Nugroho Notosusanto merekomendasikan agar siswa SMP melakukan “exkursi” ke tempat bersejarah di daerah masing-masing. Sejarah perlu dikisahkan dengan cara yang “hidup” dan “menarik”. Metode penelitian dilaksanakan dengan cara menentukan topik “exkursi”, kemudian menelusuri sumber primer dan sekunder, mengkritik data untuk memperoleh validitas. Semua sumber sejarah diinterpretasi lalu ditulis sebagai historiografi. Hasil riset menunjukkan sejarah merupakan alat penting untuk memperkuat spirit nasionalisme dan patriotisme. Konsep “exkursi” yang diperkenalkan Nugroho Notosusanto semasa Orde Baru, belum tuntas didefinisikan. Seolah kandas tak berbekas, namun jejaknya masih terlacak. Perlu ada keberanian dari masyarakat akademik (sejarawan) untuk menelaah ulang konsep “exkursi” kemudian dipertimbangkan untuk mengaktifkannya lagi.