Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Profil Peresepan Obat Antituberkulosis Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit “X” Kota Surabaya Vidya Kartikaningrum; Diah Nurcahyani; Andita Nur Wijayanti; Hervina Kusuma Dewi
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i1.2248

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by infection with the bacteria Mycobacterium tuberculosis that attacks the lungs or other organs of the body. The availability of antituberculosis drugs is an important thing related to the success or failure of treatment. The purpose of this study was to determine the profile of antituberculosis drug prescribing in outpatients with a diagnosis of tuberculosis at Hospital X Surabaya for the period January - June 2021. This study used an observational research type using descriptive analysis, data collection was carried out retrospectively, namely by taking secondary data through prescription sheets for patients diagnosed with tuberculosis containing antituberculosis at Hospital X Surabaya using a random sampling technique from a total of 770 prescriptions. Based on the research results, it can be seen that the most widely prescribed antituberculosis drugs are the generic drug rifampin 600 mg (17%) and the patent drug pehadoxin forte (26%). The use of combination antituberculosis was 90,63% and single therapy was 9,37%.
Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyimpanan Dan Pembuangan Obat Di Ngrayun, Ponorogo Vidya Kartikaningrum; Riyan Agustin Arinar; Diah Nurcahyani
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1498

Abstract

Drug storage is an activity carried out to maintain the quality of drugs.Improper storage of drugs can result in the quality of the drugs being damaged. In addition, improper disposal of drugs has the potential for drug abuse and environmental pollution. The purpose of this study was conducted to determine the level of community knowledge in the storage and disposal of drugs at home in RW 05 Ngrayun Village, Ponorogo Regency. This study used descriptive observational method with a cross sectional approach. The sample in this study was the community of RW 05 Ngrayun Village, Ponorogo Regency with a sample size of 110 respondents. Sampling using purposive sampling technique. The instrument used for this study was a questionnaire with 23 questions consisting of 15 questions about storage and 8 questions about disposal. The results of knowledge about storage of good criteria as much as 3%, enough 8% and less 89%. As for knowledge about disposal with good criteria as much as 5%, enough 35% and less 60%.
Pelatihan Penggunaan Obat Yang Tepat (Tetes Mata, Tetes Telinga, dan Suppositoria) Di Kelurahan Alastuwo Poncol Magetan Nurcahyani, Diah; Wijayanti, Andita Nur; Kartikaningrum, Vidya; Ganjari, Leo Eladisa
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i4.1212

Abstract

Situasi di Kelurahan Alastuwo, Poncol, Magetan menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat, terutama terkait obat tetes mata, telinga, dan suppositoria. Mayoritas penduduk cenderung melakukan swamedikasi, yang didorong oleh faktor biaya, ketersediaan obat, dan pengaruh sosial, namun seringkali dilakukan tanpa panduan yang benar. Rendahnya pemahaman mengenai penggunaan obat ini meningkatkan risiko komplikasi kesehatan yang serius, termasuk resistensi antibiotik, efek samping obat, serta potensi overdosis. Sebagai solusi terhadap permasalahan ini, tim pengusul merancang program pelatihan dan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat setempat. Program ini mencakup pelatihan tentang penggunaan obat yang benar, penyediaan materi edukasi yang terstruktur, serta sosialisasi informasi melalui pertemuan langsung dan media digital. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi demonstrasi, praktik langsung, dan pemanfaatan media edukasi seperti brosur, poster, dan video interaktif yang mudah diakses oleh masyarakat. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat, dari 49,5% sebelum program pelatihan menjadi 90% setelah pelatihan. Tingkat partisipasi dalam pelatihan mencapai 90%, yang mencerminkan antusiasme dan komitmen masyarakat. Edukasi yang disampaikan melalui brosur dan video juga terbukti efektif, dengan laporan penurunan kesalahan penggunaan obat yang signifikan.
PENGELOLAAN OBAT TIDAK TERPAKAI DAN KADALUARSA PADA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MAGETAN, JAWA TIMUR Kartikaningrum, Vidya; Nurcahyani, Diah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i1.8081

