Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pengetahuan Kelembagaan dan Pemasaran secara Digital di Kampung Sabbe’ta Desa Pissing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia Yunianti, Andi Detti; Supratman, Supratman; Nuraeni, Sitti; Pangestu, Kidung Tirtayasa Putra; Prastiyo, Andi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1244

Abstract

Kampung Sabbe’ta di Desa Pising merupakan Sentra Pengembangan Sutra yang memiliki beberapa kelompok masyarakat pengrajin sutra yang aktif menghasilkan benang sutra. Belum adanya kelembagaan yang mendukung kegiatan peruteraan di daerah tersebut sehingga perlu adanya penguatan sistem kelembagaan untuk kegiatan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pada tahun 2024, tim pengadian Fakultas Kehutanan, Unhas fokus pada transfer ilmu pengetahuan tentang pentingnya pembentukan kelembagaan guna meningkatkan produktifitas masyarakat serta strategi promosi kegiatan-kegiatan yang telah ada di Kampung Sabbeta’. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemantapan kelembagaan sentra pengembangan sutra dengan berbagai divisi terutama R&D (Riset and Development), divisi pengemasan dan divisi penjualan. Selain itu membantu memfasilitasi promosi secara daring dan luring. Metode pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan FGD (Fokus Group Discussion). Hasil kegiatan program pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan-masyarakat, diharapkan Kampung Sabbe’ta sebagai sentra pengembangan sutra memiliki kelembagaan yang intergrated mulai dari alur pemasaran, peningkatan produktifitas serta penanganan limbah. Pemerintah dan semua stakeholder dapat menjadi mitra kerjasama yang akan mendukung kegiatan pengembangan sutra terutama di Kampung Sabbe’ta, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Dimensi Serat dan Nilai Turunan Serat Kayu Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dan Waru (Hibiscus tiliaceus L.) Kutana, Agung Nugrawan; Prayogo, Yanico Hadi; Wahyudi, Imam; Hanifah, Nisrina Putri; Pangestu, Kidung Tirtayasa Putra; Prayitno, Joko
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/fw12ft30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi serat dan nilai turunan serat kayu gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dan waru (Hibiscus tiliaceus L.) serta membandingkan karakteristik anatomi serat kedua jenis kayu tersebut. Sampel kayu dimaserasi menggunakan metode Schultze dan diamati secara mikroskopis pada pembesaran 40× dan 100×. Parameter yang diukur meliputi panjang serat, diameter serat, diameter lumen, dan tebal dinding sel. Data dimensi serat digunakan untuk menghitung nilai turunan serat berupa Runkel ratio, flexibility ratio, felting power, Muhlsteph ratio, dan coefficient of rigidity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu gmelina memiliki panjang serat 1251,65 µm, diameter serat 31,10 µm, diameter lumen 18,26 µm, dan tebal dinding sel 6,42 µm, sedangkan kayu waru memiliki panjang serat 1083,96 µm, diameter serat 22,69 µm, diameter lumen 15,72 µm, dan tebal dinding sel 3,48 µm. Nilai turunan serat kayu gmelina berturut-turut adalah Runkel ratio 0,70, flexibility ratio 0,59, felting power 40,24, Muhlsteph ratio 31,10, dan coefficient of rigidity 0,21, sedangkan kayu waru memiliki nilai Runkel ratio 0,44, flexibility ratio 0,69, felting power 47,77, Muhlsteph ratio 51,97, dan coefficient of rigidity 0,15. Berdasarkan total nilai turunan dimensi serat, kayu waru memperoleh skor 250 dan termasuk kelas kualitas II, sedangkan kayu gmelina memperoleh skor 200 dan termasuk kelas kualitas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu waru memiliki serat yang lebih fleksibel dengan lumen relatif lebih besar dan dinding sel lebih tipis, sedangkan kayu gmelina memiliki serat yang lebih besar namun lebih kaku akibat dinding sel yang lebih tebal.