Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PRODUK BUBUK KOPI DARI LIMBAH KULIT PISANG Imelda, Dewi Qomariah; Hariyati, Tati; Putra, Marlan Usmani; Risnafaty, Risnafaty; Merang, K. Rapiandi Isak; Niken, Putri; Silvina, Silvina; Nurfadillah, Nurfadillah; Arafah, Rahmat
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3502

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi produk Kopi, inovasi ini dapat menjadi sarana melatih mahasiswa dalam berwirausaha. Kegiatan ini berlokasi di Tanjung selor dengan jangka waktu 40 (empat puluh) hari. Kegiataan pembuatan bubuk kopi ini, menggunakan metode praktek secara langsung dengan cara sederhana yang terdiri beberapa tahap, pertama pengumpulan bahan, kedua proses pembuatan, dan ketiga proses uji produk bubuk kopi. Kopi yang dibuat dari limbah kulit pisang merupakan salah satu inovasi dengan memanfaatkan limbah menjadi bernilai tinggi, selain itu dapat menjadi sarana melatih keterampilan dalam mengolah produk bubuk kopi.Kesimpulan kopi dari kulit pisang ini cukup disukai karena memiliki aroma kopi dan berwarna hitam
Penerapan Metode AHP (Analitic Hierarchy Process) pada Rekomendasi Rumah Kost Mahasiswa (Studi Kasus : Universitas Kaltara) Aisyah, Siti; Syahdan, St.; Kartina, Kartina; Merang, K. Rapiandi Isak
CARTESIUS : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No.1 Tahun 2025
Publisher : Unika Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah kos merupakan salah satu kebutuhan bagi mahasiswa yang sedang menempuh ilmu di daerah lain dari luar kampung halaman. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan oleh mahasiswa sebelum memilih rumah kost tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mendapatkan informasi berupa rekomendasi rumah kost terbaik secara subjektif, dimana prosesnya menggunakan kombinasi metode Analytic Hierarchy Process dalam penentuan nilai bobot preferensinya. Kriteria yang dijadikan sebagai patokan pendukung keputusan yaitu biaya sewa, fasilitas, jarak. Hasil dari perhitungan metode AHP didapatkan rekomendasi rumah kost dengan skor tertinggi yaitu kost Kost Pagar Hijau yang berada di Gang Mandala depan Kampus Universitas Kaltara. Rekomendasi ini menghasilkan kriteria dengan biaya yang relatif murah dengan fasilitas lengkap, namun berlokasi jauh dari kampus dengan estimasi jarak 400-700 meter
Penerapan Metode AHP (Analitic Hierarchy Process) pada Rekomendasi Rumah Kost Mahasiswa (Studi Kasus : Universitas Kaltara) Aisyah, Siti; Syahdan, St.; Kartina, Kartina; Merang, K. Rapiandi Isak
CARTESIUS : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No.1 Tahun 2025
Publisher : Unika Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah kos merupakan salah satu kebutuhan bagi mahasiswa yang sedang menempuh ilmu di daerah lain dari luar kampung halaman. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan oleh mahasiswa sebelum memilih rumah kost tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mendapatkan informasi berupa rekomendasi rumah kost terbaik secara subjektif, dimana prosesnya menggunakan kombinasi metode Analytic Hierarchy Process dalam penentuan nilai bobot preferensinya. Kriteria yang dijadikan sebagai patokan pendukung keputusan yaitu biaya sewa, fasilitas, jarak. Hasil dari perhitungan metode AHP didapatkan rekomendasi rumah kost dengan skor tertinggi yaitu kost Kost Pagar Hijau yang berada di Gang Mandala depan Kampus Universitas Kaltara. Rekomendasi ini menghasilkan kriteria dengan biaya yang relatif murah dengan fasilitas lengkap, namun berlokasi jauh dari kampus dengan estimasi jarak 400-700 meter
Pengaruh Manajemen Kinerja Layanan Perpustakaan Terhadap Tingkat Kepuasan Siswa SMA Negeri 1 Tarakan Fauziah, Suud Ema; Budiarti, Ika Niswatin; Merang, K. Rapiandi Isak
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 1 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i1.1710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kinerja perpustakaan terhadap tingkat kepuasan siswa pada layanan perpustakaan di SMA Negeri 1 Tarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yang menggunakan metode survei, terdiri dari siswa, guru dan TU, secara aktif memanfaatkan layanan perpustakaan. Hasil penelitian ini terdiri dari 4 pertanyaan untuk layanan perpustakaan yang terdiri dari 1) Kualitas Pelayanan kinerja Staff tingkat kepuasan layanan adalah kategori sangat puas dan puas dengan persentase 98%, sementara sebagian kecil yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan persentase 2%. 2) Kelengkapan Koleksi Buku pelayanan adalah kategori sangat puas, sementara sebagian kecil tidak puas dan sangat tidak puas dengan persentase 8% 3). Kenyamanan Fasilitas, pelayanan adalah kategori sangat puas dan puas dengan persentase 99% yang masuk dalam kategori Sangat Tinggi. sementara sebagian kecil yang menyatakan kenyamanan fasilitas tidak puas dan sangat tidak puas dengan persentase 1%. 4) Kemudahan Akses pelayanan adalah dalam kategori sangat puas dan memuaskan dengan persentase 97%. Sementara sebagian kecil yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan persentase 3%. Penelitian ini dapat Tarik kesimpulan dari kempat pertanyaan tersebut Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pengguna untuk ke 4 layanan perpustakaan SMA Negeri 1 Tarakan berada dalam kategori Tinggi, dengan Kualitas Pelayanan kinerja Staf menunjukkan hasil yang Sangat Tinggi. Namun, sebagian kecil saja yang menyatakan tidak kepuasannya
Peran Pemuda Karang Taruna Bunga Bakung Dalam Pembangunan Di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara Merang, K. Rapiandi Isak; Robert, Robert
Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) Vol 7 No 1 (2019): Juni, 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/juan.v7i1.1138

