Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sosialisasi Peraturan Cabang Olahraga Voli Pada Guru Penjas Se-Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap Dian Imam Saefulah; Kusmiyati; Ghozali
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 1 No. 3 (2021): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v1i3.2986

Abstract

Community service is non-formal education for physical education teachers in schools, through educational activities, and educational outreach that can support community development. Education for the community is one of the implementations of the tri-dharma of higher education. Community service through the socialization of volleyball sport rules to physical education teachers throughout Cimanggu District, Regency. Cilacap. is an effort to: (1) find out and provide an understanding of the level of sports human resource management knowledge of physical education teachers in schools throughout Cimanggu District; (2) know and describe the potential of sports human resources in schools throughout Cimanggu District. This Community Service is carried out to provide education to Physical Education teachers in each school about the Volleyball Sports Rules for Physical Education Teachers and identify talents in schools from an early age to create a generation of outstanding people. As a result of this community service, there has been an increase in knowledge about skills in preparing training programs and understanding in identifying children's talents in looking for athletes in schools, especially in the field of Volleyball.
Gambaran Penerimaan Diri Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Remaja di Yayasan Pelita Ilmu Asyafa Ainaya Safira; Hilya Aini Nurridha; Ghozali
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6656

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan yang dihadapi ODHA remaja dalam menerima kondisinya, yang diperburuk oleh stigma sosial dan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri orang dengan HIV/AIDS (ODHA) remaja di Yayasan Pelita Ilmu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Partisipan yang terlibat sebanyak satu orang sesuai kriteria penelitian, yang merupakan remaja akhir usia 18 tahun yang mengidap HIV/AIDS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan studi kepustakaan. Untuk memastikan kredibilitas, peneliti menggunakan triangulasi sumber dengan melibatkan pengurus yayasan, konselor, dan keluarga ODHA sebagai informan untuk memverifikasi hasil wawancara. Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat pemahaman diri yang cukup baik meskipun belum sepenuhnya dapat menerima dirinya. Penerimaan diri yang positif memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kata kunci: penerimaan diri, ODHA, remaja
Consequences of Cyberbullying Experienced on Psychological Wellbeing and Appetite Disturbance among University Students Nugroho, Purwo Setiyo; Samutachak, Bhubate; Jirapramukpitak, Tawanchai; Ghozali; Chamratrithirong, Aphichat
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): April - June
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i2.939

Abstract

Background: The rising internet use among Indonesian university students has amplified the risk of cyberbullying, severely affecting their psychological well-being. This issue can trigger anxiety, depression, and self-harm. These psychological issues can lead to negative behaviors, such as appetite disturbance. Promoting awareness, online safety education, mental health support, and collaboration among institutions, families, and policymakers is crucial to creating a safer digital environment. Objective: This study examined the relationship between experiences of cyberbullying, psychological well-being, and appetite disturbance. Method: This study used a cross-sectional design with 700 undergraduate students from Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, selected via proportional stratified and random sampling from January to March 2024. Participants spanned all academic years. Data were collected using self-administered standard questionnaires. The association between variables was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). Ethical approval was granted by the Institutional Review Board IPSR, Mahidol University, Thailand, and participants received information sheets. Results: The result showed significant associations between cyberbullying experience and psychological well-being and between psychological well-being and appetite disturbance. No significant direct link was found between cyberbullying experience and appetite disturbance. Psychological well-being fully mediated the relationship between cyberbullying experience and appetite disturbance (p-value < 0.000). Coping capacity did not moderate the relationship between cyberbullying experience and psychological well-being. Conclusion: In conclusion, our study highlights the significant association between cyberbullying and psychological well-being and appetite disturbance. It suggests enhancing psychological well-being to mitigate these effects. Future research should refine the study design, expand the population scope, and explore positive coping strategies to improve psychological issues. Keywords: Cyberbullying experience; psychological well-being; appetite disturbance; structural equation model; university students.
Implementasi Etika Pemerintahan Desa Dalam Pelayanan Publik (Studi Kasus di Kantor Desa Pacing Hikmah Muhaimin; Ghozali; Elzaha Adila Rahma
Jurnal Honai Vol 3 No 1 (2023): Desember
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol3.no2.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi etika pemerintahan desa dalam pelayanan publik yang berada di kantor desa Pacing. Jenis penelitian yang digunakan yaitu yang penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik dasar dari penelitian ini wawancara dengan informan memperoleh bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih tentang implementasi etika pemerintahan desa dalam pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparatur pemerintah desa Pacing menerapkan etika pemerintahan dalam pelayanan publik dengan indikator Pertanggung jawaban (responsibilt); Pengabdian (dedication); Kesetiaan (loyality); Kepekaan (sensitivy); Persamaan (equality); Kepantasan (equity). Namun aparatur desa Pacing perlu meningkatkan kembali etika pemerintahannya untuk perfoma yang lebih dalam mengembankan tugas dan bisa menggapai cita-cita desa yang sejahtera, aman dan pelayanan yang baik. Kata Kunci: Implementasi, Etika Pemerintahan, Pelayanan Publik
Gambaran Penerimaan Diri Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Remaja di Yayasan Pelita Ilmu Asyafa Ainaya Safira; Hilya Aini Nurridha; Ghozali
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6656

