Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG PHBS, TOGA, DAN SWAMEDIKASI KEPADA MASYARAKAT RW. 006, KELURAHAN KETAPANG, KECAMATAN CIPONDOH, KOTA TANGERANG Hurit, Hermanus Ehe; Eden, Yonathan; Purnomo, Antonius Dewanto; Ayuni, Dewi Sartika; Limas, Ayu; Surjana, Vernant; Anantya, Catur; Salsabilla, Ersa; Azzuhra, Hanifah Nur; Atilah, Niken Tri Rachmah
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3498

Abstract

Ketapang is an urban village located in Cipondoh sub-district, Tangerang City, Banten, Indonesia. This urban village consists of 11 RW (Rukun Warga) and 70 RT (Rukun Tetangga). RW. 006 is located in Ketapang urban village and consists of 1029 family cards. The problems found in RW 006 includes the poor waste disposal system, the lack of understanding and application of hand washing according to the Hand Washing with Soap (CTPS) procedure, the poor processing of Family Medicinal Plants (TOGA) which have been widely planted in the RW. 006 environment, and the lack of interest of residents to see a doctor or other health facilities. The number of self- medication behaviors also makes DAGUSIBU (Get, Use, Store, and Dispose) of medicine an important thing to socialize. The method used is to conduct socialization and practical education directly to the community. The results obtained were changes in public awareness to dispose of waste according to its type (organic and non-organic). An increase in the percentage of CTPS socialization participants who can wash their hands according to CTPS from 20% to 100%; an increase in the percentage of socialization participants' knowledge related to TOGA processing from 52% of respondents to 99.33%; and an increase in the percentage of correct answers to DAGUSIBU socialization participants from 39% of respondents to 82.33% also showed that the PFS activities carried out succeeded in providing positive changes in community knowledge in the RW 006 environment. Socialization related to self-medication has the potential to change the mindset of the RW 006 community about the importance of seeing a doctor, but does not guarantee changes in the behavior patterns/habits of the community who are more likely to do self-care
Hubungan Pengetahuan tentang Antibiotik terhadap Kepatuhan Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Prodi Hukum di Universitas Esa Unggul Ayu Limas; Antonius Dewanto Purnomo; Maksum Maksum
Syntax Idea 232 - 243
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v7i2.12538

Abstract

Knowledge about antibiotics will influence each individual's compliance with antibiotic use. The higher the knowledge, the higher the compliance with antibiotic use and this will reduce the number of cases of antibiotic resistance. This study aims to determine the relationship between knowledge about antibiotics among law study program students at Esa Unggul University. This research is quantitative research using designcross-sectional with a sample of 320 respondents and respondent data that complies with the inclusion criteria of 129 respondents. Therefore, the data used was 129 respondents. The results obtained were that the majority of Esa Unggul University law study program students' knowledge level was high at 77.5%, followed by moderate knowledge at 10.1% and low knowledge at 12.4%. The majority of Esa Unggul University law study program students' compliance level is high 57.4%, followed by moderate compliance 17.8% and low compliance 24.8%. Test carried outchi squareThere is a relationship between knowledge about antibiotics and adherence to antibiotic use with a significance value of 0.001. Respondents with low knowledge had low compliance (100% were in the low compliance category). In contrast, respondents with high knowledge showed a more varied distribution where the majority had high compliance (74.0%), and a small portion had moderate (20.0%) and low compliance (6.0%).
Kajian Empirik Permasalahan Penerapan Hukum Perselisihan Perburuhan, Pemutusan Hubungan Kerja dan Perlindungan Privasi Data Pribadi Purnomo, Antonius Dewanto
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 6 (2024): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i6.162

