Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Sistematis Faktor Sosial Dalam Perilaku Merokok Remaja :  kajian pada kelompok usia 10-18 tahun Aulia Chintya Sari; Andriyani
Calory Journal Medical Laboratory Journal Vol. 3 No. 2 (2025): June : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v3i2.647

Abstract

Rokok adalah salah satu barang yang berbahaya yang paling mematikan di dunia mengkonsumsi rokok secara berkelanjutan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Rokok di bedakan menjadi tiga jenis berdasarkan bahan bakunya yaitu rokok putih , rokok kretek dan rokok klembek. Faktor merokok pada remaja yaitu dari faktor interpersonal yang terdiri dari pengaruh teman sebaya. Pengaruh keluarga. Dukungan informasi dan dukungan appraisal. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistematis faktor sosial dalam perilaku merokok remaja dan pada penelitian kali ini saya menggunakan metode literature riview dengan meneliti berbagai jurnal yang di publikasikan pada tahun 2020-2025 dengan menggunakan database seperti Google Scholar Web garuda dan PuMed. Merokok di usia muda banyak sekali yang membuat sakit untuk itu dukungan orang tua terhadap anaknya merupakan faktor pengaruh sosial yang paling besar untuk remaja agar tidak merokok. Saran untuk penelitian ini yaitu dapat lebih bervariasi lagi untuk database agar lebih mengetahui lebih banyak tentang faktor yang di sebabkan oleh rokok itu sendiri dan mungkin lebih dalam lagi untuk pembahasan mengenai masalah merokok di kalangan remaja.  
Fiqh Jenazah: Kajian Lengkap dan Permasalahan Hukumnya Nadzwa Mandaleksa Putri; Dea Rita Sari; Dwi Putri Cahyawati; Andriyani; Irna Hasanah
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didorong oleh munculnya berbagai permasalahan dalam fiqh jenazah (hukum jenazah) yang berkembang sejalan dengan perubahan sosial, budaya, dan teknologi di kalangan komunitas Muslim. Dalam praktiknya, penerapan fiqih jenazah sebagai fardhu kifayah seringkali menghadapi perbedaan pemahaman dan permasalahan hukum yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep fiqh jenazah dan masalah hukumnya berdasarkan perspektif Al-Qur'an, Hadits, dan pandangan para ulama, serta relevansinya dengan kondisi sosial kontemporer. termasuk: Proses mandi dan pembalutan jenazah.Prosedur pelaksanaan shalat jenazah.Prosedur pemakaman sesuai dengan petunjuk Islam.Dengan metode tinjauan literatur, penelitian ini menggabungkan sumber primer (Al-Qur'an dan Hadis) dengan literatur fiqh klasik dan pemikiran hukum Islam kontemporer.Hasil Penelitian: Ditemukan bahwa penerapan fiqh jenazah di era modern memerlukan penyesuaian hukum yang cermat, terutama saat berhadapan dengan fasilitas medis modern atau situasi darurat, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip agama dasar. Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan titik temu antara ketentuan syariah dan realitas di lapangan. Hal ini dapat dicapai melalui pembuatan pedoman operasional yang jelas, pendidikan publik yang lebih luas, dan penguatan lembaga-lembaga terkait agar proses persiapan jenazah tetap terhormat dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam
Sosialisasi Kesehatan Kerja dalam Perspektif Islam: Pencegahan Kelelahan Mata dan Low Back Pain pada Pekerja Asuransi PT. XYZ Suherman Jaksa; Nur Afifah Dwi Laksana Putri; Ratih Latiffah Khamadika; Shafira Zahara; Andriyani
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkii.3.2.321-329

Abstract

Kelelahan mata (eye strain) dan nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan dua gangguan kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja kantoran akibat penggunaan komputer dalam jangka waktu lama serta posisi duduk yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan stres kerja, dan memicu gangguan muskuloskeletal maupun visual dalam jangka panjang. Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi kerja kesehatan di PT. XYZ yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan asuransi karyawan mengenai pencegahan kelelahan mata dan nyeri pinggang melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan sederhana. Kegiatan dilaksanakan secara berani melalui platform Zoom Meeting pada tanggal 19 November 2025 dan diikuti oleh 10 peserta. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu pre-test, penyampaian materi, post-test, serta sesi tanya jawab singkat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 49 pada pre-test menjadi 97 pada post-test. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya posisi duduk yang benar, penerapan latihan peregangan (William Flexion Latihan), serta istirahat visual menggunakan metode 20–20–20. Sosialisasi keberanian terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap risiko kesehatan akibat aktivitas kerja berulang, serta diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya kerja sehat di lingkungan perusahaan asuransi.
EDUKASI DAN PENERAPAN PRAKTIK KEBERSIHAN DALAM MENGURANGI RISIKO SKABIES Suherman Jaksa; Andriyani; Nurmalia Lusida
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.6.1.58-68

Abstract

Skabies sering muncul di lingkungan komunal padat seperti pondok pesantren, dipicu praktik kebersihan pribadi yang kurang optimal dan keterbatasan sanitasi. Edukasi kesehatan terstruktur dan penerapan praktik kebersihan merupakan komponen kunci pencegahan. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi dampak intervensi edukasi dan praktik kebersihan terhadap pengetahuan pencegahan skabies pada santri Pondok Pesantren Sabilunnajat, Ciamis, Jawa Barat. Metode yang diterapkan adalah desain kuasi-eksperimental pre–post satu kelompok. Intervensi mencakup penyuluhan berjenjang, demonstrasi kebersihan (mandi teratur, tidak berbagi pakaian/handuk, pemangkasan kuku), serta penguatan rutinitas sanitasi lingkungan (penjemuran kasur, ganti sprei berkala). Outcome utama adalah skor pengetahuan pencegahan skabies yang diukur dengan tes sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Hasil pengabdian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 40% (pre-test) menjadi 93% (post-test), mendapati kenaikan +53 poin persentase (peningkatan relatif ≈ 132,5% dibanding baseline). Hasil ini mengindikasikan penerimaan materi yang sangat baik dan potensi perubahan perilaku ke arah praktik kebersihan yang lebih konsisten. Kesimpulan: Edukasi terstruktur yang dikombinasikan dengan penerapan praktik kebersihan sederhana di lingkungan pesantren efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan skabies. Temuan ini mendukung penguatan program serupa sebagai strategi promotif–preventif rutin untuk menurunkan risiko transmisi skabies di lingkungan komunal.