Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis, Uji Coba dan Rekonstruksi Kegiatan Praktikum Melalui Lembar Kerja Peserta Didik Pencernaan Kimiawi: (Analysis, Testing and Reconstruction of Practical Activities Through Worksheets Chemical Digestion Students) Siregar , Nurul Faizah; Supriatno , Bambang; Amprasto, Amprasto
BIODIK Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v10i3.33841

Abstract

Practicum is an important component in biology learning and practicum helps students to gain hands-on experience. Practicum activities can be assisted by the presence of student worksheets. Student worksheets as a guide to the implementation process of practicum to improve student skills. This study aims to analyze and reconstruct student worksheets. The research method applied in this study uses a qualitative descriptive method. This study has research stages, namely ANCOR: Analysis, Trial, and Reconstruction. The student worksheet (LKPD) used is the 2013 Curriculum 8th grade science book Revised 2017. The results of the study show that LKPD on the concept of the chemical digestive system in the 2013 curriculum book revised 2017 has several components that must be reconstructed, besides that there are no changes in terms of content according to the curriculum. Therefore, it is necessary to improve LKPD on the concept of the chemical digestive system. The components that are improved in LKPD according to the knowledge construction adapted from Novak & Gowin (1984) include: Focus Question, Object Event, Theory/principle/concept, Record/transformation and Knowledge Claim. The components that are improved in LKPD include: activity objectives, theoretical basis, tools and materials, work steps, data recording and practical questions. This improvement is expected to provide an understanding that is in accordance with the revised 2013 curriculum, which can provide more meaningful practicums in addition to students being able to improve their minds on and hands on abilities in practical activities to face the era of the industrial revolution 4.0 Absrtak. Praktikum adalah komponen penting dalam pembelajaran biologi dan praktikum membantu siswa untuk memperoleh pengalaman langsung. Kegiatan praktikum dapat dibantu dengan adanya lembar kerja siswa. Lembar kerja peserta didik sebagai penuntun proses pelaksanaan praktikum untuk meningkatkan keterampilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi  lembar kerja peserta didik. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini memiliki tahap penelitian yaitu ANCOR: Analisis, Uji Coba, dan Rekonstruksi. Lembar kerja peserta didik (LKPD) yang digunakan adalah buku kelas VIII IPA Kurikulum 2013 Revisi 2017. Hasil penelitian menunjukkan LKPD pada konsep sistem pencernaan kimiawi pada buku kurikulum 2013 revisi 2017 memiliki beberapa komponen yang harus direkonstruksi, selain itu tidak ada perubahan dalam hal konten sesuai dengan kurikulum. Maka dari itu, diperlukan perbaikan LKPD pada konsep sistem pencernaan kimiawi. Komponen yang diperbaiki pada LKPD sesuai dengan konstruksi pengetahuan yang diadaptasi dari Novak & Gowin (1984) antara lain: Focus Question, Object Even, Theory/principle/concept,Record/transformation dan Knowledge Claim.
Analisis dan Rekonstruksi Desain Kegiatan Laboratorium Keanekaragaman Makhluk Hidup : (Analysis and Reconstruction of The Design of Living Creature Diversity Laboratory Activities) Juniarti, Mia Angriana; Supriatno , Bambang; Amprasto, Amprasto
BIODIK Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v10i3.33853

