Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Women's Organizations During the National Movement Situmeang, Talenta Febriani; Wardah, Wardah; Nst, Chindy Atika Wd
Holistic Science Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Nasional Holistic Science
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar NOMOR AHU-0003295.AH.01.07 TAHUN 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/hs.v4i2.585

Abstract

This article discusses the role of women's organizations during the national movement. The role of Indonesian women in upholding the life of the nation cannot be ignored. Women's organizations were also born and participated in the struggle of the national movement. This research aims to determine the role of women in national movements and emerging organizations. This research uses qualitative analysis methods, specifically literature analysis. According to (Safitri & Anggraeni Dewi, 2021) this method is carried out by analyzing data from secondary sources of research articles related to the problems discussed in this research. The results of this research are an analysis of the roles and organizations of women that emerged during the national movemenKeyword : Health, Mental, Digital, Pancasila
Jejak Sejarah Pinggan di Tanah Batak: Studi pada Masyarakat Adat Desa Aloban Siregar, Nurul Khoiriyah; Putri, Dwi Indah Anneke; Siallagan, Jeriko Bonar; Situmeang, Talenta Febriani; Pasaribu, Henidar Nesya Ramona; Pasaribu, Piola Wantri; Amelia, Pidia
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7367

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran keramik Eropa, khususnya jenis pinggan, dalam praktik sosial dan ritual adat masyarakat Batak Angkola di Desa Aloban, Kabupaten Padang Lawas Utara. Artefak ini awalnya masuk sebagai produk kolonial dan mengalami akulturasi hingga menjadi simbol status serta warisan budaya sakral. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinggan awalnya hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, namun kini telah mengalami demokratisasi fungsi meski tetap bernilai sakral dalam konteks adat. Transformasi peran pinggan mencerminkan akulturasi budaya Eropa-Batak sekaligus tantangan pelestarian di tengah modernisasi. Salah satu cara melestarikan pinggan dari ancaman penurunan jumlah ialah melalui pemberdayaan masyarakat di desa Aloban yang dilakukan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, khususnya masyarakat adat, dalam hal ini pemberdayaan tidak hanya mempertahankan kuantitas namun juga  mengedukasi masyarakat terkait sejarah, makna serta nilai dari pinggan tersebut.  Penelitian ini memperkaya wacana sejarah budaya dan mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya lokal.