika dibandingkan dengan pendekatan interaktif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang hidrasi sehat. Penggunaan media visual seperti buku, poster, dan video membantu siswa memahami dan mengingat informasi, yang menguntungkan berkaitan dengan perilaku konsumsi cairan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya hidrasi yang memadai sehingga akan membantu pencapaian target kesehatan remaja dan kualitas hidup. Kata Kunci: Kebutuhan Cairan, Status gizi, Pengetahuan, RemajaABSTRACT All parts of the body need water, and proper water intake is essential for one's health, including mental and physical health. Adolescents' bad habits, such as only drinking water when thirsty to dehydration, show that knowledge and awareness of fluid needs to be improved. This community service activity is carried out so that students who are in adolescence can understand and practice healthy lifestyles such as fulfilling fluid needs of at least 8 glasses per day. Improve participants' knowledge on fluid requirements and balanced nutrition and identify nutritional status. The activity was conducted face-to-face at SMP Muhamamdiyah I Pontianak. The number of participants was 29 people, namely class 7A and 7B. The activity began with a pre-test, namely measuring the level of knowledge of students related to Fluid Needs. Furthermore, the material delivery session, discussion and question and answer, and at the end an evaluation was carried out. After providing health education, continued with measuring body mass index of students. The activity was conducted at SMP Muhammadiyah I Pontianak. Based on the pre-test results, the majority of students as much as 51.7% did not understand the needs of body fluids and consumed less than 8 glasses of water per day. However, when the post-test was conducted there was an increase in knowledge as much as 100% good knowledge. In this activity, a nutritional status check was also carried out, by measuring BMI. The parameter used is Body Mass Index / Age (IMT / U).Based on the results, it is known that 38% with normal criteria, thin and very thin 3%, 24% overweight, and 31% obesity. The conventional approach to health education at SMP Muhammadiyah 1 when compared to the interactive approach proved more effective in improving students' knowledge and awareness of healthy hydration. The use of visual media such as books, posters, and videos helped students understand and recall information, which was beneficial with regard to fluid consumption behaviour. This activity was successful in increasing adolescents' awareness of the importance of adequate hydration that will help achieve adolescent health and quality of life targets. Keywords: Fluid Requirement, Nutritional Status, Knowledge, Adolescents
Tingkat Pengetahuan Ibu dan Tindakan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi 0 – 6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ledo Hidayah, Hidayah; Anggraini, Sila; Ariani, Desti Dwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41313

Abstract

Penelitian ini melihat hubungan antara pengetahuan ibu dan praktik pemberian ASI eksklusif. Hal ini karena cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dari target nasional dan global, terutama berkaitan dengan capaian di wilayah kerja Puskesmas Ledo pada tahun 2022 sebesar 24,89%, yang mengindikaskan jauh di bawah target WHO sebesar 50%. Kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI eksklusif berisiko meningkatkan angka morbiditas dan kematian bayi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI ekslusif dengan tindakan pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ledo. Metode penelitian ini adalah analitik korelasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu 45 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di wilayah Puskesmas Ledo dan dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan tindakan pemberian ASI eksklusif dengan uji statistik menggunakan uji Spearman-rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu sebagian besar pada kategori “cukup” (53,3%) dan sudah memberikan ASI Eksklusif (55,6%). Hasil uji Spearman-rank didapatkan nilai signifikansi 0,016 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan tindakan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ledo. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,356 mengindikasikan kekuatan hubungan yang lemah, tetapi searah, artinya semakin tinggi pengetahuan ibu, maka semakin banyak yang memberikan ASI eksklusif. Kesimpulan penelitian ini Ada hubungan yang signifikan, meskipun lemah, antara pengetahuan ibu dan tindakan pemberian ASI eksklusif, dengan arah hubungan positif. Upaya pendidikan tentang ASI eksklusif harus terus ditingkatkan, terutama untuk memberi tahu ibu agar tidak memberi MPASI sebelum enam bulan. Rekomendasi untuk membantu ibu menerapkan ASI eksklusif sebaik mungkin, perlunya tenaga kesehatan di Puskesmas Ledo mengadakan konseling dan kampanye intensif tentang ASI Ekslusif.
Deteksi Wagner Scale pada Luka Berulang di Klinik Kitamura Pontianak Usman, Usman; Amelia, Lince; Ariani, Desti Dwi; Khair, Fathul
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45781

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan yang harus ditangani dengan serius. Masalah tersebut tidak sedikit yang mengalami luka bahkan sampai pada amputasi dan kematian. Sebanyak 49% pasien dengan Luka Kaki Diabetik yang mengalami kesembuhan akan mengalami luka berulang padahal seharusnya pasien yang telah mengalami kesembuhan pada luka dapat mencegah terjadinya luka berulang. Tujuan peneltian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik luka berulang pada pasien DM di Klinik Kitamura Pontianak. Penelitian ini menggunakan descriptive observational. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien yang dilakukan perawatan di Klinik Kitamura Pontianak dengan Luka Kaki Diabetik yang mengalami luka berulang. Teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Wagner dan lembar ceklis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien DM yang mengalami luka berulang adalah perempuan dengan tingkat Pendidikan lulus SMA yang berusia >40 tahun yang terjadi luka di lokasi yang sama selama 2 kali dengan rentang sembuh <1Tahun. Skala wagner berada pada grade 3 atau terjadi ulcerasi dalam dengan pembentukan abses, osteomyelitis, infeksi pada persendian dengan bentuk luka paling banyak adalah oval. Pada pasien luka berulang diiharapkan bahwa dalam melakukan perawatan luka harus disertai edukasi tentang berbagai resiko yang akan terjadi paska pasien mengalami kesembuhan seperti adanya resiko luka berulang.
Implementasi Manajemen Konseling Kesehatan Mental bagi Mahasiswa Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat: The Implementation of Mental Health Counseling Management for Undergraduate Students at Institut Teknologi and Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat Ariani, Desti Dwi; Nugroho, Prasetyo Aji; Ghifari, Aufa; Amelia, Fitri Chalista; Assari, Faisal; Amalia, Ridha; Ulandari, Anggi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 8 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i8.7471

Abstract

Undergraduate students are individuals who experience a transition period that focuses on searching for self-identity. During this transition period, students will experience changes in their behavior, emotions and cognition. This change will affect the mental health status of students. Mental health problems in students are a serious problem to be handled because students' mental health problems are invisible but can have bad consequences if not treated immediately. Negative stigma towards mental health has an impact on students' awareness and initiative to resolve their mental health problems. Students feel embarrassed and think that this mental health problem can heal by itself. In fact, mental health problems will get worse if they are not handled well. The importance of mental health counseling services for students as a medium for early detection of mental health problems. Mental health screening can detect several mental health problems so that existing problems can be prevented and students' mental health status can improve. The role of the academic community is very important to support the existence of mental health counseling services. Moreover, policies and service standards do not yet exist at ITEKES Muhammadiyah West Kalimantan. Thus, this underlies strategic planning activities for mental health services that can be beneficial for students and have an impact on student welfare in maintaining their mental status.