Abstract

Lab activities can guide students in constructing knowledge through a process of operational steps. However, most laboratory activities in the field are not appropriate with the content taught so that students cannot construct factual knowledge into conceptual knowledge, especially in studying the diversity of creatures. The aim of this study is to provide an overview of the quality of existing practicum activities for the diversity of living things to be tested and reconstructed into a design of laboratory activities to support a better learning process. The research method used is qualitative descriptive method. The flow of research carried out is based on ANCOR (Analysis, Trial, and Reconstruction). The type of sampling technique used is nonprobability sampling with purposive sampling technique. The research sample, practicum activities for the diversity of living things integrated in the class X independent curriculum science book. The results of analysis and trials based on the existence of knowledge construction components found that alternative design of laboratory activities is needed based on knowledge construction indicators in the Diagram Vee.  Key words: Analysis, Reconstruction, Design of Laboratory Activities, Classification of Living Things. Abstrak. Kegiatan laboratorium dapat membimbing siswa dalam mengonstruksi pengetahuan melalui serangkaian langkah-langkah operasional. Namun, mayoritas kegiatan laboratorium di lapangan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga siswa tidak dapat mengonstruksi pengetahuan faktual menjadi pengetahuan konseptual terutama dalam mempelajari keanekaragaman makhluk. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran mengenai kualitas kegiatan praktikum keanekaragaman makhluk hidup yang sudah ada untuk kemudian diuji coba dan direkonstruksi kembali menjadi desain kegiatan laboratorium untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui analisis lembar kegiatan praktikum untuk menentukan lembar kegiatan praktikum biologi kelas X yang kurang sesuai dan analisis komponen desain kegiatan praktikum berdasarkan Diagram Vee. Berdasarkan alur tahapan dalam perancangan desain kegiatan laboratorium berbasis ANCOR (Analisis, Uji Coba, dan Rekonstruksi), diperlukan alternatif desain kegiatan laboratorium berdasarkan indikator konstruksi pengetahuan dalam Diagram Vee.   Kata kunci: Analisis, Rekonstruksi, Laboratorium, Klasifikasi Makhluk Hidup.
Analisis, Uji Coba dan Rekontruksi Desain Kegiatan Laboraturium (DKL) Enzim Katalase Menggunakan Rubrik Penilaian Novak & Gowin: (Analysis, Testing and Reconstruction of Catalase Enzyme Laboratory Activity Design Using Novak & Gowin's Assessment Rubric) Zhafira, Zhafira; Siregar , Shopiah Dhuha; Supriatno , Bambang; Amprasto, Amprasto
BIODIK Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v10i3.33929

Abstract

Practical activities are an important part of biology learning activities. The reason is because doing practicum can expand students' curiosity, activeness, creativity and innovation. Laboratory Activity Design (DKL) is one of the many examples of learning tools that are designed with the aim of providing practical activity guidelines for students, providing opportunities for students to expand their metacognitive abilities. This research aims to practically analyze the practical design of how the catalase enzyme works which is commonly used in schools. Apart from that, alternative tools were also developed to analyze the volume of O2 produced from enzyme reactions along with quantitative-based DKL. Not only qualitative as has been in several practical guides, for example, only verifying and observing whether there are bubbles from enzymatic reactions. Analysis of component completeness using the Vee Diagram on the Catalase Enzyme Test LKS or DKL contained in the school Biology textbook and the results of the design of the teacher concerned. This research is a qualitative descriptive research through the ANCOR (Analysis, Trial and Reconstruction) stages. The object of the research is the LKS or DKL for practicum on the catalase enzyme used in high schools in Padang City, West Sumatra Province, totaling 3 DKL. Based on the results of the overall analysis, the quality of each DKL of the catalase enzyme used in three Padang City State High Schools based on the average score of the Vee diagram components of all DKL is in the medium category. So it is necessary to reconstruct and test the DKL because there are still many errors found which result in the practicum being less structured and not leading to the construction of students' knowledge. Abstrak. Kegiatan praktikum adalah potongan yang penting dalam kegiatan pembelajaran biologi. Alasannya karena dengan melakukan praktikum dapat memperluas rasa ingintahu, keaktifan, kreativitas, dan inovatif pada diri siswa. Desain Kegiatan Laboratorium (DKL) adalah salah satu dari sekian contoh perangkat pada pembelajaran yang disusun dengan tujuan untuk menyuguhkan pedoman kegiatan praktikum bagi siswa, dapat memberi kesempatan kepada siwa memperluas kemampuan metakognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara praktik desain praktikum cara kerja enzim katalase yang biasa digunakan di sekolah. Selain itu juga dikembangkan alat alternatif dalam menganalisis volume O2 yang dihasilkan dari hasil reaksi enzim beserta DKL berbasis kuantitatif. Bukan hanya kualitatif seperti yang selama ini ada di beberapa panduan praktikum misalnya hanya memverifikasi dan mengamati ada tidaknya gelembung dari reaksi enzimatis. Analisis kelengkapan komponen  menggunakan Diagram Vee pada LKS atau DKL Uji Enzim Katalase yang terdapat pada buku pelajaran Biologi sekolah dan hasil rancangan guru yang bersangkutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui tahapan ANCOR (Analisis, Uji Coba, dan Rekontruksi). Objek penelitian adalah LKS atau DKL untuk praktikum enzim katalase yang digunakan di SMA se-Kota Padang, Provinis Sumatera Barat sebanyak 3 DKL. Berdasarkan hasil keseluruhan analisis, kualitas masing-masing DKL enzim katalase yang digunakan di tiga SMA Negeri Kota Padang berdasarkan rata-rata skor komponen diagram Vee dari semua DKL yaitu berada pada kategori sedang. Sehingga perlu dilakukannya rekonstruksi dan uji coba terhadap DKL tersebut karena masih banyak ditemukan kesalahan yang mengakibatkan praktikum menjadi kurang terstruktur dan tidak mengarahkan pada konstruksi pengetahuan peserta didik.
Inovasi Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Melalui Google Site Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Perubahan Iklim: (Innovation of Contextual Learning Approaches Through The Google Site on Critical Thinking Ability On Climate Change Materials) Mardiyah, Fitri Husni; Muzakki, Naufal Ahmad; Riandi , Riandi; Supriatno , Bambang
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.39758