Abstract

Obat merupakan komponen penting dari pelayanan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Pengelolaan obat yang tidak tepat dapat mempengaruhi stabilitas obat dan mengakibatkan obat tidak bisa digunakan. Obat tersebut dapat berpotensi menjadi limbah dan dapat merugikan orang lain serta lingkungan sekitar.  Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan diikuti dengan peningkatan penggunaan obat obatan. Hal tersebut dapat berpotensi meningkatkan jumlah limbah obat. Sisa obat yang tidak terpakai dan kadaluarsa akan menjadi limbah obat. Limbah tersebut masuk dalam kategori bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dapat membahayakan lingkungan. Permasalahan mengenai limbah ini terjadi karena pembuangan obat yang tidak tepat pada skala rumah tangga. Hal tersebut dapat memicu terjadinya daur ulang illegal kemasan atau produk obat kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengelolaan obat yang tidak terpakai dan kadalurasa pada lingkup  rumah tangga. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif. Data penelitian didapatkan melalui wawancara. Instrumen pada penelitian ini adalah kuisioner.  Kuesioner tersebut diberikan kepada responden rumah tangga yang diwakili oleh ibu ibu PKK di Kabupaten  Magetan. Responden  yang dipilih dengan metode cluster random  sampling. Data penelitian yang didapatkan adalah (1) jumlah dan jenis obat berdasarkan bentuk sediaan yang tidak digunakan dalam skala rumah tangga (2) alasan obat tidak digunakan, (3) metode penyimpanan dan (4) metode pembuangan obat yang tidak digunakan tersebut. Penelitian ini  menunjukkan data bahwa  93% rumah tangga menyimpan  obat di rumah. Obat tersebut berasal dari fasilitas kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) (42%) dan apotek (39%). Obat tidak terpakai tersebut diantaranya obat golongan analgesik-antipiretik (20,8%) dan obat batuk dan flu (16,6%). Sebanyak 72% responden telah mampu menyimpan obat dengan benar. Obat yang tidak digunakan tersebut dibuang ke tempat sampah tanpa perlakuan khusus dan sebagian dibuang langsung ke saluran air oleh 94 % responden di Kabupaten Magetan. Tindakan tersebut beresiko terjadinya  pencemaran lingkungan dan dampak buruk terhadap segi kesehatan serta perekonomian. Medicines are an important component of health services which are a community need. Mishandling a drug can cause the drug to become unusable and potentially harm people and the environment. Medicine waste is predicted to increase along with the increase in population growth rate followed by increasing consumption of medicines in the community. Medicine waste includes unused and expired medicines. Leftover medicines that are no longer used by the public will become household B3 waste which endangers the environment. On a household scale, improper disposal of medicines can cause serious problems and give rise to the potential for illegal recycling of expired medicine packaging or products. The aim of the research is to determine the management of unused and expired medicines on a household scale. The method used in this research is quantitative analysis research methods. Data was obtained through interview techniques using an instrument in the form of a questionnaire to household respondents in Magetan Regency who were selected through cluster random sampling. The data collected are (1) the number and type of medicines based on dosage forms that are not used on a household scale (2) the reasons why the medicines are not used, (3) how to store them and (4) how to dispose of the unused medicines.The results showed that 93% of households had medicine at home obtained from health facilities (hospitals, clinics and health centers) (42%) and pharmacies (39%). These drugs are dominated by analgesics-antipyretics (20.8%) and cough and flu drugs (16.6%). As many as 72% of respondents were able to store medicine correctly. Almost all respondents in Magetan Regency (94%) throw away medicines that are no longer used in the trash without proper procedures and throw the rest into waterways. This can pose a risk of environmental pollution and other negative environmental, economic and health impacts
Uji Antihiperglikemia Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Mencit yang Diinduksi Glukosa Kartikaningrum, Vidya
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i1.374

Abstract

Diabetes mellitus menjadi masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Selain antidiabetika oral, pasien diabetes mellitus tipe 2 ini juga banyak menggunakan obat herbal sebagai obat komplementer alternatif penyembuhan. Flavonoid yang terkandung di dalam daun salam merupakan salah satu golongan senyawa yang dapat menurunkan kadar glukosa darah.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus L.) yang hiperglikemia. Hewan percobaan dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok 1 (kontrol normal), kelompok 2 (control negatif), kelompok 3 (induksi glukosa dan air rebusan daun salam 0,2 ml/20 gBB), kelompok 4 (induksi glukosa dan air rebusan daun salam 0,4 ml/20 gBB). Kadar glukosa darah mencit setelah perlakuan selama 7 hari kelompok 1 97,8 mg/dl, kelompok 2 265,4 mg/dl, kelompok 3 204,5 mgdl, dan kelompok 4 164,7 mg/dl. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian air rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) selama 7 hari dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit.