Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan pencegahan resistensi antibiotik pada masyarakat desa Cogreg di kabupaten Tasikmalaya Zain, Dichy Nuryadin; Widya, Ala Anistia; Nugraha, Nizzar Nazzah; Dikrama, Elvira Nadia; Rahayu, Intan Puji Sri; Agustin, Nabila Khairunnisa; Yulianty, Tanty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25565

Abstract

Abstrak Resistensi antibiotik merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi yang sulit diobati dan peningkatan angka kematian. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar menjadi faktor utama dalam penyebaran resistensi antibiotik, terutama di daerah pedesaan. Oleh karena itu, edukasi masyarakat melalui program penyuluhan menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan mencegah resistensi antibiotik melalui penyuluhan berbasis multimedia. Metode penelitian menggunakan pendekatan penyuluhan dengan tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dengan fokus pada penggunaan antibiotik yang tepat, menggunakan media ajar berbasis multimedia untuk memaksimalkan pemahaman peserta. Setiap tahapan penyuluhan dirancang secara sistematis, dimulai dari perencanaan yang matang, pelaksanaan kegiatan penyuluhan, hingga evaluasi untuk mengukur efektivitas dan peningkatan pengetahuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang tepat di Desa Cogreg telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik. Hal ini terlihat dari hasil test yang dilakukakan terdapat peningkatan dari 5% menjadi 62%. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik ini membuktikan bahwa pemberian edukasi dapat efektif meningkatkan pemahaman tentang antibiotik. Namun, untuk mencapai perubahan yang diharapkan, pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang tepat di Desa Cogreg telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang antibiotik. Kata kunci: antibiotik; infeksi; penyuluhan; resistensi. Abstract Antibiotic resistance is one of the global health challenges caused by the inappropriate use of antibiotics. This can result in difficult-to-treat infections and increased mortality. Lack of public knowledge about the correct use of antibiotics is a major factor in the spread of antibiotic resistance, especially in rural areas. Therefore, community education through counselling programmes is an important step to overcome this problem. This study was conducted to improve the knowledge of the people of Cogreg Village, Tasikmalaya Regency, regarding the proper use of antibiotics and preventing antibiotic resistance through multimedia-based counselling. The research method used an extension approach with stages consisting of planning, implementation, and evaluation. Extension was conducted with a focus on the use of appropriate antibiotics, using multimedia-based teaching media to maximise participants' understanding. Each stage of counselling is designed systematically, starting from careful planning, implementation of counselling activities, to evaluation to measure the effectiveness and improvement of participants' knowledge. The results showed that the counselling on the proper use of antibiotics in Cogreg Village has succeeded in increasing community knowledge about antibiotics. This can be seen from the results of the test conducted there is an increase from 5% to 62%. The increase in community knowledge about antibiotics proves that education can be effective in increasing understanding about antibiotics. However, to achieve the expected changes, education must be carried out continuously until there is a change in people's behaviour in the use of antibiotics. Counselling on the proper use of antibiotics in Cogreg Village has succeeded in increasing people's knowledge about antibiotics. Keywords: antibiotics; infection; education; resistance.
Upaya Pencegahan dan Penanganan Penyakit Asam Urat dalam Meningkatkan Kesadaran dan Gaya Hidup Sehat Kepada Masyarakat Shaleha, Resha Resmawati; Eliftiana, Reva; Mujahidah, Luthfi Najdah; Rahmi, Suci Mega; Andriani, Revila; Auli, Tiffani Novisha; Tabina, Dea Rashieka; Wulandari, Ai Sarah; Maharani, N Riska Afrilianti; Widya, Ala Anistia; Octavia, Farrah Azlin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23051

Abstract

ABSTRAK Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh masyarakat, terutama kelompok usia lanjut, dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan penyakit asam urat melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Jami Baiturahim Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya dengan melibatkan 40 peserta, khususnya ibu-ibu pengajian. Metode promosi kesehatan dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet sebagai media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pola makan rendah purin, pentingnya aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan hiperurisemia, meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Kegiatan ini tetap memberikan dampak positif dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. Kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat diidentifikasi sebagai kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan penyakit asam urat. Ke depan, diperlukan perluasan sasaran, penggunaan media edukasi yang lebih variatif, serta peningkatan jumlah responden agar hasil lebih optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Asam Urat, Promosi Kesehatan, Edukasi Masyarakat  ABSTRACT Gout arthritis is one of the most common degenerative diseases found in society, especially among the elderly, and may significantly reduce quality of life if not properly managed. The purpose of this activity was to increase public awareness and knowledge regarding the prevention and management of gout through health education. The program was carried out at Jami Baiturahim Mosque, Setiaratu, Cibeureum District, Tasikmalaya City, involving 40 participants, particularly women from the local religious study group. The health promotion was conducted through lectures, interactive discussions, and the distribution of leaflets as educational media. The results showed an improvement in participants’ understanding of a low-purine diet, the importance of physical activity, and healthy lifestyle practices as preventive measures against hyperuricemia, although statistically no significant difference was found between pre-test and post-test results. Nevertheless, the activity had a positive impact by raising community awareness of adopting a healthier lifestyle. Collaboration between educational institutions, healthcare professionals, and the community was identified as a key factor for successful gout prevention efforts. In the future, broader community engagement, more varied educational media, and a larger number of respondents are recommended to achieve more optimal and sustainable outcomes. Keywords: Gout Arthritis, Health Promotion, Community Education