Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DIFFERENCES IN ANTEBRACHI MUSCULAR STRENGTH IN 2021 STUDENTS AND MEDICAL SECURITY WORKERS WIJAYA KUSUMA UNIVERSITY SURABAYA komaria, desiana komaria; Soekanto, Ayly; Ernawati, Sie
Calvaria Medical Journal Vol 2 No 1 (2024): Edisi Juni 2024 (available online Juli 2024)
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v2i1.58

Abstract

Introduction: Muscle strength in the extremities, especially in the upper part, is an organ that is very dominant in daily exercise, namely the hands, arms and also the antebrachial muscles in the upper and lower arms. One of the problems that often occurs is problems with the muscles, such as injuries due to frequent daily activities. Method: The aim is to find out the relationshipDifferences in Antebrachi Musculus Strength in 2021 Class A Students and Security Guard Workers at the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya. Methodresearch with an observational analysis method where the research uses cross sectional research, namely collecting research sample data which is carried out in one experiment after which the results are collected and data processing continues. Results: The data that has been collected fulfills the criteria requirements, namely 30 samples, after which the data is entered into the SPSS 26 application. Based on the results of this research, the calculated t is 3.616 which is smaller than (0.05). Conclusion: The results of this research indicate that there is a significant relationship between the strength of the antebrachial muscles in 2021 Class A students and security guard workers at the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya.
Gambaran Senam Peregangan Sendi Sebagai Terapi Mengurangi Rasa Nyeri Sendi Lutut: Rianti, Emilia Devi Dwi; Ernawati, Sie; Cahyani Noviana, Ayu; Widyaningsih, Indah; Simamora, Dorta
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia dapat mengalami Osteoartritis (OA), hal ini menyerang sendi sebagai penopang beban tubuh, dan didalam menajemen OA maka dilakukan kombinasi fisioterapi dan terapi latihan. Terapi latihan membantu menggerakkan bagian-bagian tubuh dan mengurangi rasa sakit otot, maka latihan peregangan dilakukan selama 15 menit. Metode yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian adalah metode deskriptif dan pemberian pelatihan peregangan. Populasi yang digunakan adalah Lansia di Posyandu, dan Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebesar 42 peserta. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kursi, flichat gambaran pengetahuan tentang pelatihan gerakan sendi serta pemutaran video untuk memberi contoh gambaran gerakan senam. Hasil yang diperoleh yaitu dengan memberi pelatihan berupa latihan gerakan senam kaki, posisi tumit dilantai dan angkat kedua jari-jari kaki lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua tumit dan kedua jari-jari kaki tetap dilantai lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua kaki keatas serta meluruskan lutut lakukan 10 kali hitungan, dan mengangkat satu kaki kanan gerakkan menuju arah samping membentuk 900 . Kesimpulan,terdapat lansia sebanyak 45 % dengan usia 61-70 tahun, dengan melakukan gerak peregangan senam sendi terutama pada kaki maka otot-otot pada kaki akan membantu sendi untuk dapat menopang tubuh, sehingga kualitas hidup lansia akan meningkat.
Gambaran Senam Peregangan Sendi Sebagai Terapi Mengurangi Rasa Nyeri Sendi Lutut: Rianti, Emilia Devi Dwi; Ernawati, Sie; Cahyani Noviana, Ayu; Widyaningsih, Indah; Simamora, Dorta
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 2 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i2.2031

Abstract

Tubuh manusia dapat mengalami Osteoartritis (OA), hal ini menyerang sendi sebagai penopang beban tubuh, dan didalam menajemen OA maka dilakukan kombinasi fisioterapi dan terapi latihan. Terapi latihan membantu menggerakkan bagian-bagian tubuh dan mengurangi rasa sakit otot, maka latihan peregangan dilakukan selama 15 menit. Metode yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian adalah metode deskriptif dan pemberian pelatihan peregangan. Populasi yang digunakan adalah Lansia di Posyandu, dan Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebesar 42 peserta. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kursi, flichat gambaran pengetahuan tentang pelatihan gerakan sendi serta pemutaran video untuk memberi contoh gambaran gerakan senam. Hasil yang diperoleh yaitu dengan memberi pelatihan berupa latihan gerakan senam kaki, posisi tumit dilantai dan angkat kedua jari-jari kaki lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua tumit dan kedua jari-jari kaki tetap dilantai lakukan sebanyak 10 kali hitungan, mengangkat kedua kaki keatas serta meluruskan lutut lakukan 10 kali hitungan, dan mengangkat satu kaki kanan gerakkan menuju arah samping membentuk 900 . Kesimpulan,terdapat lansia sebanyak 45 % dengan usia 61-70 tahun, dengan melakukan gerak peregangan senam sendi terutama pada kaki maka otot-otot pada kaki akan membantu sendi untuk dapat menopang tubuh, sehingga kualitas hidup lansia akan meningkat.
Comparison of the Strength of Musculus Flexores Superior Extremities Against Pre-Elderly Men and Male College Students Budi, Budi Irawan Habibi; Soekanto, Ayly; Ernawati, Sie
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/2vdk7k11

Abstract

Background: Muscle strength is a force released by a muscle or group of muscles used to perform an activity. Everyone has different daily activities and activities so that not everyone has the same muscle strength. It is very common for pre-elderly to experience decreased muscle mass and muscle strength, decreased muscle volume with age and replaced by fat tissue and connective tissue. Purpose: This study was to measure the strength of the superior extremity flexor muscles in male pre-elderly and male students. The tool used was a handgrip dynamometer. Method: This study used an observational design with a cross-sectional approach with a research sample of 30 people divided into two groups of 15 male pre-elderly and 15 male students who had muscle strength measurements then the data was applied to SPPS 29. Results: The results of the strength of the superior extremity flexor muscles in male pre-elderly were 27.82 kilogram and in male students were 28.00 kilogram. Conclusion: The strength of the superior extremity flexor muscles in male students was proven to be stronger than that of male pre-elderly