Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Determinan Struktur Modal Pada Perusahaan Startup Pada Era Digital Di Indonesia: Analysis of Capital Structure Determinants in Startup Companies in the Digital Era in Indonesia Nurul Masithoh
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 4: APRIL 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i4.7854

Abstract

Perkembangan ekonomi digital di Indonesia telah memicu pertumbuhan pesat perusahaan startup yang beroperasi dalam lingkungan bisnis penuh ketidakpastian. Dalam situasi tersebut, struktur modal menjadi aspek yang sangat strategis karena menentukan kemampuan startup untuk bertahan, berkembang, dan bersaing. Startup umumnya menghadapi tantangan berupa keterbatasan arus kas, risiko kegagalan yang tinggi, serta kebutuhan investasi berkelanjutan untuk mendukung inovasi dan ekspansi. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan struktur modal pada perusahaan startup di Indonesia dengan menyoroti empat faktor utama, yaitu tingkat profitabilitas, peluang pertumbuhan, risiko bisnis, serta akses terhadap sumber pembiayaan berbasis teknologi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan telaah berbagai literatur empiris dan teoretis yang relevan, mencakup jurnal manajemen keuangan, laporan industri digital, serta publikasi terkait pembiayaan startup di era modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik khas startup menyebabkan keputusan struktur modal cenderung berbeda dengan perusahaan konvensional. Profitabilitas yang relatif rendah membuat startup lebih mengandalkan sumber pendanaan eksternal dibandingkan pendanaan internal. Peluang pertumbuhan yang besar meningkatkan kebutuhan modal sehingga mendorong perusahaan memilih pembiayaan berbasis ekuitas dengan fleksibilitas tinggi. Risiko bisnis yang tinggi juga menyebabkan penggunaan utang menjadi terbatas karena potensi financial distress. Selain itu, berkembangnya teknologi finansial membuka akses pendanaan digital seperti venture capital, equity crowdfunding, dan peer-to-peer lending, yang semakin memengaruhi pola pembiayaan startup. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan pemahaman bahwa dinamika digital mendorong terbentuknya struktur modal yang lebih adaptif dan inovatif. Temuan tersebut berkontribusi pada pengembangan konsep struktur modal dalam konteks ekonomi berbasis teknologi serta dapat menjadi rujukan bagi pelaku industri maupun pembuat kebijakan.
Manajemen Keuangan Dana Desa Dalam Perspektif Good Governance: Financial Management of Village Funds From A Good Governance Perspective Nurul Masithoh
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i6.7936

Abstract

Pengelolaan keuangan dana desa merupakan salah satu aspek strategis dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Sejak diberlakukannya kebijakan dana desa, pemerintah desa diberikan kewenangan yang lebih besar dalam mengelola keuangan publik, sehingga menuntut penerapan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Konsep good governance menekankan prinsip-prinsip fundamental, seperti transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, efektivitas, dan efisiensi dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip good governance dalam manajemen keuangan dana desa serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah desa dalam praktiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka terhadap berbagai jurnal nasional dan regulasi yang relevan dengan pengelolaan keuangan desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance dalam pengelolaan dana desa telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa, terutama melalui mekanisme musyawarah desa dan pelaporan keuangan. Namun demikian, implementasi prinsip-prinsip tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia aparatur desa, rendahnya partisipasi aktif masyarakat, serta lemahnya pengawasan internal dan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dalam bentuk peningkatan kompetensi aparatur desa, penguatan sistem pengawasan, serta pemberdayaan masyarakat agar pengelolaan dana desa dapat berjalan sesuai dengan prinsip good governance dan mendukung tujuan pembangunan desa secara optimal.