Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRODUK BUBUK KOPI DARI LIMBAH KULIT PISANG Imelda, Dewi Qomariah; Hariyati, Tati; Putra, Marlan Usmani; Risnafaty, Risnafaty; Merang, K. Rapiandi Isak; Niken, Putri; Silvina, Silvina; Nurfadillah, Nurfadillah; Arafah, Rahmat
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3502

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi produk Kopi, inovasi ini dapat menjadi sarana melatih mahasiswa dalam berwirausaha. Kegiatan ini berlokasi di Tanjung selor dengan jangka waktu 40 (empat puluh) hari. Kegiataan pembuatan bubuk kopi ini, menggunakan metode praktek secara langsung dengan cara sederhana yang terdiri beberapa tahap, pertama pengumpulan bahan, kedua proses pembuatan, dan ketiga proses uji produk bubuk kopi. Kopi yang dibuat dari limbah kulit pisang merupakan salah satu inovasi dengan memanfaatkan limbah menjadi bernilai tinggi, selain itu dapat menjadi sarana melatih keterampilan dalam mengolah produk bubuk kopi.Kesimpulan kopi dari kulit pisang ini cukup disukai karena memiliki aroma kopi dan berwarna hitam
REKONSTRUKSI ASPEK FUNGSI DAN ESTETIKA BANGUNAN KOMERSIAL ERA KESULTANAN BULUNGAN, TANJUNG SELOR, KALTARA Risnafaty, Risnafaty; Wihardyanto, Dimas; Fajarwati, Anisah Nur
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.84092

Abstract

Identitas sebuah kota dapat diwujudkan dengan cara mengungkapkan peninggalan arsitektur bangunan bersejarah. Salah satu contoh peninggalan bangunan bersejarah yang ikonik dan bersifat komersial adalah rumah toko dan bioskop. Kedua bangunan ini digolongkan ke dalam ragam bangunan komersial lama yang dahulu banyak berdiri di bekas kawasan dagang pada era Kesultanan Bulungan, Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Fokus dan tujuan dari penelitian ini adalah aspek fungsi dan estetika pada bangunan komersial lama yang berupa rumah toko dan bioskop. Metode yang digunakan adalah rasionalistik dengan pendekatan kualitatif "“ deskriptif serta menjadikan aspek fungsi dan estetika bangunan sebagai variabel penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara rekonstruksi secara virtual. Artinya, rekonstruksi tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui gambar virtual yang digunakan untuk menemukan dan mengungkap keaslian fungsi dan estetika dalam bangunan rumah toko di kawasan Tanjung Selor. Hasil temuan yang diperoleh adalah tersisa sembilan bangunan komersial peninggalan era Kesultanan Bulungan yang masih menunjukan keaslian fungsi dan estetika di dalamnya. Kesembilan bangunan komersial tersebut menunjukkan keseragaman fungsi ruang dan esetika yang menjadi karakter dari bangunan komersial. Setiap bangunan komersial memiliki lima jenis ruang dengan susunan dari bagian depan sampai dengan belakang adalah beranda (emperan), toko, hunian, pelataran, dan dapur. Dari sembilan bangunan komersial yang tersisa, dapat dikelompokkan menjadi enam tipe berdasarkan jumlah lantai dan akses atau jalan masuk yang menghubungkan kelima jenis ruang. Akses atau jalan masuk tersebut ada yang menerus ada pula yang terputus di salah satu ruang.
Community Empowerment Through Training on Coffee Waste Briquette Production as an Environmentally Friendly Alternative Energy Source Amrie, Machmud Al; Nur, Adi Aspian; Risnafaty, Risnafaty
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.23467

Abstract

Coffee waste in Lebong Village, Tanjung Palas Hilir District, has not been utilized, resulting in increasing organic waste volume and the absence of economic value for the community. This community service program aims to enhance residents’ skills in producing coffee-waste briquettes as an environmentally friendly alternative energy source. The methods applied include socialization, counseling, workshops, and hands-on practice with 25 participants from the Lebong Village Youth Group. Evaluation was conducted through skill observation and assessment of briquette quality, including density, moisture content, and burning duration. The results show an 85% improvement in participants’ skills, demonstrated by their ability to produce briquettes that meet quality standards. Additionally, utilizing coffee waste opens new economic opportunities, as production costs are low while potential selling prices range from IDR 8,000 to 10,000 per kilogram. This program successfully enhances community capacity in waste management while strengthening economic opportunities based on renewable energy.Limbah kopi di Desa Lebong, Kecamatan Tanjung Palas Hilir, belum dimanfaatkan sehingga menambah volume sampah dan belum memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan keterampilan warga yang nantinya dapat memproduksi briket limbah kopi sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan sosialisasi dengan mitra Kelompok Pemuda dan warga Desa Lebong sebanyak 25 peserta. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan wawancara singkat. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman keterampilan peserta hingga 85%, ditandai keinginan untuk memproduksi briket. Selain itu, pemanfaatan limbah kopi membuka peluang usaha baru, karena biaya produksi rendah dan potensi harga jual mencapai Rp8.000–Rp10.000 per kilogram. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus memperkuat peluang ekonomi berbasis energi terbarukan.