Abstract

The pandemic has changed many aspects in all areas of life, especially in the world of education. Learning during this pandemic makes the learning and teaching process online (in the network). This requires a learning innovation with an online contextual approach. One of the innovations is the contextual learning approach through the google site, which is expected that students can relate concepts about climate change to real life, even though learning is carried out online. One example of material that must be explained in accordance with real conditions in the surrounding environment is climate change material. Students are required to be able to solve problems and find understanding and ideas from what is learned and then construct their knowledge. The research method used is experimental with pre-experimental design and the type of research is one group pretest-posttest. The subjects in this study were class IX SMP in Bandung City for the even semester of the 2020/2021 academic year, because each class in the school has the same characteristics, therefore the sample was taken by simple random sampling. The test instrument selected was a description test, totaling 12 questions to measure students' critical thinking skills. This description test is given to students before and after learning activities. The test instrument was tested first to students who had studied the material on climate change. After the trial, instrument analysis was carried out which aims to determine the feasibility of the research instrument. The analysis used is validity test and reliability test. Abstrak. Pandemi telah mengubah banyak aspek di segala bidang kehidupan, terutama di dunia pendidikan. Pembelajaran di masa pandemi ini menjadikan proses belajar mengajar secara online (dalam jaringan). Untuk itu diperlukan suatu inovasi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual secara online. Salah satu inovasinya adalah pendekatan pembelajaran kontekstual melalui situs google, yang diharapkan siswa dapat menghubungkan konsep-konsep tentang perubahan iklim dengan kehidupan nyata, meskipun pembelajaran dilakukan secara online. Salah satu contoh materi yang harus dijelaskan sesuai dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar adalah materi perubahan iklim. Siswa dituntut untuk mampu memecahkan masalah dan menemukan pemahaman dan gagasan dari apa yang dipelajari kemudian mengkonstruksi pengetahuannya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-experimental design dan jenis penelitiannya adalah one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP di Kota Bandung semester genap tahun ajaran 2020/2021, karena setiap kelas di sekolah tersebut memiliki karakteristik yang sama, maka dari itu sampel diambil secara simple random sampling. Instrumen tes yang dipilih adalah tes deskripsi yang berjumlah 12 soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tes deskripsi ini diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. Instrumen tes diujicobakan terlebih dahulu kepada siswa yang telah mempelajari materi tentang perubahan iklim. Setelah uji coba, dilakukan analisis instrumen yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan instrumen penelitian. Analisis yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas.