Dedeh Hamdiah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK Hamdiah, Dedeh; Budiyanto, Agung
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i2.21076

Abstract

Remaja rentan terpengaruh pergaulan lingkungan salah satunya yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi perokok remaja. Faktor yang berperan dalam mempengaruhi perilaku merokok pada remaja adalah pengetahuan, kesehatan merupakan hal utama bagi manusia, banyak orang yang sakit disebabkan oleh pola hidup tidak sehat salah satunya adalah merokok. Rokok menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker, impotensi, stroke, mengancam kehamilan dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan bahaya rokok dengan perilaku merokok pada siswa di SMAN 2 Leuwidamar Tahun 2022. Metode dalam penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini 64 responden menggunakan random sampling. Hasil ini menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan bahaya rokok dengan perilaku merokok p=0,000 (<0,05) kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku merokok pada siswa di SMAN 2 Leuwidamar. Diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan khususnya perawat agar lebih meningkatkan pemberian penyuluhan tentang bahaya merokok terutama pada anak sekolah.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Bahaya Rokok, Perilaku Merokok
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN FIVE MOMENT HAND HYGIENE DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Sari, Intan Kurnia; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.28491

Abstract

ABSTRAKWorld Health Organization (WHO)  menyebutkan bahwa Healthcare Associated Infections (HAIs) menjadi salah satu infeksi pada pelayanan kesehatan. Hand hygiene merupakan intervensi untuk mengurangi terjadinya penyebaran infeksi dan cara yang efektif untuk mencegah terjadinya penularan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk mencari hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene. Pengambilan sampel menggunakan teknik Probability Sampling dengan pendekatan Proportionate Startified Random Sampling sehingga jumlah sampel yang diambil sebanyak 106 perawat ruang inap. Data motivasi diambil menggunakan instrument kuesioner dan instrument observasi untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis penelitian ini untuk menguji hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan  five moment hand hygiene dengan menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang memiliki hubungan yaitu motivasi positif dengan nilai path coeffisient 0.003 dengan ketidakpatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene (59.4%). Kesimpulan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene di ruang rawat inap di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung  dengan motivasi positif yang berpengaruh sebesar 9.1%.Kata Kunci : Perawat, motivasi, kepatuhan. dan five moment hand hygiene.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RSUD dr. ADJI DARMO Rochman, Arif Taufik Nur; Umar, Ernawati; Hamdiah, Dedeh
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34600

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Keselamatan pasien (patient safety) menjadi hal yang sangat serius dikalangan dunia kesehatan, hal ini dikarenakan cukup tingginya kasus medical error di Rumah Sakit. Secara keseluruhan program patient safety sudah diterapkan, namun masalah dilapangan merujuk pada konsep patient safety, karena walaupun sudah pernah mengikuti sosialisasi, tetapi masih ada pasien cedera, resiko jatuh, resiko salah pengobatan, pendelegasian yang tidak akurat saat oforan pasien yang mengakibatkan keselamatan pasien menjadi kurang maksimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety di RSUD dr. Adji Darmo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, yang menggunakan metode probability sampling yaitu cluster sampling sebagai teknik pengambilan sampel, dengan jumlah responden yang terlibat yaitu sebanyak 64 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0.016 ( < 0.05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan patient safety di RSUD dr. Adji Darmo. Kesimpulan: Pengetahuan perawat dalam pelaksanaan patient safety dalam kategori baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan agar perawat lebih meningkatkan pengetahuannya tentang pelaksanaan patient safety serta mengaplikasikan pengetahuan perawat dalam pelaksanaan patient safety. Kata Kunci: Pengetahuan Perawat, Pelaksanaan Patient Safety ABSTRACTBackground: Patient safety is a very serious matter in the world of health this is because there are quite high cases of medical errors in hospitals. Overall, the patient safety program has been implemented, but the problems in the field refer to the concept of patient safety, because even though they have participated in socialization, there are still patient injuries, risk of falls, risk of wrong treatment, inaccurate delegation during patient care which results in patient safety being reduced maximum.Aim: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of nurses and the implementation of patient safety at RSUD Dr. Adji Darmo. Methods: This study uses a quantitative method with a cross-sectional research design, which uses the probability sampling method, namely cluster sampling as a sampling technique, with the number of respondents involved being 64 respondents. Result: The results of the study obtained p-value 0.016 (α < 0.05) which means there is a significant relationship between the level of knowledge and the implementation of patient safety at Dr. Adji Darmo Regional Hospital. Conclusion: Nurses knowledge in implementing patient safety is in the good category. The results of this study can be input for nurses to improve their knowledge about implementing patient safety and apply nursing knowledge in implementing patient safety. Keywords: Knowledge, Implementation of Patient Safety
HUBUNGAN ANTARA SLEEP HYGIENE DENGAN GANGGAUN TIDUR PADA ANAK USIA SEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROVINSI BANTEN Cahya, Wulan Julia; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34587

