Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Gereja dan cyberbullying remaja: Pendampingan pastoral bagi remaja korban cyberbullying Ruimassa, Aleta Apriliana; Nanuru, Ricardo Freedom
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.843

Abstract

This article aims to find out teenagers' problems related to bullying on social media and to put a pastoral-based approach so that the church, with its pastoral services, can be relevant to the struggles of teenage church members. The method used is descriptive analysis with a systematic literature review approach. The findings of this research show that the internet or digital world opens up space for teenage bullying, which starts from encounters and interactions on social media. Apart from that, teenagers are less able to open up a space for discussion regarding cyberbullying issues with other people and their parents. The church must be present for these youth problems through pastoral care to prevent worse things from happening.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menemukan persoalan remaja terkait perundungan di media sosial dan menempatkan pendekatan berbasis pastoral agar gereja dengan pelayanan pastoralnya dapat menjadi relevan bagi pergumulan anggota-anggota jemaat yang masih remaja. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan systematic literature review. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa dunia internet atau digital membuka ruang terjadinya perundungan remaja yang dimulai dari perjumpaan dan pergaulan di media sosial. Selain itu, remaja kurang mampu membuka ruang diskusi terkait persoalan cyberbullying kepada orang lain dan orang tua mereka. Gereja harus hadir bagi persoalan remaja tersebut melalui pendampingan pastoral demi mencegah hal buruk terjadi. 
Moderasi beragama dan trauma konflik komunal: Eksplorasi pemahaman dan pengembangan model bagi remaja Kristen di kota Ambon Pieter, Jenne Jessica Revanda; Patty, Martha Marselina; Ruimassa, Aleta Apriliana; Nanuru, Ricardo Freedom
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.1298

Abstract

Christian adolescents who survived communal conflict in Ambon have grown up within narratives of religiously based violence while living in a digital era susceptible to the spread of radicalism and hate speech. This reality underscores the urgent need to cultivate religious moderation in a structured, context-specific manner. This study aims to explore how Christian adolescent survivors of communal conflict in Ambon understand religious moderation and to develop a relevant model of religious moderation for them. A qualitative case study method was employed, with in-depth interviews conducted with 23 adolescent informants. Findings reveal that their understanding of religious moderation remains normative and incomplete, as trauma from communal conflict has generated negative perceptions toward adherents of other religions. Drawing on these findings, the researchers developed a religious moderation model grounded in Jack Mezirow's Transformative Education theory, encompassing four stages: experience, critical reflection, reflective discourse, and action. This model integrates trauma healing with the formation of a moderate character and can be implemented through Christian churches and schools in post-conflict Ambon.   Abstrak Remaja Kristen penyintas konflik komunal di Ambon bertumbuh dalam narasi kekerasan berbasis agama sekaligus terpapar dunia digital yang rentan menyebarkan radikalisme dan ujaran kebencian. Realitas ini menegaskan urgensi penanaman moderasi beragama secara terstruktur dan kontekstual bagi mereka. Penelitian ini bertujuan menggali pemahaman remaja Kristen penyintas konflik komunal di Ambon tentang moderasi beragama serta mengembangkan model moderasi beragama yang relevan dengan konteksnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus dengan wawancara terhadap 23 informan remaja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman informan tentang moderasi beragama masih bersifat normatif dan belum terbentuk secara utuh, karena trauma akibat konflik komunal memunculkan persepsi negatif terhadap pemeluk agama lain. Berdasarkan temuan ini, peneliti mengembangkan model moderasi beragama yang mengacu pada teori pendidikan transformatif Jack Mezirow yang mencakup empat tahapan: pengalaman, refleksi kritis, diskursus reflektif, dan aksi. Model ini mengintegrasikan pemulihan trauma dengan pembentukan karakter moderat dan dapat diimplementasikan melalui gereja dan sekolah Kristen di Kota Ambon pascakonflik.