Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelestarian Objek Cagar Budaya Desa Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Pariwisata Budaya Niampe, La; Jamili; Alias; Laniampe, Hasdairta; Mursin; Hisna; Bainudin
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.295

Abstract

Pentingnya pelestarian objek cagar budaya sebagai warisan sejarah dan identitas lokal di Indonesia mendorong perlunya keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengembangannya. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya serta mengembangkannya sebagai potensi pariwisata berbasis budaya. Pelaksanaan program kegiatan menggunakan metode penyuluhan dengan pendekatan partisipatif. Program pengabdian masyarakat tentang pelestarian cagar budaya di Desa Landipo berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Berdasarkan survei bahwa 85% peserta menyatakan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pelestarian cagar budaya. Kegiatan pelatihan teknis, seperti pembersihan, perbaikan, dan dokumentasi sejarah, mendapat respons positif, dengan 75% peserta menguasai keterampilan dokumentasi sejarah. Meskipun keterlibatan dalam perbaikan struktur masih rendah (37,5%), ide-ide pengembangan pariwisata berbasis budaya, seperti paket wisata sejarah, muncul dengan potensi implementasi yang tinggi. Program ini telah berhasil membangun kesadaran masyarakat, namun diperlukan pendampingan lanjutan untuk mengoptimalkan keterampilan teknis dan mengimplementasikan ide pengembangan pariwisata.
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Bajo Berbasis Ekonomi Kreatif di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Syahrun; Alias; Bainudin; Hasdairta Laniampe; Sarniati Nuru
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.205

Abstract

Masyarakat Bajo di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe menghadapi kerentanan ekonomi akibat ketergantungan pada hasil tangkapan melaut. Kondisi ini menuntut adanya strategi pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga identitas budaya maritim. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Bajo melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi sosialisasi, pelatihan penguatan ekonomi kreatif berupa pengolahan hasil laut, pelatihan pemberdayaan masyarakat dengan diversifikasi produk berbasis potensi lokal, serta pengenalan pemasaran digital menggunakan WhatsApp Business dan Facebook, dan tahap akhir berupa monitoring dan evaluasi dilaksanakan melalui observasi lapangan dan diskusi kelompok terarah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis masyarakat dalam mengolah hasil laut, munculnya kesadaran baru mengenai pentingnya pelestarian budaya maritim, serta penguatan solidaritas sosial melalui kerja kolektif. Ibu rumah tangga mulai berani memasarkan produk olahan, pemuda berinisiatif mengembangkan pemasaran digital, dan kelompok nelayan terdorong untuk memperkuat kelembagaan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan ekonomi kreatif mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bajo sekaligus memperkuat identitas budaya maritim. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan kelembagaan agar program dapat terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
ANALISIS NARASI LISAN MASYARAKAT NAMBO TENTANG PENYAKIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT Hasdairta Laniampe; Bainudin; Irawati Tapasi; Taufiq Said
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh narasi lisan masyarakat Nambo tentang penyakit terhadap perilaku mereka dalam mencari pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan tokoh masyarakat, dukun/tradisional healer, serta tenaga medis di Desa Nambo, Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pengobatan didorong oleh Explanatory Model of Illness yang mengklasifikasikan penyakit ke dalam ranah medis-biologis dan spiritual-nonmedis. Narasi lokal mengaitkan penyakit spiritual dengan etiologi personalistik yang dipandang berada di luar jangkauan layanan medis formal. Selain itu, protokol budaya bersyarat sering kali mewajibkan pelaksanaan ritual tradisional sebelum intervensi medis diperbolehkan. Akibatnya, layanan kesehatan formal kerap diposisikan sebagai pilihan terakhir atau alternatif sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan dan keterlambatan dalam pengobatan medis bersumber dari konflik antara etiologi budaya dan protokol medis formal. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas menerapkan pendekatan Culturally Sensitive Care (pelayanan yang peka terhadap budaya) guna menjembatani kesenjangan antara narasi medis dan narasi lokal, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien serta efektivitas pelayanan kesehatan di masyarakat yang bersifat pluralistik.