Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELAS TAHASSUS DI MADRASAH ALIYAH WHATHONIYAH ISLAMIYAH KEBARONGAN Wiyono, Teguh; Sangadah, Rina; Alfi, Imam
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5772

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini adalah penelitian lapangan bersifat diskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Impelentasi Pendidikan Agama Islam Pada Kelas Tahassus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, metode ini penulis gunakan untuk menggali data dan informasi dari lapangan yang mengetahui bagaimana kegiatan pembelajara di Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan pada kelas tahassus. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kelas Tahassus di Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan, digunakan untuk siswa-siswi yang mereka berasal dari SMP bukan dari MTs. Kelas tahassus ini terdiri dari 3 tingkatan yaitu kelas 1, 2 dan 3. Untuk materi pembelajarannya pun materinya lebih rendah dibanding kelas biasa. (2) Penerapan kelas tahasus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat efektif bagi para siswa yang awalnya lemah pemahaman tentang Agama Islam menjadi meningkat. (3) Faktor pendukungnya adalah program kelas tahasus didukung oleh para wali siswa dan para pengajar rata-rata alumnus pondok pesantren dan lingkungan yang islami sehingga implementasi nilai-nilai keislaman mudah dimplementasikan. (4) faktor penghambat adalah siswa memiliki rasa malas, yaitu siswa malas dalam menghafal dan mebaca berulang-ulang tentang ayat Al Qur’an, hadist dan kitab kuning yang sedang mereka hafal atau baca, karena penyebab utama mereka para lulusan dari sekolah yang berbasis umum yang lemah pemahaman agama islam.. Kata kunci : Implementasi, Pendidikan Agama Islam. Kelas Tahasus
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 4 KROYA CILACAP Wiyono, Teguh; Ali Arauf, Muta; Khalidy, Shodiq; Sangadah, Rina
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 2 (2025): Edisi: Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i2.6759

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan fenomena sosial yang memprihatinkan karena dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak secara psikologis dan moral. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku bullying di SD Negeri 4 Kroya, Cilacap. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SD Negeri 4 Kroya berperan aktif dalam mencegah bullying melalui tiga strategi utama: (1) internalisasi nilai-nilai keislaman seperti kasih sayang, toleransi, dan saling menghormati dalam pembelajaran; (2) pemberian teladan (uswah hasanah) dalam interaksi sehari-hari; serta (3) pembinaan spiritual dan emosional melalui kegiatan keagamaan seperti doa bersama dan pesan moral. Selain itu, guru PAI juga berkolaborasi dengan wali kelas dan orang tua dalam mengawasi dan membina siswa secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PAI sangat strategis dalam membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia sebagai upaya preventif terhadap tindakan bullying. Diperlukan dukungan kebijakan sekolah serta pelatihan kompetensi guru secara berkelanjutan untuk memperkuat fungsi edukatif guru PAI dalam membina karakter anak sejak usia dini.
Family Cohesion as a Mediator of the Impact of Internal Locus of Control on Students' Career Maturity: A Path Analysis Sangadah, Rina; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji; Mugiarso, Heru
Buletin Konseling Inovatif Vol. 6, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the function of family cohesion as a mediator between internal locus of control and career maturity among vocational high school students. The primary aim of this study is to examine how individuals' ideas regarding their power over their life (internal locus of control) affect their preparedness to make career decisions and the degree to which familial harmony and support mediate this relationship. This study employs a quantitative methodology via a survey approach. Data were gathered from 381 twelfth-grade vocational high school students in Purbalingga Regency, Indonesia, selected through purposive sampling methods. The utilized instruments included the internal locus of control scale, the family cohesion scale, and the career maturity scale, all of which had undergone validation and reliability testing. Path analysis techniques were employed to evaluate the proposed mediation model. The research findings demonstrate that an internal locus of control significantly enhances professional maturity. Another key conclusion is that family cohesion notably mediates the association between internal locus of control and vocational maturity. Students with robust self-efficacy will exhibit enhanced career maturity, a phenomenon further amplified by a coherent and supportive familial context. This study concludes that family cohesion significantly mediates the impact of internal locus of control on the career maturity of vocational high school students.
From Policy to Practice: Co-producing Welfare in Elderly Nutrition Assistance at the Frontline Alfi, Imam; Kuswantoro, Kuswantoro; Herdiana, Aan; Wiyono , Teguh; Sangadah, Rina; Khalidy, Shodiq
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2025.141-04

Abstract

This study examines how the well-being of older adults is produced through the implementation of nutrition assistance policies at the frontline level. Building on a critique of evaluative approaches that emphasize procedural effectiveness and program outcomes, this research positions nutrition assistance as a welfare practice shaped through everyday interactions among caregivers, families, and older adults. Employing an interpretive qualitative approach and a street-level bureaucracy framework, the study explores how discretion, negotiation, and collaborative work at the household level influence the implementation and interpretation of policies. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and field notes involving actors directly engaged in the distribution and reception of assistance. The analysis reveals that policy implementation does not occur as a one-way flow from the state to beneficiaries but rather as a co-productive process involving non-state actors who interpret and adapt formal regulations to the concrete conditions of older adults. Consequently, well-being in this context is understood not only as material sufficiency but also as a relational experience encompassing care, recognition, and support in everyday life. These findings confirm that the meaning and quality of older adults' well-being are shaped in frontline interaction spaces where policies intersect with the social realities of older adults. This study contributes to welfare studies by offering an interpretive perspective that views implementation as a key arena for welfare production and highlights the importance of co-production in social services for vulnerable groups. Keywords: Street-level bureaucracy, co-production, elderly welfare, nutritional assistance.   Penelitian ini mengkaji bagaimana kesejahteraan lanjut usia diproduksi melalui implementasi kebijakan bantuan gizi pada level garis depan (frontline). Berangkat dari kritik terhadap pendekatan evaluatif yang cenderung menekankan efektivitas prosedural dan capaian program, studi ini memposisikan bantuan gizi sebagai praktik kesejahteraan yang dibentuk melalui interaksi sehari-hari antara pendamping, keluarga, dan lanjut usia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dan kerangka street-level bureaucracy, penelitian ini menelusuri bagaimana diskresi, negosiasi, dan kerja kolaboratif di tingkat rumah tangga memengaruhi proses implementasi sekaligus pemaknaan kebijakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta catatan lapangan yang melibatkan aktor-aktor yang terlibat langsung dalam proses distribusi dan penerimaan bantuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan tidak berlangsung sebagai alur satu arah dari negara kepada penerima manfaat, melainkan sebagai proses koproduktif yang melibatkan aktor non-negara dalam menafsirkan dan menyesuaikan regulasi formal dengan kondisi konkret lanjut usia. Dalam konteks ini, kesejahteraan tidak semata-mata dipahami sebagai kecukupan material, tetapi juga sebagai pengalaman relasional yang mencakup aspek perawatan, pengakuan, dan dukungan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa makna dan kualitas kesejahteraan lanjut usia dibentuk dalam ruang-ruang interaksi di level garis depan, tempat kebijakan beririsan secara langsung dengan realitas sosial lanjut usia. Studi ini berkontribusi pada kajian kesejahteraan dengan menawarkan perspektif interpretatif yang memandang implementasi kebijakan sebagai arena kunci dalam produksi kesejahteraan, sekaligus menekankan pentingnya koproduksi dalam penyelenggaraan layanan sosial bagi kelompok rentan. Kata kunci: Birokrasi tingkat akar rumput, koproduksi layanan sosial, kesejahteraan lanjut usia, bantuan gizi