Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Fisik dan Nutrisi Terhadap Ketahanan pada Situasi Kebencanaan di Kota Palu: The Effect of Physical Activity and Nutrition on Resilience in Disaster Situations Andyka Kawa; Jenita Frisilia; Arina Rizky Fauziah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i1.2186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aktivitas fisik dan nutrisi terhadap ketahanan fisik dan psikologis masyarakat Kota Palu dalam menghadapi situasi kebencanaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei cross-sectional. Pendekatan ini dipilih untuk menilai pengaruh aktivitas fisik dan nutrisi terhadap ketahanan masyarakat dalam menghadapi situasi kebencanaan di Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik berintensitas tinggi dan asupan nutrisi yang seimbang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketahanan fisik dan psikologis. Studi ini mengimplikasikan pentingnya program intervensi yang mempromosikan gaya hidup aktif dan nutrisi yang adekuat sebagai bagian dari persiapan dan respons kebencanaan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi dampak intervensi spesifik yang dapat diintegrasikan dalam kebijakan publik untuk meningkatkan resiliensi komunitas dalam menghadapi bencana.
The Role of Community Empowerment in Efforts to Prevent Non-Communicable Diseases (PTM): Literature Review Arina Rizki Fauziah; Jenita Frisilia; Andyka Kawa
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i1.6919

Abstract

The increasing prevalence of non-communicable diseases (NCDs) such as diabetes, hypertension and cardiovascular disease is a major public health challenge in Indonesia. Community empowerment through health promotion by providing education to increase knowledge has become a strategy to support the prevention and control of NCDs independently by the community. This research applies the Systematic Literature Review (SLR) method to assess the role of community empowerment in increasing awareness of non-communicable diseases (NCDs). The SLR method was chosen because it is capable of identifying, researching and compiling a synthesis of relevant evidence obtained from previous research. Research results show that community empowerment has a positive impact, especially in increasing awareness, interest and attention to the importance of health information. With growing awareness, communities are becoming more active in taking preventive measures, making this empowerment an important foundation in building healthier and more resilient communities.
Tren Pergeseran Usia Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Literatur Epidemiologi: Age-Shifting Trends in the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus: A Review of the Epidemiological Literature Arina Rizki Fauziah; Andyka Kawa; Jenita Frisilia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10324

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) secara historis lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Namun, dalam beberapa dekade terakhir terjadi pergeseran epidemiologis yang ditandai dengan meningkatnya kejadian DMT2 pada remaja. Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau tren pergeseran usia kejadian DMT2 dari perspektif epidemiologi berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui penelusuran artikel pada basis data Google Scholar dan Pubmed yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan adanya peningkatan prevalensi dan insidensi DMT2 pada kelompok usia anak dan remaja, yang berkaitan erat dengan obesitas, pola makan tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, konsumsi minuman berpemanis, serta faktor genetik dan lingkungan. Pergeseran usia kejadian ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang dan memperberat beban sistem kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif sejak usia dini melalui skrining faktor risiko, edukasi gaya hidup sehat, dan intervensi berbasis epidemiologi untuk menekan peningkatan DMT2 pada usia muda.