Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Reconstruction of Contemporary Islamic Law Based on Maqāṣid Al-Syarīʿah: : A Study in the Context of Family and Economic Law Andi Ali Akbar; Muhammad Sirojudin Sidiq; Anggita Vela; Muhamad Ibnu Afrelian
JURNAL PUSAKA: Media Kajian dan Pemikiran Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Edisi 26
Publisher : LPPI Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/ps.v16i1.2688

Abstract

Maqāṣid al-syarīʿah merupakan konsep mendasar dalam sistem hukum Islam yang tidak hanya merepresentasikan nilai-nilai dasar Syariat, melainkan juga berfungsi sebagai paradigma metodologis dalam pengembangan hukum Islam yang responsif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks hukum keluarga Islam dan hukum ekonomi Syariah, maqāṣid berperan sebagai instrumen interpretatif yang memungkinkan lahirnya hukum-hukum berorientasi pada keadilan, kemaslahatan, kemudahan, dan keberlanjutan. Penerapan maqāṣid dalam metode ijtihad, baik melalui qiyās, istiḥsān, maupun maṣlaḥah mursalah, telah terbukti memberikan solusi hukum yang lebih kontekstual dan humanistis terhadap berbagai persoalan kontemporer yang tidak dijelaskan secara eksplisit dalam teks-teks dasar Syariat. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi maqāṣid al-syarīʿah dalam formulasi hukum kontemporer sangat relevan, terutama dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern yang sarat dengan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan menjadikan maqāṣid sebagai kerangka utama dalam penalaran hukum, para mujtahid dan pembuat kebijakan hukum Islam dapat terhindar dari kekakuan tekstual serta mampu merumuskan hukum yang inklusif, adaptif, dan tetap berada dalam koridor maqāṣid syarīʿah. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan maqāṣid perlu terus dikembangkan dalam studi akademis dan menjadi bagian integral dari pengambilan keputusan keagamaan serta legislasi hukum Islam di Indonesia dan dunia Muslim pada umumnya. Key words: Maqāṣid al-syarīʿah; hukum Islam kontemporer; hukum keluarga; ekonomi Islam; rekonstruksi
Reconstruction of Contemporary Islamic Law Based on Maqāṣid Al-Syarīʿah: : A Study in the Context of Family and Economic Law Andi Ali Akbar; Muhammad Sirojudin Sidiq; Anggita Vela; Muhamad Ibnu Afrelian
JURNAL PUSAKA: Media Kajian dan Pemikiran Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Edisi 26
Publisher : LPPI Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/ps.v16i1.2688

Abstract

Maqāṣid al-syarīʿah merupakan konsep mendasar dalam sistem hukum Islam yang tidak hanya merepresentasikan nilai-nilai dasar Syariat, melainkan juga berfungsi sebagai paradigma metodologis dalam pengembangan hukum Islam yang responsif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks hukum keluarga Islam dan hukum ekonomi Syariah, maqāṣid berperan sebagai instrumen interpretatif yang memungkinkan lahirnya hukum-hukum berorientasi pada keadilan, kemaslahatan, kemudahan, dan keberlanjutan. Penerapan maqāṣid dalam metode ijtihad, baik melalui qiyās, istiḥsān, maupun maṣlaḥah mursalah, telah terbukti memberikan solusi hukum yang lebih kontekstual dan humanistis terhadap berbagai persoalan kontemporer yang tidak dijelaskan secara eksplisit dalam teks-teks dasar Syariat. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi maqāṣid al-syarīʿah dalam formulasi hukum kontemporer sangat relevan, terutama dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern yang sarat dengan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan menjadikan maqāṣid sebagai kerangka utama dalam penalaran hukum, para mujtahid dan pembuat kebijakan hukum Islam dapat terhindar dari kekakuan tekstual serta mampu merumuskan hukum yang inklusif, adaptif, dan tetap berada dalam koridor maqāṣid syarīʿah. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan maqāṣid perlu terus dikembangkan dalam studi akademis dan menjadi bagian integral dari pengambilan keputusan keagamaan serta legislasi hukum Islam di Indonesia dan dunia Muslim pada umumnya. Key words: Maqāṣid al-syarīʿah; hukum Islam kontemporer; hukum keluarga; ekonomi Islam; rekonstruksi
Wali al-Nikāḥ Hierarchies in Theory and Practice: Disputes, Authority, and Social Reality in Indonesian Muslim Communities Muhammad Sirojudin Sidiq; Andi Ali Akbar; Anggita Vela; Muhammad Farid Zulkarnain
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i1.6367

Abstract

This article examines the problematic social practices related to the appointment of Wali al-Nikāḥ (marriage guardians) in Kotagajah Subdistrict, Central Lampung Regency, Indonesia. The focus lies on conflicts surrounding the rejection of Wali al-Nasab (lineal guardians) by the bride's family, disputes among multiple guardians within the hierarchical structure, and unauthorized delegation of wali. This study explores the tension between the normative framework of Islamic law regarding Wali al-Nikāḥ and the lived realities of marriage practice at the community level. To address this issue, a qualitative fieldwork approach was employed using a socio-legal lens. Data were collected through interviews with penghulu (marriage registrars), religious leaders, and families who have experienced guardianship disputes, supported by administrative documents from the Office of Religious Affairs (KUA) and references from classical fiqh texts and Indonesian marriage law. The findings reveal various forms of conflict in marriage proceedings, including the moral disqualification of biological fathers, internal family disputes over rightful guardianship, and administrative manipulations such as "declaring the guardian deceased" to secure the appointment of a Wali al-Ḥākim (judicial guardian). These phenomena indicate a disjunction between fiqh-based legal norms and social dynamics, often leading to compromise. This study highlights the need to critically reassess the wali hierarchy's structure in Islamic law and develop more responsive legal mechanisms that better reflect social realities.
Reconceptualising Maqāṣid al-Sharī‘ah as an Instrument of Tarjīḥ Andi Ali Akbar; Muhammad Sirojudin Sidiq; Anggita Vela; Ahmad Yajid Baidowi
FiTUA: JURNAL STUDI ISLAM Vol 7 No 1 (2026): June
Publisher : STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitua.v7i1.1248

Abstract

Maqāṣid al-sharī‘ah are the fundamental objectives underpinning every provision of Islamic law. However, in classical tarjīḥ practice, the maqāṣid are often treated merely as ethical and normative principles and have not yet been operationalised methodologically in the assessment and selection of legal evidence. This study aims to reconceptualise maqāṣid al-sharī‘ah as a methodological foundation in the process of tarjīḥ in Islamic law, particularly in responding to contemporary challenges such as interpretative pluralism, demands for justice, and the dynamics of social change. This study employs a qualitative-descriptive approach through a literature review and content analysis of classical texts, such as the works of al-Ghazālī, al-Shāṭibī, and Ibn ʿĀshūr, as well as the contemporary thought of Jasser Auda and Mohammad Hashim Kamali. The research findings indicate that maqāṣid al-sharī‘ah not only function as normative values but can also be operationalised as practical instruments in the process of tarjīḥ. The maqāṣidī approach enables a more comprehensive selection of dalīl by holistically considering public interest, social impact, and the alignment of the dalīl with the objectives of sharia. This study offers a systemic and multidimensional conceptual model of maqāṣidī tarjīḥ as a contribution towards the renewal of Islamic legal methodology (istinbāṭ) to make it more contextual and relevant.