Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Perilaku Pencegahan dan Kepatuhan Pengobatan dengan Prevalensi Penularan Tuberkulosis di Kota Tarakan Sulidah, Sulidah; Irwan, Muhammad; Elmania, Elmania
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15198

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis is a global and national problem. TB patients can play a crucial role as a source of transmission, but they can also help accelerate the interruption of the TB transmission chain through preventive behavior and compliance with treatment programs. This study aims to identify the preventive behavior and treatment compliance of TB patients and analyze their relationship with TB transmission prevalence. This research is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The study population consists of all Pulmonary TB patients registered and undergoing treatment programs at first-level health care facilities in Tarakan City. The sample size was 84 respondents taken using purposive sampling technique. The inclusion criteria for this study are: pulmonary TB patients, registered and undergoing TB treatment process at Community Health Centers in Tarakan City, willing to participate as respondents, and aged over 17 years. The research instrument was adopted from Juliati (2019) with a Cronbach Alpha of 0.88. The results of this study showed that most TB patients have poor preventive behavior but high compliance with treatment programs. Statistical analysis using Binary Logistic Regression obtained sig. = 0.014 with OR = 24.416 for TB prevention behavior and sig. = 0.086 with OR = 2.032 for treatment compliance; it is concluded that preventive behavior has a significant relationship with TB transmission but the opposite applies to TB treatment compliance. Keywords: Compliance, Preventive Behavior, Transmission, Tuberculosis  ABSTRAK Tuberkulosis merupakan masalah global dan nasional. Penderita TB dapat berperan penting sebagai sumber penularan, tetapi ia juga dapat membantu mempercepat memutus rantai penularan TB melalui perilaku pencegahan dan kepatuhan pada program pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pencegahan dan kepatuhan pengobatan oleh penderita TB serta menganalisis hubungan keduanya dengan prevalensi penularan TB. Penelitian ini merupakan kajian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita TB Paru yang terdaftar dan mengikuti program pengobatan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kota Tarakan. Besar sampel sebanyak 84 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu: pasien TB Paru, terdaftar dan mengikuti proses pengobatan TB di Puskesmas di Kota Tarakan, bersedia menjadi responden, dan berusia lebih dari 17 tahun.  Instrumen penelitian di adopsi dari Juliati (2019) dengan Cronbach Alpha 0,88. Hasil penelitian ini diperoleh sebagian besar penderita TB mempunyai perilaku pencegahan yang buruk tetapi memiliki kepatuhan yang tinggi pada program pengobatan. Analisis statistik menggunakan Regression Binary Logistic diperoleh sig. = 0,014  dengan OR = 24,416 untuk perilaku pencegahan TB dan sig. = 0,086 dan OR  = 2,032 untuk kepatuhan pengobatan; sehingga disimpulkan bahwa perilaku pencegahan mempunyai hubungan yang bermakna terhadap penularan TB tetapi berlaku sebaliknya untuk kepatuhan pengobatan TB. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan, Penularan, Kepatuhan, Tuberculosis
Risk Factors for Stunting in Children Aged 6-36 Months Among Seaweed Farmers in Coastal Areas Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Elmania, Elmania
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.364

Abstract

Stunting constitutes a formidable challenge within public health development, necessitating integrated, cross-sectoral strategies for its effective mitigation. A heightened prevalence of stunting is observed in the coastal regions of Tarakan City. This study was designed to elucidate the determinants of stunting among children aged 6–36 months within seaweed farming communities in Tarakan City to inform the formulation of targeted prevention and control policies. An analytical observational study employing a cross-sectional design was conducted from July to September 2023. The target population comprised 200 mothers engaged in seaweed farming in the coastal areas of Tarakan City with children aged 6–36 months. A purposive sampling method was utilized to recruit a sample of 151 participants. Binary logistic regression analysis revealed that stunting was significantly associated (p<0.05) with several variables. Key maternal determinants included the level of knowledge regarding stunting, household income, and residential sanitation conditions. Child-specific determinants encompassed the history of exclusive breastfeeding, morbidity from infectious diseases, and daily protein intake. In conclusion, the prevalence of stunting among children of seaweed farmers in this coastal setting is multifactorial, with significant determinants originating from both maternal and child-related factors. Although certain variables did not yield statistical significance in this analysis, their established role in pediatric health is undeniable. Therefore, it is recommended that comprehensive public health interventions continue to address all investigated factors, given their scientific foundation for promoting optimal child growth and development
Pelatihan Rias dan Busana Pengantin serta Digital Marketing untuk Meningkatkan Keterampilan dan Daya Saing Guru dan Siswa SMKN 2 Bukittinggi Yupelmi, Mimi; Suci, Puji Hujria; Maulana, Arief; Cinthia, Deby; Elmania, Elmania
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i2.3216

Abstract

Industri kecantikan dan pernikahan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penampilan profesional dalam momen pernikahan. Permintaan terhadap jasa tata rias dan busana pengantin yang mampu memadukan tren modern dengan tradisi budaya lokal semakin tinggi, sehingga dibutuhkan tenaga terampil yang memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital. Menjawab kebutuhan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa SMKN 2 Bukittinggi dalam bidang tata rias pengantin, penataan busana pengantin, serta pemasaran digital sebagai bentuk penguatan kompetensi vokasional. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan peserta secara aktif melalui tahap pelatihan, praktik langsung, pendampingan intensif, dan refleksi hasil belajar. Materi pelatihan mencakup teknik rias pengantin modern dan adat, penekanan estetika dan kesesuaian budaya dalam penataan busana pengantin Minangkabau, serta strategi pemasaran digital yang efektif melalui platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengaplikasikan keterampilan secara nyata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis tata rias, kreativitas dalam menciptakan tampilan pengantin profesional, serta kemampuan menghasilkan konten digital untuk promosi jasa kecantikan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam merancang layanan kecantikan sebagai peluang usaha. Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, program ini turut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi, mendukung implementasi Teaching Factory, serta mempersiapkan lulusan agar lebih siap memasuki industri kecantikan di era digital yang semakin kompetitif.