Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Socio Religia

PERAN DUTA GENRE UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) PIK SAHABAT SEBAGAI ROLE MODEL TERHADAP PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS MAHASISWA UIN RADEN INTAN LAMPUNG Lestari, Amilia
Socio Religia Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v2i1.9686

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Duta GenRe (generasi berencana) ukm pik sahabat sebagai role model terhadap pencegahan pergaulan bebas dan faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan perannya sebagai Duta GenRe. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penilitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian penelitian ini dilakukan analisa data di olah dengan cara reduksi data, display data, dan verifikasi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Duta GenRe sebagai role model terhadap pencegahan pergaulan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan cara melakukan pelayanan informasi dan konseling, mengadakan pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya, pembinaan dan controlling, edukasi, serta menjalin kerjasama. Upaya pencegahan itu untuk mewujudkan tegar remaja yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhinadar dari resiko TRIAD KRR (3 Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja) yaitu seks bebas, NAPZA dan HIV/AIDS, serta mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga. Faktor pendukung dalam menjalankan perannya adalah sikap semangat, antusias dari anggota, dukungan instansi,sarana dan prasarana, dukungan alumni, semakin luasnya kerjasama, dan respon organisasi lainnya yang merupakan faktor pendukung untuk kemajuan pembinaan generasi muda. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu adanya perbedaan pendapat antar Duta GenRe dalam strategi penyampaian materi-materi GenRe, perbedaan pendapat itu sebagai sebuah kreasi para Duta GenRe dalam menjalankan program-programnya. Adanya masing-masing kesibukan baik dari Duta GenRe, karena hal tersebut belum muncul rasa dalam diri para Duta GenRe bahwa dirinya adalah seorang Duta yang dipilih untuk melakukan berbagai perubahan.
DIGITALISASI SEBAGAI KEBUDAYAAN BARU TERHADAP PEMBANGUNAN PEDESAAN Lestari, Amilia
Socio Religia Vol. 4 No. 2 (2023): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v4i2.17724

Abstract

Digitalisasi menjadi kekuatan dalam transformasi sosial dan ekonomi global. Sebagai alat yang kuat untuk mengatasi tantangan pembangunan pedesaan, digitalisasi berperan menciptakan budaya baru di pedesaan. Tulisasn ini bertujuan memberikan informasi terkait analisis dampak digitalisasi sebagai kebudayaan baru dalam pembangunan pedesaan, dengan mempertimbangkan manfaat, tantangan, dan peluang. Penggunaan tinjauan literatur sebagai metode penelitian yang membahas tentang digitalisasi dan pembangunan pedesaan serta analisis kasus yang relevan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa digitalisais dapat memberikan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaa melalui akses yang lebih baik terhadap informasi, layanan kesehatan, pendidikan dan peluang ekonomi serta inklusi sosial dan peningkatan kualitas infrastruktur desa. Tulisan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaiamana digitalisasi dapat menjadi kebudayaan baru dalam pembangunan pedesaan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan dan strategi yang efektif untuk mempromosikan digitalisasi yang inklusif dan berkelanjutan.Kata Kunci: Digitalisasi, Pembangunan Pedesaan, Kebudayaan Baru, Inklus Sosial, Teknologi Digital, Partisipasi Masyarakat.