Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI DESA BELANTI SIAM: PENGALAMAN KKN DI TENGAH KETERBATASAN SUMBER DAYA Assyifa, Assyifa; Ningsih, Surtiya; Lukman, Muhammad; Dewi, Ratih Puspita; Alfia, Siti; Rahmat, Sonia Arif; Muria , Muria; Syabrina, Muhammad
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini ialah strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Belanti Siam, Kalimantan Tengah. Mahasiswa dari IAIN Palangka Raya melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa ini. Desa Belanti Siam adalah daerah transmigrasi yang sedang berkembang, namun menghadapi banyak tantangan di bidang pendidikan. Antara lain, akses ke fasilitas pendidikan terbatas, jumlah guru kurang, dan sumber daya pendidikan masih minim. Dalam program KKN tersebut, mahasiswa menerapkan strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desa ini. Mereka mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, seperti permainan edukatif dan kegiatan mewarnai. Mereka juga mengadakan sosialisasi tentang etika dan pergaulan yang sehat untuk siswa SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN ini memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dan kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan. Namun, penelitian juga menemukan bahwa masih dibutuhkan perbaikan infrastruktur pendidikan, penambahan jumlah guru, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran agar pengembangan pendidikan di desa ini bisa lebih optimal dalam jangka panjang. Kesimpulannya, meskipun program KKN sudah memberikan hasil yang baik, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya. Pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pendidikan juga penting untuk memajukan pendidikan di daerah terpencil seperti Desa Belanti Siam.
An Analysis of Islamic Business Ethics Among Muslim Business Actors in the Shopee Marketplace in Palangka Raya Alfia, Siti; Sukti, Surya
JIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Vol. 8 No. 02 (2025): JIMEK Vol 08 No 02 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jimek.v8i02.7138

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the trading system, including the emergence of marketplaces such as Shopee, which is widely utilized by Muslim businesses in Palangka Raya City. This ethics study aims to analyze how Islamic business values are applied in online buying and selling practices by these businesses. The study used a descriptive qualitative approach using observation and in-depth interviews with active Muslim sellers on Shopee. The data were analyzed through stages of reduction, presentation, and drawing conclusions based on Islamic ethical principles such as the prohibition of usury (riba), the avoidance of gharar (unlawful activity), and the application of justice, honesty, and benefits (maslahat). The results show that Muslim businesses generally strive to maintain their business activities in accordance with sharia. In terms of transactions, most avoid interest-bearing loans and choose cash payment methods, Islamic bank transfers, or cash on delivery (COD) to reduce the possibility of usury. Clarity of product descriptions and price transparency are maintained to avoid gharar (unlawful activity), while speculative promotions such as sweepstakes or "mystery boxes" are avoided to avoid elements of maysir. Furthermore, they are committed to upholding fairness in pricing and service, behaving honestly with customers, and making their business a means of social welfare that benefits the surrounding community. This study concludes that Muslim business owners in Palangka Raya generally reflect Islamic business ethics, despite still facing technical obstacles and limited sharia literacy. Islamic ethics has proven relevant in facing the dynamics of the modern digital economy and serves as an important moral foundation for realizing blessings, consumer trust, and a balance between profit and social benefit.