Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Memaknai Puasa Ramadhan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Bantarsoka Purwokerto Wiyono, Teguh; Khalidy, Shodiq; Albab, Ulil
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 4 (2024): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i4.513

Abstract

Fasting is a part of the pillars of Islam, and its practice can feel burdensome as it requires controlling desires and abstaining from eating and drinking from dawn until sunset. Even adults sometimes find fasting difficult, let alone young children, such as elementary school students. Therefore, there is a need to strengthen the understanding of the meaning of Ramadan fasting. One way to provide students with a deeper understanding is by involving them in studies or listening to lectures on the theme of understanding the meaning of Ramadan fasting, which will be held on Friday, April 5, 2024/25 Ramadan 1445 H at SD Negeri 2 Bantarsoka Purwokerto. The purpose of this community service activity is to enhance students' knowledge about the meaning of Ramadan fasting from an early age. The methods used are lectures and question-and-answer sessions. The outcome of this community service activity (PkM) is that students do not find fasting to be burdensome, as they understand it to be a religious obligation for every Muslim.
ANALISIS KEUNTUNGAN WEB CONSOLE DAN TERMINAL CLI DENGAN METODE IT-IL V3 Saputra, Jeffri Prayitno Bangkit; Khalidy, Shodiq; Waluyo, Retno; Hani, Nurul
JURNAL REKAYASA INFORMASI Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Rekayasa Informasi
Publisher : PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL (ISTN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/jri.v13i2.2159

Abstract

Sistem administrasi pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL) melibatkan penggunaan dua pendekatan utama antarmuka grafis (GUI) melalui web console dan antarmuka baris perintah (CLI) melalui terminal. Penelitian ini membahas keuntungan dari kedua jenis pendekatan adminsitrasi sistem pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL) dari browser web. Dengan menggunakan metode IT-IL V3 memberikan panduan tentang bagaimana merencanakan, mengimplementasikan, dan mengelola layanan TI secara efektif, dengan fokus pada kualitas layanan, menghemat biaya, dan pengelolaan risiko. Web console GUI menyediakan sistem pengelolaan yang lebih ilusi dan visual melalui web browser, sementara terminal CLI menawarkan penghentian dan kontrol yang lebih mendalam melalui penggunaan perintah baris. Fleksibilitas ini memungkinkan administrator untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin, melakukan debug sistem yang kompleks, dan menyesuaikan pengaturan sesuai kebutuhan spesifik organisasi mereka. Dalam konteks pengelolaan keamanan, web console GUI dapat memberikan pemahaman yang lebih visual tentang pengaturan SELinux dan manajemen kebijakan keamanan, sementara CLI memberikan akses langsung ke perintah seperti sestatus dan setenforce yang diperlukan untuk penyesuaian dan pemecahan masalah lebih lanjut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa selain grafik dan teks perbedaannya terdapat pada penyesuaian kebutuhan sistem administrasi yang kompleks dan efektif.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 4 KROYA CILACAP Wiyono, Teguh; Ali Arauf, Muta; Khalidy, Shodiq; Sangadah, Rina
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 2 (2025): Edisi: Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i2.6759

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan fenomena sosial yang memprihatinkan karena dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak secara psikologis dan moral. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku bullying di SD Negeri 4 Kroya, Cilacap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SD Negeri 4 Kroya berperan aktif dalam mencegah bullying melalui tiga strategi utama: (1) internalisasi nilai-nilai keislaman seperti kasih sayang, toleransi, dan saling menghormati dalam pembelajaran; (2) pemberian teladan (uswah hasanah) dalam interaksi sehari-hari; serta (3) pembinaan spiritual dan emosional melalui kegiatan keagamaan seperti doa bersama dan pesan moral. Selain itu, guru PAI juga berkolaborasi dengan wali kelas dan orang tua dalam mengawasi dan membina siswa secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PAI sangat strategis dalam membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia sebagai upaya preventif terhadap tindakan bullying. Diperlukan dukungan kebijakan sekolah serta pelatihan kompetensi guru secara berkelanjutan untuk memperkuat fungsi edukatif guru PAI dalam membina karakter anak sejak usia dini.
From Policy to Practice: Co-producing Welfare in Elderly Nutrition Assistance at the Frontline Alfi, Imam; Kuswantoro, Kuswantoro; Herdiana, Aan; Wiyono , Teguh; Sangadah, Rina; Khalidy, Shodiq
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2025.141-04

Abstract

This study examines how the well-being of older adults is produced through the implementation of nutrition assistance policies at the frontline level. Building on a critique of evaluative approaches that emphasize procedural effectiveness and program outcomes, this research positions nutrition assistance as a welfare practice shaped through everyday interactions among caregivers, families, and older adults. Employing an interpretive qualitative approach and a street-level bureaucracy framework, the study explores how discretion, negotiation, and collaborative work at the household level influence the implementation and interpretation of policies. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and field notes involving actors directly engaged in the distribution and reception of assistance. The analysis reveals that policy implementation does not occur as a one-way flow from the state to beneficiaries but rather as a co-productive process involving non-state actors who interpret and adapt formal regulations to the concrete conditions of older adults. Consequently, well-being in this context is understood not only as material sufficiency but also as a relational experience encompassing care, recognition, and support in everyday life. These findings confirm that the meaning and quality of older adults' well-being are shaped in frontline interaction spaces where policies intersect with the social realities of older adults. This study contributes to welfare studies by offering an interpretive perspective that views implementation as a key arena for welfare production and highlights the importance of co-production in social services for vulnerable groups. Keywords: Street-level bureaucracy, co-production, elderly welfare, nutritional assistance.   Penelitian ini mengkaji bagaimana kesejahteraan lanjut usia diproduksi melalui implementasi kebijakan bantuan gizi pada level garis depan (frontline). Berangkat dari kritik terhadap pendekatan evaluatif yang cenderung menekankan efektivitas prosedural dan capaian program, studi ini memposisikan bantuan gizi sebagai praktik kesejahteraan yang dibentuk melalui interaksi sehari-hari antara pendamping, keluarga, dan lanjut usia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dan kerangka street-level bureaucracy, penelitian ini menelusuri bagaimana diskresi, negosiasi, dan kerja kolaboratif di tingkat rumah tangga memengaruhi proses implementasi sekaligus pemaknaan kebijakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta catatan lapangan yang melibatkan aktor-aktor yang terlibat langsung dalam proses distribusi dan penerimaan bantuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan tidak berlangsung sebagai alur satu arah dari negara kepada penerima manfaat, melainkan sebagai proses koproduktif yang melibatkan aktor non-negara dalam menafsirkan dan menyesuaikan regulasi formal dengan kondisi konkret lanjut usia. Dalam konteks ini, kesejahteraan tidak semata-mata dipahami sebagai kecukupan material, tetapi juga sebagai pengalaman relasional yang mencakup aspek perawatan, pengakuan, dan dukungan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa makna dan kualitas kesejahteraan lanjut usia dibentuk dalam ruang-ruang interaksi di level garis depan, tempat kebijakan beririsan secara langsung dengan realitas sosial lanjut usia. Studi ini berkontribusi pada kajian kesejahteraan dengan menawarkan perspektif interpretatif yang memandang implementasi kebijakan sebagai arena kunci dalam produksi kesejahteraan, sekaligus menekankan pentingnya koproduksi dalam penyelenggaraan layanan sosial bagi kelompok rentan. Kata kunci: Birokrasi tingkat akar rumput, koproduksi layanan sosial, kesejahteraan lanjut usia, bantuan gizi