Rendahnya minat baca dan belum optimalnya pemanfaatan ruang baca/perpustakaan di sekolah sering dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik dan tata kelola layanan, seperti ruang yang kurang bersih, tata letak tidak ramah pengguna, koleksi tidak terkelompok, serta minimnya penanda sehingga siswa kesulitan mengakses bacaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan penataan ruang baca sekolah untuk meningkatkan akses dan kenyamanan membaca siswa. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pola aksiārefleksi melalui tahapan: (1) koordinasi dan perizinan; (2) asesmen kondisi awal (baseline) mencakup kebersihan, pencahayaan, sirkulasi, tata letak, koleksi, dan layanan; (3) perancangan zoning/layout dan skema akses koleksi (pengelompokan kategori/jenjang serta labelisasi); (4) implementasi penataan ruang dan koleksi melalui pembersihan, penyortiran, penandaan, serta penataan area baca; dan (5) penguatan keberlanjutan melalui penyusunan SOP layanan, jadwal piket, buku tamu/rekap kunjungan, serta program literasi berbasis ruang baca (kunjungan kelas terjadwal, pojok rekomendasi bacaan, dan lapak buku/pojok baca keliling). Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan pada kondisi fisik ruang baca yang lebih bersih, rapi, dan nyaman; koleksi lebih tertata dengan label/penunjuk yang memudahkan siswa menemukan buku; serta peningkatan pemanfaatan ruang baca untuk kegiatan literasi terjadwal. Selain itu, sekolah memperoleh perangkat tata kelola sederhana yang mendukung keberlanjutan pengelolaan. Disimpulkan bahwa pendampingan penataan ruang baca yang dilakukan secara partisipatif efektif meningkatkan akses dan kenyamanan membaca siswa serta memperkuat fungsi ruang baca sebagai pusat literasi sekolah.