Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Proses Kognitif Kompleks Nasution, Fauziah; Hasibuan, Afrah Nadhilah; Nabilla, Ghina; Lubis, Khoiriyah Anggina Br.
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 12 (2024): Madani, Vol. 1 No. 12 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10464906

Abstract

Setiap orang memiliki kemampuan berpikir sebagai suatu proses kognitif yang tertanam dalam diri mereka sendiri, dan proses ini menjadi semakin rumit seiring perkembangan mereka. Kemajuan ini memerlukan pemahaman tentang kemampuan berpikir kreatif, kritis, logis, dan struktural. Untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber bacaan, seperti buku dan artikel akademis, ini melibatkan tinjauan literatur. Mengarahkan siswa untuk membuat peta pikiran dan merumuskan pertanyaan yang mendorong analisis adalah bagian dari membantu mereka menjadi pemikir yang terampil.  Penting bagi guru untuk aktif melibatkan siswa dalam semua aspek kegiatan pembelajaran, menciptakan lingkungan yang mendorong berpikir kreatif dan kritis. Guru juga memainkan peran sentral sebagai mentor dalam membentuk ide dan pemikiran.
Pengaruh gerak dan tari terhadap perkembangan kognitif anak usia dini di TK Mentari School Lubis, Hilda Zahra; Ritonga, Ade Nur Cahyani; Hasibuan, Afrah Nadhilah; Br Lubis, Khoiriyah Anggina
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15707317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran seni gerak dan tari dalam pengembangan kognitif anak usia dini melalui pendekatan kualitatif. Seni gerak dan tari merupakan bagian integral dari pendidikan anak usia dini yang dapat mendukung perkembangan kognitif melalui stimulasi sensorimotor, peningkatan perhatian, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam aktivitas seni gerak dan tari dapat meningkatkan kemampuan memori, konsentrasi, serta pemecahan masalah anak-anak. Selain itu, aktivitas ini juga memfasilitasi interaksi sosial dan emosional yang positif, yang turut berkontribusi pada perkembangan kognitif. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pendidik dan praktisi pendidikan anak usia dini untuk mengintegrasikan seni gerak dan tari dalam kurikulum sebagai strategi efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak. 
Hubungan Antara Kecerdasan Visual-Spasial Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Nasution, Fauziah; Hasibuan, Afrah Nadhilah; Pitriana, Eka Riski; Lubis, Khoiriyah Anggina Br; Siregar, Riska Anita; Hasibuan, Yuli Anisah
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 12 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visual-spatial intelligence is one of the important aspects of early childhood cognitive development that involves the ability to perceive, process, and think in visual as well as spatial forms. Children with good visual-spatial intelligence are capable of accurately recognizing shapes, colors, spaces, and patterns, as well as having high imagination and creativity. This study aims to examine the relationship between visual-spatial intelligence and early childhood cognitive abilities, particularly in terms of problem solving, understanding of spatial concepts, and creativity. Study results show that visual-spatial intelligence plays a significant role in supporting children’s cognitive abilities, including in the learning process and understanding of visual and abstract material. The development of this intelligence can be done through a variety of activities such as drawing, playing puzzles, and exploring the environment that stimulate the child’s visual imagination. Thus, strengthening visual-spatial intelligence can improve a child’s overall cognitive ability.
Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Motorik Kasar Dan Halus Pada Anak Usia Dini Khadijah, Khadijah; Nasution, Homsani; Hasibuan, Afrah Nadhilah; Pitriana, Eka Riski; Lubis, Khoiriyah Anggima Br; Hasibuan, Yuli Anisah
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i3.1166

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam praktik deteksi dini gangguan perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia dini serta mengidentifikasi hambatan pelaksanaannya di tingkat lembaga PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di satu lembaga PAUD di wilayah penelitian dengan melibatkan 6 informan, terdiri atas 3 guru PAUD dan 3 orang tua anak usia 3–6 tahun, yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam pemantauan perkembangan anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas anak, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini perkembangan motorik di PAUD masih dilakukan secara non-instrumental, bergantung pada pengamatan guru terhadap aktivitas harian anak seperti berlari, melompat, menjaga keseimbangan, menggenggam, dan menggunakan alat tulis. Guru belum menggunakan instrumen baku seperti KPSP atau DDST karena keterbatasan pengetahuan dan pelatihan. Hambatan utama meliputi minimnya pemahaman guru dan orang tua tentang indikator keterlambatan motorik, tidak tersedianya panduan observasi terstandar, serta lemahnya koordinasi antara PAUD dan layanan kesehatan. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kapasitas guru dan orang tua melalui pelatihan deteksi dini berbasis instrumen sederhana serta integrasi sistematis antara PAUD dan posyandu sebagai implikasi praktis penelitian.   This study aims to examine early detection practices of gross and fine motor developmental delays in early childhood education settings and to identify barriers encountered in their implementation. A descriptive qualitative approach was employed and conducted at a preschool institution in the research area, involving six informants, consisting of three early childhood teachers and three parents of children aged 3–6 years, selected purposively based on their direct involvement in child development monitoring. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that early detection of motor development in the PAUD setting is predominantly conducted through informal daily observations, without the use of standardized screening instruments. Teachers rely on children’s routine activities such as running, jumping, balancing, grasping objects, and using writing tools to identify potential delays. Major barriers include limited teacher and parental knowledge of developmental indicators, lack of standardized observation tools, and weak collaboration between early childhood institutions and health services. These findings highlight the need for practical policy interventions, particularly capacity building for teachers and parents and the development of simple, standardized observation tools integrated with local health services.