Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementation of Fuzzy C-Means in Clustering Stunting Prone Areas Christyanti, Ratna Dwi; Sulaiman, Dady; Utomo, Adymas Putro; Ayyub, Muhammad
International Journal of Natural Science and Engineering Vol. 6 No. 3 (2022): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijnse.v6i3.53048

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that occurs in toddlers, defined based on height for age (TB/U) which is less than two negative standard deviations or a toddler's height is shorter than it should be. Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers, characterized by a shorter height than the height of children his age. Bulungan Regency is one of 160 urban regencies in Indonesia that is intervened to focus on reducing stunting. Based on these problems, this study aims to determine the cluster of stunting vulnerabilities in Bulungan Regency. The method used is Fuzzy C-Means (FCM). The results of this study are that the area in cluster 1 has a high level of vulnerability because it has the lowest level of adequacy of posyandu (active) and high incidence of LBW in infants, cluster 2 has a moderate level of vulnerability because it has an adequate level of puskesmas, adequacy of posyandu (active), the adequacy of doctors, the adequacy of nutritionists, the adequacy of midwives, the percentage of moderate LBW, and cluster 3 have a low level of vulnerability because they have a low average percentage of LBW and a high level of adequacy of posyandu (active) in the area.
Pengembangan Anaerobic Digester Untuk Produksi Biogas Dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Rizal, Teuku Azuar; Mahidin, Mahidin; Ayyub, Muhammad
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 02 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i02.575

Abstract

Total kapasitas produksi seluruh PKS yang beroperasi di Provinsi Aceh mencapai 770 Tons Tandan Buah Segar (TBS) per jam. Limbah dari produksi pabrik kelapa sawit biasa disebut Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS). Jika produksi limbah cair pabrik kelapa sawit berkisar 0.50-0.65 m3 per ton TBS, maka total limbah mencapai 2,471,814 m3 per tahun. LCPSK berpotensi dimanfaatkan melalui pengolahan biokonversi anaerobik secara termofilik untuk memperoleh biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi. Sampel limbah cair yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari PKS Cot Girek PTPN I Aceh. Dalam penelitian ini, telah dirancang peralatan utama penelitian berupa digester dengan kapasitas 20 liter. Alat tersebut akan disisi dengan campuran LCPKS yang ditambahkan dengan kotoran sapi pada perbandingan 90%:10%, 80%:20%, dan 70%:30%. Kotoran sapi terlebih dahulu dicampur dengan limbah cair biogas untuk menghasilkan aktivator. Bahan baku masukan biogas didapat dengan mencampurkan LCPKS, aktivator, dan CaCO3 yang digunakan untuk meningkatkan pH, kemudian campuran dimasukkan ke dalam digester. Variabel penting yang diukur antara lain: suhu, pH, Nilai Volatile Solid, Kandungan Nitrogen dan Kandungan Karbon dan laju aliran produksi gas. Analisis dilakukan secara diskriptif. Produksi gas dianalisis dengan Analisis Regresi Linier, yang terdiri atas dua peubah, yaitu waktu perbandingan campuran LCPKS- kotoran sapi termasuk dalam peubah bebas, sedangkan produksi gas termasuk dalam peubah tak bebas. Dari hasil penelitian ini diharapkan akan dihasilkan satu prototipe digester anaerobik untuk produksi biogas dengan memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit.
Pelatihan Instalasi Listrik Penerangan Pada Rumah Tinggal di Kampung Tanama, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak Yulianto La Elo; Rusliadi, Rusliadi; Ayyub, Muhammad; Husnah, Nurul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4197

Abstract

Energi listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Permasalahan instalasi listrik yang sering timbul yaitu berupa konsleting listrik atau hubung singkat yang antara lain disebabkan kabel listrik yang mengelupas, sambungan kabel dan penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan standar keamanan, serta penumpukan beban secara berlebihan pada saluran listrik. Masyarakat di lingkungan RT 06 Kampung Tanama, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak menurut hasil survey ditemukan masih banyak yang awam dan tidak mengetahui standar keamanan intalasi listrik. Hal ini dapat dapat menimbulkan bahaya listrik seperti kejut listrik dan panas atau kebakaran. Penyebab utamanya memang masih terlihat kepada faktor sumber daya manusia terutama dalam kasus pemasangan tidak sesuai jalur terhadap pemanfaatan arus listrik yang instalasinya tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghindari bahaya listrik adalah dengan instalasi listrik rumah yang baik dan aman. Umumnya, jumlah orang yang mampu untuk memasang instalasi listrik di desa sangat terbatas. Proses instalasi listrik bisa dikatakan cukup sederhana, sehingga dapat dilakukan orang tanpa latar belakang pendidikan khusus. Namun ada aspek-aspek yang perlu diketahui masyarakat dalam instalasi listrik, sehingga bisa menghasilkan instalasi yang baik dan aman. Untuk mengurangi bahaya akibat penggunaan listrik, di Indonesia telah ada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Oleh karena itu pemasangan intalasi listrik termasuk pada rumah tinggal harus sesuai dengan prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan situasi di atas maka dipandang perlu untuk mengadakan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan instalasi listrik penerangan pada rumah tinggal. Pengabdian ini diharapkan mampu untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya dan pemanfaatan serta instalasi listrik rumah tangga yang aman dan benar sesuai dengan standar PUIL.
Dredging Analysis at Makassar New Port Umar, Hasdinar; Ashury, Ashury; Ayyub, Muhammad
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 2, Issue 1, 2023
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.v2i1.24087

Abstract

Dredging is used to create new harbors, berths, or waterways, or to deepen existing facilities to allow vessels with heavy drafts to access them. The dredging analysis at Makassar New Port aims to calculate how much the dredging volume. With this data, research can be used as a source of reference and consideration for researchers and port authorities. The research method is descriptive, where the primary data is data obtained based on direct observation at the research location, while secondary data is data that is researched and collected by related parties. Then an analysis is carried out to calculate the volume of dredging at Makassar New Port. From the results of the analysis, it can be concluded that dredging was carried out with a dredge volume reaching 1,953,764.47 m3, with a processing time of 349 days.