Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cateris Paribus Journal

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALURAN KREDIT USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PADA PT.BANK SULSELBAR CABANG ENREKANG Ruslang T; Rudi Arafah; Solihin Achmad
Cateris Paribus Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Cateris Paribus Journal
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/cpj.v4i1.3028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Loans (NPL) terhadap penyaluran kredit UMKM PT Bank SulSelbar Cabang Enrekang Jenis penelitian ini deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PT BANK SulSelbar cabang Enrekang yang berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin No.4 Kecematan Enrekang Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data menurutderet waktu dalam jangka waktu lima tahun, yaitu tahun penelitian 2018 sampai dengan 2022. Data diperoleh dari PT BANK SulSelbar Cabang Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan tidak signifikan mempengaruhi penyaluran jumlah kredit. (2) variabel Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyaluran jumlah kredit.(3) Kredit UMKM dari PT Bank Sulselbar Cabang Enrekang dipengaruhi oleh variasi dari kedua variabel independen yang digunakan, yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Non Performing Loan (NPL).
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN TAMBAK SEBAGAI SUB SEKTOR PENDAPATAN DAERAH DI KECAMATAN SUPPA Wahdaniyah, Wahdaniyah; Ruslang T; Bahruddin, Bahruddin
Cateris Paribus Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Cateris Paribus Journal
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/cpj.v5i1.3650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang tepat dalam mengembangkan potensi perikanan tambak di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner, guna memperoleh informasi yang komprehensif terkait kondisi dan prospek sektor perikanan tambak. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 61 responden yang terlibat langsung dalam kegiatan perikanan tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikanan tambak di Kecamatan Suppa memiliki potensi besar untuk terus dibudidayakan dan dikembangkan sebagai salah satu sektor unggulan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Potensi ini didukung oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan lahan tambak yang luas, kondisi lingkungan yang mendukung, serta pengalaman dan keterampilan para pembudidaya dalam mengelola usaha perikanan. Selain itu, peluang pengembangan perikanan tambak semakin terbuka dengan adanya permintaan pasar yang tinggi, baik di tingkat lokal maupun regional. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan pengelolaan perikanan tambak. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan akses terhadap modal usaha, ketergantungan pada pakan impor yang berbiaya tinggi, serta fluktuasi harga jual hasil tambak yang dipengaruhi oleh kondisi pasar. Selain itu, faktor eksternal seperti perubahan iklim dan risiko serangan penyakit pada ikan dan udang juga menjadi kendala yang dapat mempengaruhi produktivitas perikanan tambak. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi pengembangan, antara lain peningkatan akses pembiayaan bagi para pembudidaya melalui kemitraan dengan lembaga keuangan, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan teknis, serta diversifikasi usaha untuk mengurangi risiko ekonomi. Selain itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi yang mendukung keberlanjutan perikanan tambak.
PERAN DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN USAHA BUDIDAYA CABAI DI KELOMPOK WANITA TANI MASAGENAE KEC. BACUKIKI BARAT KOTA PAREPARE Rahmani, Rahmani; Ruslang T; Fitriyani Syukri
Cateris Paribus Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Cateris Paribus Journal
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/cpj.v5i2.4053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya cabai serta menekankan peran dukungan pemerintah pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Masagenae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi faktor-faktor. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2018) yang meliputi tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha, tingkat pendidikan, pelatihan dan pendampingan, teknologi dan inovasi, partisipasi dalam kelompok tani, akses pasar, iklim/cuaca, dan pengelolaan risiko merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya cabai. Selain itu, dukungan pemerintah juga berperan signifikan dalam memperkuat usaha kelompok. Bentuk dukungan tersebut meliputi bantuan modal, fasilitasi pelatihan, penyediaan sarana produksi, dan akses terhadap program pemasaran. Dukungan ini membantu kelompok dalam meningkatkan keterampilan anggota, memperluas jaringan pasar, serta memperkuat ketahanan usaha tani cabai secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan budidaya cabai di KWT Masagenae tidak hanya ditentukan oleh faktor internal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh sinergi dengan kebijakan eksternal pemerintah. Dengan demikian, keberhasilan usaha tani cabai memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara petani dan pemerintah untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis kelompok.