Abstract

The aim of the study was to determine the youth role of the Karang Bakuna Youth in the development of Metun Sajau Village and to find out the obstacles faced by the young people of the Karang Bakuna Bunga Bakung in the development of Metun Sajau Village. Type of qualitative descriptive research. The informants were the Karang Taruna management, members of the Bunga Bakung Youth Organization, the Village Secretary, the Indigenous Village administrators of Metun Sajau Village, and the People of the Metun Sajau Village Community. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the role of the youth of the Bunga Bakung Youth Organization in the development of Metun Sajau Village can be seen from the physical development including construction of road facilities, construction of traditional houses, construction of field stands, and construction of sports facilities. Roles in non-physical development include expressing opinions in village meetings, maintaining security and order, and preserving regional arts. The constraints faced by the Flower Village Youth Organization in the development in Metun Sajau Village are limited funding, lack of facilities and infrastructure, lack of communication and coordination from the leadership, busy due to work, less assertive leadership of the Karang Taruna organization, lack of awareness of the village's role and function Taruna, and the lack of attention of the village government
Dampak Pertambangan Batubara Dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Apung Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan N, Jimmy; Merang, K. Rapiandi Isak
Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) Vol 8 No 2 (2020): November, 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/juan.v8i2.2679

Abstract

The problem in the research study is how the impact of coal mining on the socio-economic life of the community in Apung Village, Tanjung Selor District, Bulungan Regency. The research method is descriptive qualitative, with research informants including the Head of the Floating Village, the Secretary of the Floating Village, community leaders, and the community of the Floating Village. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Data analysis, namely data reduction, data presentation (data display), and drawing conclusions / verification. The validity of the data included source triangulation, method triangulation, and research time extension. The impact of coal mining on the socio-economic life of the people in Apung Village, namely the existence of coal mining has a positive impact on the socio-economic conditions of the Apung Village community, including the availability of jobs for the local community, improving the local community's economy by providing assistance: (1) chicken and catfish farming, (2) giving citrus seeds to the farming community (3) giving cassava seeds, (4) providing clean water (water storage), (5) provide social assistance in the form of basic necessities, (6) building infrastructure in the form of roads and infrastructure in the form of repair of village road bodies, build roads between villages and build sports fields, (7) provide assistance for community service / public work in Apung village. The next positive impact is the increase in local community business, namely the food business continues to increase and shop / or sales, increase water depot business, and open a ketring business. The negative impact of mining companies, namely, deforestation, loss of flora and fauna, reduced land for agricultural activities, pollution of several water flows, dust or air pollution, and land disputes between communities.