Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kesetaraan Gender Pada PSHT Dalam Kajian Interdisipliner Barus, Mira; Pasaribu, Henidar Nesya Ramona; Solin, Septi Nabila; Manalu, Valentino; Telaumbanua, Jordan; Rosramadhana, Rosramadhana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1656-1664

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi rekonstruksi kesetaraan gender dalam Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Deli Serdang. Metode mixed method dengan jenis Sequential Exploratory Designs digunakan untuk memahami pengaruh PSHT terhadap kesetaraan gender dalam warisan budaya pencak silat. Penelitian mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan harmoni antara tradisi dan rekonstruksi kesetaraan gender dalam PSHT. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan partisipasi perempuan dalam PSHT. Implementasi kesetaraan gender dalam PSHT mengurangi tindakan kriminalitas, meningkatkan kedamaian, dan memperkuat identitas budaya lokal. Strategi efektif yang digunakan termasuk sosialisasi melalui media sosial dan reformasi kebijakan internal organisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa PSHT menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan harmonis, menjadi contoh bagi organisasi bela diri lainnya dalam melestarikan warisan budaya sambil mengedepankan nilai-nilai kesetaraan. 
Implementasi Kesetaraan Gender Pada PSHT Dalam Kajian Interdisipliner Barus, Mira; Pasaribu, Henidar Nesya Ramona; Solin, Septi Nabila; Manalu, Valentino; Telaumbanua, Jordan; Rosramadhana, Rosramadhana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.%p

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi rekonstruksi kesetaraan gender dalam Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Deli Serdang. Metode mixed method dengan jenis Sequential Exploratory Designs digunakan untuk memahami pengaruh PSHT terhadap kesetaraan gender dalam warisan budaya pencak silat. Penelitian mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan harmoni antara tradisi dan rekonstruksi kesetaraan gender dalam PSHT. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan partisipasi perempuan dalam PSHT. Implementasi kesetaraan gender dalam PSHT mengurangi tindakan kriminalitas, meningkatkan kedamaian, dan memperkuat identitas budaya lokal. Strategi efektif yang digunakan termasuk sosialisasi melalui media sosial dan reformasi kebijakan internal organisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa PSHT menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan harmonis, menjadi contoh bagi organisasi bela diri lainnya dalam melestarikan warisan budaya sambil mengedepankan nilai-nilai kesetaraan.Kata Kunci: Deli Serdang, Kesetaraan Gender, Pencak Silat, PSHT, Warisan Budaya.
Jejak Sejarah Pinggan di Tanah Batak: Studi pada Masyarakat Adat Desa Aloban Siregar, Nurul Khoiriyah; Putri, Dwi Indah Anneke; Siallagan, Jeriko Bonar; Situmeang, Talenta Febriani; Pasaribu, Henidar Nesya Ramona; Pasaribu, Piola Wantri; Amelia, Pidia
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7367

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran keramik Eropa, khususnya jenis pinggan, dalam praktik sosial dan ritual adat masyarakat Batak Angkola di Desa Aloban, Kabupaten Padang Lawas Utara. Artefak ini awalnya masuk sebagai produk kolonial dan mengalami akulturasi hingga menjadi simbol status serta warisan budaya sakral. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinggan awalnya hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, namun kini telah mengalami demokratisasi fungsi meski tetap bernilai sakral dalam konteks adat. Transformasi peran pinggan mencerminkan akulturasi budaya Eropa-Batak sekaligus tantangan pelestarian di tengah modernisasi. Salah satu cara melestarikan pinggan dari ancaman penurunan jumlah ialah melalui pemberdayaan masyarakat di desa Aloban yang dilakukan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, khususnya masyarakat adat, dalam hal ini pemberdayaan tidak hanya mempertahankan kuantitas namun juga  mengedukasi masyarakat terkait sejarah, makna serta nilai dari pinggan tersebut.  Penelitian ini memperkaya wacana sejarah budaya dan mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya lokal.