Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis pengelolaan ketatausahaan Dewi, Syva Lestiyani; Nimaisa, Geovany Sabaritha; Miliano, Nurva; Prihantini, Prihantini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v10i1.44459

Abstract

Sebagai salah satu komponen sekolah, bidang ketatausahaan berperan penting untuk memastikan berlangsungnya penyelenggaran pendidikan yang efektif. Dalam hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat serta mendalami bagaimana pelaksanaan serta pengelolaan ketatausahaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil wawancara, jurnal, artikel, buku maupun laporan berita yang dapat diakses secara online maupun print atau cetak.  Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciracas 01 Pagi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa di SDN Ciracas 01 Pagi tidak memiliki pegawai atau bagian khusus dalam pengelolaan ketatausahan sehingga guru kelas yang mengemban tanggung jawab dalam pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan di sekolah tersebut. Walaupun begitu, dalam pelaksanannya ketatausahan di sekolah tersebut telah dikatakan layak karena setiap guru nya mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan adanya sistem ketatausahaan yang layak pada SDN Ciracas 01 Pagi, maka dapat menunjang keberhasilan sekolah tersebut dalam melakukan proses penyelenggaraan pendidikan.AbstractAs one component of the school, the field of administration plays an essential role in ensuring the ongoing implementation of effective education. In this case, this study aims to see and explore the implementation and management of administration. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques are based on the results of interviews, journals, articles, books, and news reports that can be accessed online or printed. The research was conducted at Ciracas 01 Pagi State Elementary School (SDN). The study results show that at SDN Ciracas 01 Pagi, there are no employees or a special administrative management section, so the class teacher is responsible for implementing administrative management at the school. Even so, the administration at the school has been said to be appropriate because each teacher can carry out their duties properly. A proper administration system at SDN Ciracas 01 Pagi can support the success of the school in carrying out the process of administering education,
Analisis Perencanaan, Pelaksanaan dan Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler di SD Laboratorium UPI Cibiru dan SD Percobaan Nimaisa, Geovany Sabaritha; Miliano, Nurva; Cahyani, Sekar Ayu; Mulyana, Agus
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (January)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v1i2.210

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan program yang penting untuk diselenggarakan sekolah sebagai wadah untuk pengembangan potensi dan minat siswa. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengkaji kegiatan ekstrakurikuler yang terdapat di SD Laboratorium UPI Cibiru dan SD Percobaan mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Pengumpulan data utama dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara serta pengumpulan data sekunder dilakukan dengan teknik literatur dari berbagai sumber, terutama jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, pelatih dan guru tamu akan merancang program untuk satu semester yang memuat target, tahapan-tahapan pembelajaran dan evaluasinya. Setelah adanya rancangan program yang jelas, siswa diberi kesempatan untuk memilih ekstrakurikuler pilihan yang akan diikutinya selama satu semester selain dari mengikuti ekstrakurikuler wajib yang ada di kedua sekolah tersebut. Pada tahap pelaksanaan, kedua sekolah telah melaksanakan tiap-tiap kegiatan ekstrakurikuler dengan menyesuaikan jadwal pembelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler di kedua sekolah tersebut juga telah mampu menorehkan berbagai prestasi, namun tetap yang menjadi fokus utama pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yakni memfasilitasi siswa dalam pengembangan minat maupun potensinya. Terakhir, pada tahap penilaian pelatih dan guru tamu melaksanakan tes keterampilan yang kemudian hasilnya akan diolah dan disesuaikan dengan format penilaian sesuai kebijakan sekolah masing-masing serta dibagikan kepada siswa dalam bentuk rapor.
Re-Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sosial Budaya Indonesia Miliano, Nurva; Dewi, Dinie Anggraeni
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v1i4.204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai Pancasila yang dapat mengatasi kekemelutan sosial budaya yang ada di Indonesia. Kajian penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka melalui buku, jurnal, dan artikel yang relevan sebagai dasar pembahasannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan tameng yang mampu mencegah terjadinya penyimpangan. Mengingat nilai-nilai Pancasila seperti sebuah pedoman hidup yang tidak akan hilang dari waktu dan perkembangannya. Pancasila adalah suatu produk yang dibentuk melalui segala jenis pemikiran yang matang dan memang diarahkan sebagai kitab masyarakat Indonesia untuk menjalani kehidupan pada setiap fasenya. Oleh karena itu, perlu rasanya mengembalikan kesadaran setiap individu untuk mengimplementasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan ini. Semakin deras arus menuju peradaban maka seharusnya semakin kuat pula masyarakat Indonesia menggenggam Pancasila demi mencapai keselamatan. Kekemelutan sosial budaya yang ada saat ini, tak lain dikarenakan oleh masyarakat Indonesia yang mulai meremehkan kekuatan Pancasila di tengah-tengah benturan antarbudaya yang terjadi, seperti globalisasi.