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Gangguan tidur merupakan masalah umum pada anak usia sekolah selama hospitalisasi, yang berdampak pada proses pemulihan, kualitas hidup, serta kesehatan fisik dan mental. Hospitalisasi dapat memicu stres akibat lingkungan baru, prosedur medis, dan perpisahan dari keluarga. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk mengatasi gangguan tidur adalah sleep hygiene, yang mencakup rutinitas tidur teratur, lingkungan tidur kondusif, dan aktivitas sebelum tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sleep hygiene dengan gangguan tidur pada anak usia sekolah yang menjalani rawat inap di RSUD Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah anak usia sekolah (6–12 tahun) yang dirawat inap di RSUD Provinsi Banten, dengan total 62 anak. Teknik purposive sampling digunakan, dan berdasarkan rumus Lemeshow diperoleh 36 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: anak (90,9%), sedangkan yang tidak mengalami gangguan tidur 2 anak (9,1%). Anak dengan Sleep hygiene baik namun mengalami gangguan tidur sebanyak 5 anak (35,7%), dan tidak mengalami gangguan tidur sebanyak 9 anak (64,3%). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Sleep hygiene dan gangguan tidur pada anak usia sekolah yang dirawat inap di RSUD Provinsi Banten (p = 0,001 < 0,05).Kata kunci : Sleep hygiene, Gangguan tidur, Anak Usia Sekolah   ABSTRACTBackground: Sleep disturbances are a common problem among school-age children during hospitalization, affecting recovery, quality of life, and both physical and mental health. Hospitalization can trigger stress due to a new environment, medical procedures, and separation from family. One non-pharmacological approach to addressing sleep disturbances is Sleep hygiene, which includes regular sleep routines, a conducive sleep environment, and pre-sleep activities. This study aims to analyze the relationship between Sleep hygiene and sleep disturbances in school-age children hospitalized at the Regional General Hospital of Banten Province. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The population consisted of school-age children (6–12 years) who were hospitalized at the Regional General Hospital of Banten Province, with a total of 62 children. Purposive sampling was used, and based on the Lemeshow formula, 36 respondents were selected. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Results: Children with poor Sleep hygiene who experienced sleep disturbances totaled 20 (90.9%), while those who did not experience sleep disturbances were 2 (9.1%). Children with good Sleep hygiene who experienced sleep disturbances were 5 (35.7%), and those without disturbances were 9 (64.3%). Conclusion: There is a significant relationship between Sleep hygiene and sleep disturbances in school-age children hospitalized at the Regional General Hospital of Banten Province (p = 0.001 < 0.05). Keywords: Sleep hygiene, Sleep Disorders, School-Age Children
HUBUNGAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANTEN Aprilia, Dwi; Umar, Ernawati; Hamdiah, Dedeh
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34601

Abstract

AbstrakMenganalisis hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 67 perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Banten, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup 30 pertanyaan tentang stres kerja dan 12 pertanyaan tentang kinerja perawat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil uji Chi-Squre hubungan stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap rsud banten menunjukan nilai p-value 0.150 < a (0.05) yang berarti tidak ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja. Tidak terdapat hubungan antara stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap RSUD Banten.Kata Kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat. Abstrak To analyze the relationship between the level of work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 67 nurses working in the inpatient wards of RSUD Banten, selected using purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire comprising 30 questions on work stress and 12 questions on nurse performance. Data analysis was conducted using the chi-square test. The Chi-Square test results on the relationship between work stress and nurse performance in the inpatient wards of RSUD Banten showed a p-value of 0.150 > α (0.05), indicating that there is no significant relationship between work stress and performance. There is no significant relationship between work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten.Keywords: Job Stress, Nurse Performance
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN ORANG TUA PASIEN ANAK DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROVINSI BANTEN Safitri, Desti; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34586