Abstract

Hukum penyelesaian perselisihan perburuhan pemutusan hubungan kerja dan perlindungan privasi data pribadi merupakan hal yang penting. Pada bagian perburuhan tujuan utamanya adalah menemukan solusi yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak yang berkonflik. Dasar hukum yang dipergunakan adalah undang-undang ketenagakerjaan. Bagian tentang keamanan data pribadi diatur dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi bertujuan untuk melindungi informasi pribadi. Maksudnya adalah untuk memastikan bahwa hak-hak individu terlindungi dan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi di masyarakat. Undang-undang tersebut juga bertujuan untuk menegakkan pengakuan dan penghargaan terhadap pentingnya privasi data individu. Penelitian ini bertujuan memberikan kajian empirik permasalahan-permasalahan terkait penerapan hukum penyelesaian perselisihan perburuhan, pemutusan hubungan kerja dan perlindungan privasi data pribadi di salah satu klinik XYZ Jakarta Selatan sebagai bagian layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empirik dengan menggunakan pengamatan lapangan. Peneliti dapat melakukan observasi langsung terhadap proses atau interaksi antara individu dengan sistem hukum dalam situasi nyata di klinik. Permasalahan yang ditemukan di Klinik XYZ terkait perselisihan perburuhan dan pemutusan hubungan kerja adalah terkait dengan hak-hak yang tidak diterima oleh pekerja wanita yaitu cuti haid. Cuti haid belum diberikan kepada karyawan wanita. Menurut Pasal 81 ayat (1) dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, disebutkan bahwa pekerja wanita yang mengalami sakit selama menstruasi dan memberitahukan hal ini kepada pengusaha tidak diwajibkan untuk bekerja pada hari pertama dan kedua menstruasi. Penyelesaiannya adalah dilakukan perundingan secara musyawarah mufakat. Dalam alur proses pelayanan Klinik XYZ berisiko tekait dengan keamanan data pribadi pada bagian Patient Medication Record (PMR) atau data status pasien atau rekam medis dimana disarankan disertifikasi ISO 27001 tentang Manajemen Kemanan Informasi dan HIPAA 1996.
Legal Study of Telemedicine Implementation at XYZ Clinic in South Jakarta Based on the Perspective of Law 17 of 2023 concerning Health Antonius Dewanto Purnomo
Journal of Law and Humanity Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Law and Humanity Studies
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/z5n8d627

Abstract

Telemedicine, as a form of innovation in the healthcare sector, has emerged as an important alternative in providing wider access to medical services. However, the implementation of telemedicine at the practical level still faces various obstacles, including immature regulations, inadequate infrastructure, and limited public awareness and acceptance. XYZ Clinic was chosen because it is located in the dense urban center of South Jakarta so that it can describe a complex urban environment. XYZ Clinic has also implemented telemedicine services. This research studies telemedicine from the perspective of health law, especially Law No. 17 of 2023, where telemedicine involves various aspects including patient data privacy and security, medical practice licensing, medical liability, and regulations related to telemedicine practice. The research method used is Empirical Research using field observations. The researcher makes direct observations of the process or interaction between individuals and the legal system in real and real situations. For example, observation of the object being studied to understand how Telemedicine Implementation at XYZ Clinic in South Jakarta. The conclusion of the Juridical Study of the Implementation of Telemedicine at XYZ Clinic in South Jakarta Based on the Perspective of Law 17 of 2023 concerning Health, shows that the implementation of telemedicine at XYZ Clinic has been in accordance with applicable legal provisions, especially Law No. 17 of 2023 concerning Health. With the right measures in maintaining data privacy, ensuring medical practice licensing, and managing legal risks, XYZ Clinic can provide safe, effective, and compliant telemedicine services.
Peran Penegakan Hukum, Etika Profesi, dan Transparansi dalam Meningkatkan Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Yudisial Purnomo, Antonius Dewanto
Mandalika Law Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mandalika Law Journal
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mlj.v2i2.4717

