Dhios Nomeda Bimantara
Universitas PGRI Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Google Sites Sebagai Peningkatan Mutu Pembelajaran Pada Mahasiswa PGSD Universitas PGRI Madiun Tryfosa Pascha Agelia; Dhios Nomeda Bimantara; Alfiannisa Ayunda Lestari; Giris Ayu Trisendi; Audi Pramudita Anggilia; Firda Julia Safitri; Liya Atika Anggrasari
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran saat ini masih belum mencapai hasil yang memuaskan yang dilakukan hanya mengacu pada buku dan metode ceramah. Maka dari itu, diperlukan media yang dapat membantu siswa meningkatkan kualitas pembelajaran mereka. Salah satunya dengan memberikan media pembelajaran Google Sites pada pembelajaran IPAS. Google Sites adalah sebuah platform dalam membuat situs web yang menarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Model penelitian pengembangan yang dipakai yaitu menggunakan ADDIE. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui pengembangan penggunaan media pembelajaran dengan Google Sites pada materi mengubah bentuk energi kelas IV. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari proses perencanaan, produksi, serta pengujian kelayakan serta keefektifan produk dalam penggunaan dan fungsi yang sebenarnya sehingga dapat bermanfaat bagi subjek studi yang menjadi fokus pada penelitian. Subjek penelitian mencakup satu validator yaitu mahasiswa PGSD Universitas PGRI Madiun. Data yang dikumpulkan nanti adalah data kualitatif dari hasil survey serta wawancara dari subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas PGRI Madiun melalui angket berbentuk gform dan media pembelajaran yang di buat. Selanjutnya data akan diolah berupa pengumpulan data yang akan masuk kepada gform. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Google Sites dianggap sesuai dan efektif untuk mengajar Mengubah Bentuk Energi.
Pengembangan E-Modul Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran IPAS Materi Keanekaragaman Budaya Siswa Sekolah Dasar Dhios Nomeda Bimantara; Suyanti; Dian Nur Antika Eky Hastuti
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 2 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i2.4841

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama yaitu menciptakan e-modul yang memanfaatkan kearifan lokal pada mata pelajaran IPAS dengan fokus pada materi keanekaragaman budaya yang diperuntukkan bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar. Dalam penelitian ini tidak hanya meliputi proses pengembangan produk saja, melainkan juga mencakup penilaian kelayakan dan kepraktisan e-modul tersebut apabila diterapkan dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development/RnD dengan model ADDIE yang mencakup lima tahapan sistematis, yaitu tahap analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan penilaian (evaluation). Peserta dalam penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas IV SDN Teguhan 02 Kabupaten Madiun. Karena jumlah tersebut mewakili keseluruhan peserta didik kelas IV, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa instrumen, di antaranya observasi, wawancara, lembar validasi dari ahli, serta angket respon dari guru dan siswa. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan skala Likert 4-point dan ditampilkan dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan e-modul berbasis kearifan lokal yang dikemas dalam bentuk flipbook digital. E-modul tersebut memuat materi pembelajaran, video pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta latihan soal yang seringkait dengan budaya lokal di lingkungan sekitar peserta didik. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mempelajari materi IPAS, melainkan juga dapat mengenal dan memahami budaya yang ada di daerah mereka. Berdasarkan hasil validasi lapangan, e-modul ini mendapatkan penilaian sebesar 90% dari ahli media, 91,6% dari ahli materi, dan 95% dari ahli bahasa dengan klasifikasi sangat layak. Sementara itu, hasil angket respon dari guru dan siswa masing-masing memperoleh nilai 97% dengan klasifikasi sangat praktis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa e-modul berbasis kearifan lokal yang telah dikembangkan dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran IPAS. E-modul ini diharapkan dapat membantu peserta didik memahami materi keanekaragaman budaya dengan lebih mudah sekaligus memperluas pengetahuan mereka mengenai budaya lokal di wilayah masing-masing.