Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi yang memungkinkan pria berkontribusi dalam program Keluarga Berencana (KB). Sayangnya, jumlah penggunaannya masih minim. Data tahun 2017 menunjukkan bahwa penggunaan vasektomi oleh pria masih kurang dari 1%. Rendahnya keterlibatan pria dalam program KB berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi perempuan dalam hal kesehatan reproduksi, seperti timbulnya efek samping dan komplikasi hingga dapat menghambat upaya pengendalian pertumbuhan penduduk di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan penerimaan metode kontrasepsi vasektomi pada pria di Indonesia. Penelitian menggunakan metode literature review. Artikel/jurnal ilmiah diambil dengan cara pencarian melalui database menggunakan kata kunci “Determinan penerimaan kontrasepsi dan metode vasektomi” pada Google Scholar dan “Contraception acceptance determinant and vasectomy method” pada PubMed. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan, kemudian proses seleksi dilakukan menggunakan PRISMA Flowchart. Dari 318 artikel yang ditemukan, setelah melakukan seleksi artikel dihasilkan 7 artikel untuk ditinjau. Hasil menunjukkan bahwa penerimaan vasektomi pada pria dipengaruhi oleh berbagai determinan, antara lain dukungan istri, pengetahuan yang baik, pelayanan kesehatan, ekonomi dan sosial budaya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa determinan yang paling banyak dibahas adalah dukungan istri dan pengetahuan, sedangkan budaya merupakan determinan paling dominan yang berhubungan dengan pemilihan vasektomi.