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan yang dihadapi ODHA remaja dalam menerima kondisinya, yang diperburuk oleh stigma sosial dan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri orang dengan HIV/AIDS (ODHA) remaja di Yayasan Pelita Ilmu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Partisipan yang terlibat sebanyak satu orang sesuai kriteria penelitian, yang merupakan remaja akhir usia 18 tahun yang mengidap HIV/AIDS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan studi kepustakaan. Untuk memastikan kredibilitas, peneliti menggunakan triangulasi sumber dengan melibatkan pengurus yayasan, konselor, dan keluarga ODHA sebagai informan untuk memverifikasi hasil wawancara. Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat pemahaman diri yang cukup baik meskipun belum sepenuhnya dapat menerima dirinya. Penerimaan diri yang positif memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kata kunci: penerimaan diri, ODHA, remaja
IMPLIKASI DARI MEDIA SOSIAL KEMODERASI SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS TERHADAP PESERTA DIDIK Ghozali
Al-Mudarris Vol 8 No 3 (2025): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v8i3.10736

Abstract

Social media has become an integral part of students' lives and has a significant influence on social interaction patterns and the formation of religious character. This study aims to analyze the implications of social media on social moderation in the formation of students' religious character. The research method used is library research with a contextual analysis approach. (Contextual analysis) is used to understand the phenomenon of social media by considering the social, cultural, educational, and religious backgrounds of students as described in various scientific sources. Data collection was carried out through searching and selecting library sources in the form of books, national and international journal articles, previous research results, and educational policy documents relevant to the themes of social media, social moderation, and religious character education. The collected data was analyzed through the stages of theme classification, data reduction, contextual interpretation, and critical conclusion drawing. The results of the study show that social media has dual implications in shaping the religious character of students. Social media can serve as a means of internalizing moderate, tolerant, and inclusive religious values, but it also has the potential to give rise to intolerant and exclusive attitudes if not balanced with adequate digital literacy and guidance. Therefore, strengthening media literacy and integrating social moderation values into religious character education are strategic steps that need to be implemented in the educational environment.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Tiktok, Lingkungan Pergaulan Kampus, dan Motivasi Belajar terhadap Tingkat Keaktifan Mahasiswa Ghozali; Huda, Khasbulloh; Nurul Safitri, Ayunda
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3227

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial, khususnya TikTok, telah memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan mahasiswa, termasuk tingkat keaktifan mereka di lingkungan kampus. Selain itu, faktor lingkungan pergaulan dan motivasi belajar juga berperan penting dalam mendorong maupun menghambat keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas, baik yang bersifat akademis maupun nonakademis. Riset ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial TikTok, lingkungan pergaulan kampus, dan motivasi belajar terhadap tingkat keaktifan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen kuesioner disebarkan kepada responden, kemudian dianalisis menggunakan uji, uji analisis data, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel penggunaan TikTok, lingkungan pergaulan kampus, dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap tingkat keaktifan mahasiswa. Akan tetapi pada analisis persial, hanya penggunaan TikTok dan lingkungan pergaulan kampus yang memiliki pengaruh signifikan, sedangkan motivasi belajar tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Hasil tersebut menyatakan bahwa faktor sosial dan digital cenderung lebih dominan dalam memengaruhi keaktifan mahasiswa dibandingkan faktor internal seperti motivasi belajar. Oleh karena itu, institusi pendidikan disarankan untuk mengadopsi strategi yang adaptif terhadap tren digital guna mengajak mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam beragam aktivitas di lingkungan kampus.