Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Lidah Buaya sebagai Minuman Kesehatan di Desa Rambipuji Kabupaten Jember Rani, Dewi Eka Prawita; Husnudin, Uni Baroroh; Kasih, Nurul Alifia
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i1.3793

Abstract

Masyarakat Desa Rambipuji Kabupaten Jember sebagian besar berprofesi sebagai wiraswasta dan ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus rumah dan berkebun di pekarangan. Salah satu hasil kebun yang banyak dijumpai di Desa Rambipuji adalah tanaman Lidah buaya (Aloe vera). Program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pembuatan minuman kesehatan (Nata de Aloe) berbahan dasar lidah buaya ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan tentang manfaat lidah buaya dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah lidah buaya menjadi minuman kesehatan yang layak dan siap dikonsumsi. Metode pelaksanaan dalam program pemberdayaan masyarakat ini antara lain sosialisasi dan edukasi, demonstrasi pengolahan lidah buaya, praktik mandiri mitra, pengemasan produk serta evaluasi. Rangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai tujuan yang direncanakan. Sebanyak 65% peserta pelatihan sangat setuju dan 35% setuju bahwa program pengabdian ini dapat membantu masyarakat untuk dapat mengolah lidah buaya secara mandiri. 60% peserta sangat setuju dan 40% setuju bahwa program pengabdian masyarakat ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 80% peserta sangat setuju dan 20% setuju bahwa program pemberdayaan ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang teknik pengolahan lidah buaya menjadi produk yang siap dan layak dikonsumsi. Tingkat kepuasan peserta terhadap program pemberdayaan masyarakat ini ditunjukkan dengan 85% peserta sangat setuju dan 15% setuju bahwa program pengabdian masyarakat ini sesuai dengan harapan masyarakat untuk mendapatkan ilmu dan motivasi dalam mengembangkan diri.
UJI CEMARAN MIKROBA SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BUAH PISANG (MUSA ACUMINATA COLLA) Azizah, Siti Nur; Rani, Dewi Eka Prawita; Wardani, Kartika Arum; Hidayah, Amaliyah Nurul
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2024): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v2i2.5924

Abstract

Luka bakar adalah bentuk kerusakan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik maupun karena suatu radiasi. Kulit pisang mengandung flavonoid, saponin, steroid, glikosida, alkaloid, tanin dan katekin yang mampu bertindak sebagai antioksidan dan umumnya terdapat pada tanaman. Penelitian ini menggunakan sediaan gel yang mengandung ekstrak kulit pisang mas. Sediaan gel yang digunakan untuk luka bakar harus memiliki cemaran mikroba yang negatif. Negatif berarti tidak ditemukan cemaran bakteri maupun jamur pada saat proses produksi dan pada saat proses penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyimpanan terhadap cemaran jamur dan bakteri pada sediaan gel ekstrak kulit buah pisang mas (Musa acuminata Cola) formulasi yang telah disimpan pada waktu 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah uji cemaran bakteri. Cemaran bakteri menggunakan media metode ALTB (Angka Lempeng Total Bakteri) pada Nutrien yang dilakukan dengan pengenceran 10-1 dalam NaCl 0,85%. Penanaman mikroba dilakukan secara Pour plate. Tahap kedua adalah perhitungan jumlah koloni bakteri pada sampel sesuai ALTB kemudian hasilnya disesuaikan dengan BPOM untuk menarik kesimpulan tentang keamanan dari sampel uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel sediaan gel pada formulasi I,II ,III dengan penyimpanan selama 3 bulan memiliki jumlah cemaran 0. Oleh karena itu, sediaan tersebut masih dikatakan aman sehingga dapat digunakan sebagai sediaan gel untuk luka maupun tanpa luka.
HUBUNGAN USIA DENGAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI KLINIK ULTRA MEDIKA TULUNGAGUNG Wardani, Kartika Arum; Putri, Sefrina Ayu Aisya; Rani, Dewi Eka Prawita
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v3i1.5925

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella thypy. Penyakit ini dapat menyerang segala usia dan merupakan demam akut yang dapat mengekskresikan protein fase akut yang disebut dengan C-Reactive Protein (CRP). Kadar CRP yang dihasilkan di hati akan naik jika terjadi proses inflamasi didalam tubuh. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan penunjang demam tifoid dan juga kadar CRP. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor usia dengan peningkatan kadar CRP pada pasien demam tifoid. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Laboratorium Klinik Ultra Medika Tulungagung. Metode penelitian ini ialah kuantitatif cross sectional, menggunakan total sampling. Besar sampel yang digunakan dari penelitian ini adalah 22 sampel. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan widal dan kadar CRP secara imunoserologi. Data diolah menggunakan spss uji korelasi Pearson. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil p=0,29 >0,05 yang menunjukkan tidak adanya korelasi antara usia dengan kadar CRP.
Keanekaragaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Jawa Timur Kasih, Nurul Alifia; Fajar, M. Thoifur Ibnu; Rani, Dewi Eka Prawita
PRIMA EKSAKTA Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v1i1.4052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan bagaimana cara masyarakat dalam pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanaman obat yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo Jawa Timur sebanyak 41 jenis. Jenis tanaman obat yang paling sering dimanfaatkan yaitu beluntas, jahe dan sirih. Cara pengolahan tanaman obat yang dilakukan oleh mayarakat Desa Sumberkolak, yaitu direbus, ditumbuk, diteteskan, dioleskan, diseduh, direndam, dan ditempelkan, dan dikonsumsi langsung. Masyarakat Desa Sumberkolak banyak memanfaatkan tanaman obat dengan cara direbus. Bagian tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu daun sebanyak 50%, buah sebanyak 3%, bunga sebanyak 2%, rimpang sebanyak 16%, batang sebanyak 5%, dan umbi sebanyak 2%.
Pemetaan distribusi populasi tanaman mangga (Mangifera indica) di Situbondo, Jawa Timur Elhany, Nurul Avidhah; Fajar, Muhammad Thoifur Ibnu; Rani, Dewi Eka Prawita; Dewi, Yuni Kartika; Hudha, Moh. Nuril; Rahmah, Miftahur
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v14i1.47115

Abstract

Situbondo is a district in the province of East Java, Indonesia. Situbondo is a mango production center, in 2019, based on BPS East Java data, produced mango fruit reaching 23,511.70 tons. This research is basic research to determine the potential of mangoes as a food diversification and energy diversification product in Situbondo. Mango mapping in Situbondo Regency is essential as mango is a leading horticultural commodity with high economic value and a strategic role in supporting farmers’ livelihoods. Despite its status as a major mango production center in East Java, spatially explicit information on mango tree distribution, planted area, varieties, and productivity remains limited and unsystematic, hindering effective and sustainable development planning. Moreover, mango cultivation faces increasing threats from land-use change, climate variability affecting flowering and fruiting, pest and disease attacks, and the aging of mango trees, which collectively reduce productivity. Therefore, mango mapping is crucial to provide accurate spatial data for identifying production centers, and conserving local mango varieties, ultimately enhancing sustainable mango management and regional competitiveness. The method used in this research is a survey method with descriptions (explanatory research) of primary data and secondary data. The sample in this study were all mango farmers in Situbondo district. The data obtained was then analyzed using the Simpson's dominance index (D). This index is used to determine the dominance of mango types for each district in Situbondo. The results of mapping and surveying the mango plant population in Situbondo found 3869 trees spread across in 17 district and 28 populations points. The largest population is in Arjasa district with 1872 trees. The mango cultivars recorded in Situbondo district are gadung, manalagi, arum manis, arum merah and garifta.