Pandai besi adalah orang yang bekerja membuat benda-benda dari besi atau baja. Benda-benda yang dibuatnya bisa berupa alat-alat pertanian, perabot rumah tangga dan senjata. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk menganalisis proses pembuatan keterampilan pandai besi dan Untuk mengetahui proses pewarisan dan upaya pelestarian keterampilan pandai besi di Desa Walelei Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualiatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik Purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan parang oleh pandai besi di Desa Walelei terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pembelahan besi (kaewengkaha ghuti), pemipihan besi (dopepeāe), pengasahan mata parang (dowintoe), serta proses sepuhan dan pemasangan hulu parang (pangko). Setiap tahapan membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan pengalaman yang tinggi, serta memadukan teknik tradisional dengan penggunaan alat sederhana yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Selain itu, pewarisan keterampilan pandai besi dilakukan secara turun-temurun dalam lingkungan keluarga melalui pembelajaran langsung dan keterlibatan anak-anak sejak usia dini. Upaya pelestarian dilakukan dengan menjaga kualitas produk, mempertahankan teknik tradisional, serta menanamkan nilai-nilai budaya dan etos kerja kepada generasi penerus.