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kepuasan orang tua pasien anak merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan keperawatan, khususnya pada pelayanan yang diberikan oleh perawat dengan pendekatan perilaku caring. Perilaku caring mencerminkan empati, tanggung jawab, dan komunikasi efektif antara perawat dan pasien maupun keluarganya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode studi cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang merupakan orang tua pasien anak di ruang rawat inap RSUD Provinsi Banten. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Caring Behavior Inventory (CBI) dan kuesioner kepuasan berdasarkan teori Nursalam. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 58,9% menilai perilaku caring perawat masih tergolong buruk, dan 52,1% menyatakan tidak puas terhadap pelayanan keperawatan. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan orang tua pasien anak (p = 0,000). Responden yang menilai perilaku caring perawat sebagai baik memiliki peluang 178 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan dengan yang menilai buruk (OR = 178,8; 95% CI: 20,3–1596,5). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan orang tua pasien anak. Semakin baik perilaku caring perawat, semakin tinggi pula tingkat kepuasan orang tua terhadap pelayanan yang diberikan.Kata Kunci: Perilaku caring, Kepuasan orang tua, Pasien anak, Keperawatan  ABSTRACTBackground: Parental satisfaction of pediatric patients is a crucial indicator in evaluating the quality of nursing care, particularly care involving nurses' caring behavior. Caring behavior reflects empathy, responsibility, and effective communication between nurses, patients, and their families. Methods: This study used a quantitative approach with a descriptive correlational design and a cross-sectional method. A total of 73 respondents, who were parents of pediatric inpatients at RSUD Provinsi Banten, participated in the study. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected using the Caring Behavior Inventory (CBI) and a satisfaction questionnaire based on Nursalam’s theory. Data analysis employed the chi-square test. Results: The findings revealed that 58.9% of respondents rated nurses' caring behavior as poor, and 52.1% expressed dissatisfaction with the nursing services. The chi-square test showed a significant relationship between nurses’ caring behavior and parental satisfaction (p = 0.000). Respondents who perceived the nurses' caring behavior as good were 178 times more likely to feel satisfied compared to those who perceived it as poor (OR = 178.8; 95% CI: 20.3–1596.5). Conclusion: There is a significant relationship between nurses' caring behavior and the satisfaction level of parents of pediatric patients. The better the caring behavior, the higher the satisfaction of the parents. Keywords: Caring behavior, Parental satisfaction, Pediatric patients, Nursing care
HUBUNGAN PENGORGANISASIAN KEPALA RUANAGAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DIRUANG PERAWATAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI BANTEN Fujiyama, Ayumi; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34588

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Pengorganisasian merupakan suatu manajemen yang harus dimiliki oleh setiap perawat untuk membantu untuk mencapai tujuan organisasi yaitu pembagian kerja, pendelegasian, koordinasi dan manajemen waktu. Pengorganisasian yang kurang baik dapat berdampak pada kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, salah satunya adalah kepuasan kerja.Tujuan: Mengetahui hubungan pengorganisasian kepala ruangan terhadap tingkat kepuasan kerja perawat pelaksana diruang perawatan anak Rumah sakit Umum Provinsi Banten.. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 39 orang perawat pelaksana. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square.l. Hasil: Sebagian besar responden mempersepsikan pengorganisasian kepala ruangan kurang baik (59,0%), Sebagian besar responden mempersepsika kepuasan kerja tidak puas (41,0%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan p-value 0.001 (p-value = 0.001 = 0.05) dengan nilai OR =16.000; CI: 2.9-87.3). Simpulan: Ketidakpuasan perawat pelaksana muncul akibat pengorganisasian kepala ruangan kurang baik, Hal ini bahwa pengorganisasian kepala ruangan berperan penting dalam kepuasan kerja perawat pelaksana.  Kata kunci : Pengorganisasian, kepuasan kerja, kepala ruangan, perawat pelaksana  ABSTRACTBackground: Organization is a management that must be owned by every nurse to help achieve organizational goals, namely division of labor, delegation, coordination and time management. Poor organization can have an impact on nurse performance in providing nursing care, one of which is job satisfaction. Objective: To determine the relationship between the organization of the head of the room and the level of job satisfaction of nurses in the pediatric ward of the Banten Provincial General Hospital. Method: This type of research is descriptive with a cross-sectional approach with the sampling of this study using purposive sampling of 39 nurses. The analysis technique used in this study is chi square.l. Results: Most respondents perceived the organization of the head of the room as poor (59.0%), Most respondents perceived job satisfaction as dissatisfied (41.0%). Based on the results of the chi-square test, a p-value of 0.001 was obtained (p-value = 0.001 = 0.05) with an OR value of 16,000; CI: 2.9-87.3). Conclusion: Dissatisfaction of implementing nurses arises due to poor organization of the head of the room. This means that the organization of the head of the room plays an important role in the job satisfaction of implementing nurses. Keywords: Organization, job satisfaction, head of room, implementing nurs