Abstract

Kepercayaan publik terhadap lembaga yudisial merupakan fondasi utama dalam menjaga legitimasi dan kredibilitas sistem peradilan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik terhadap lembaga yudisial mengalami penurunan akibat berbagai isu, seperti lemahnya penegakan hukum, rendahnya integritas aparat hukum, serta minimnya transparansi proses peradilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penegakan hukum, etika profesi, dan transparansi dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga yudisial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur (library research), yang mengkaji berbagai sumber pustaka seperti jurnal ilmiah, laporan lembaga, peraturan perundang-undangan, serta artikel berita yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa penegakan hukum yang konsisten dan tidak diskriminatif dapat memperkuat persepsi keadilan di masyarakat. Etika profesi yang dijunjung tinggi oleh hakim dan aparat penegak hukum menjadi indikator penting dalam menciptakan kepercayaan publik, sementara transparansi proses peradilan—baik dari sisi administratif maupun substansi putusan—memiliki peran krusial dalam mencegah praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pengawasan internal lembaga yudisial, reformasi etika profesi yang berbasis integritas, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung transparansi. Dengan demikian, sinergi antara penegakan hukum, etika profesi, dan transparansi dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap lembaga yudisial di Indonesia.
MEMBANGUN IMUNITAS PERILAKU: SOSIALISASI ANTI-ROKOK SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN DINI REMAJA DARI DAMPAK TBC (SMP BENTENG GADING) Hermanus Ehe Hurit; Antonius Dewanto Purnomo; Imanuel, Imanuel; Yasmin Zabarij; Widyan Dana Dwi Ratri Conita; Reza Apriliani; Pingkan Febriana; Eva Mardiana Ompusunggu; Anggi Nuraini; Nanda Dwi Septiani Putri; Pingkan Irlanda; Refo Ananta Lim; Devina Elsha Dominica Zebua
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, terutama pada kalangan remaja. Menurut laporan WHO, jumlah perokok aktif di dunia mencapai 62,8 juta jiwa, dan Indonesia menempati urutan ketiga dengan prevalensi 46,8% pada laki-laki dan 3,1% pada perempuan. Data nasional menunjukkan prevalensi merokok pada remaja usia 10–18 tahun meningkat dari 7,2% pada tahun 2013 menjadi 9,1% pada tahun 2018, dengan sebagian besar perokok pemula mulai merokok sebelum usia 19 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja terus meningkat meskipun dampak buruknya telah diketahui secara luas. Rokok mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia, di antaranya 400 zat berbahaya dan 43 zat bersifat karsinogenik, yang menimbulkan risiko penyakit kronis hingga kematian, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi tentang bahaya merokok, serta simulasi menolak ajakan merokok dari teman sebaya. Selain itu, dilakukan pre-test dan post-test melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kesadaran siswa sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi. Kegiatan dilaksanakan di SMP Benteng Gading, Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dengan melibatkan siswa dan guru sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya rokok. Sebelum penyuluhan, seluruh responden (100%) sudah mengetahui bahwa rokok mengandung zat berbahaya, dan setelah penyuluhan 95% tetap menunjukkan pemahaman tersebut. Sikap negatif terhadap anggapan bahwa merokok itu keren meningkat dari 95,7% menjadi 95% pasca penyuluhan. Perilaku mencoba merokok juga menunjukkan perbaikan, di mana sebelum penyuluhan 13% siswa pernah mencoba merokok, sedangkan setelah penyuluhan 95% menyatakan tidak ingin mencoba. Pemahaman bahwa asap rokok berbahaya bagi orang lain meningkat dari 95,7% menjadi 100%. Pengetahuan tentang risiko ketergantungan juga meningkat signifikan dari 73,9% menjadi 95%. Selain itu, komitmen untuk hidup sehat tanpa rokok tetap tinggi, yaitu 95,7% sebelum penyuluhan dan 95% setelahnya. Program ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, yang ditandai dengan keterlibatan aktif guru dalam pengawasan serta komitmen untuk melanjutkan sosialisasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya bermanfaat dalam aspek kesehatan, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka perokok pemula dan melindungi generasi muda dari dampak buruk rokok.