Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENUMBUHKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN TERHADAP DAMPAK SAMPAH MELALUI KESADARAN SISWA Amelia Amelia; Jani Rahardjo; Njo Anastasia; Chavela Wynet; Stevanus Yuke
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah yang belum terselesaikan namun jumlahnya  semakin bertambah. Jumlah sampah yang dihasilkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun kesadaran masyarakat masih rendah. Jumlah sampah yang tidak dikendalikan dapat memberikan pengaruh buruk terhadap lingkungan. Pencemaran, polusi, bencana dapat timbul sewaktu-waktu. Kepedulian lingkungan akibat sampah perlu dibiasakan sejak dini. Pembekalan dapat dimulai dari sekolah maupun rumah. Edukasi diberikan dengan memberikan informasi mengenai jenis-jenis sampah, memperlakukan sampah dan mengolah sampah. Edukasi dan diskusi dilakukan agar dapat diketahui pemahaman dan kepedulian mengenai sampah. Melalui kegiatan ini, edukasi yang telah diberikan ke perwakilan warga telah berhasil, terbukti di kemudian waktu mereka telah dapat menyampaikan kembali ke siswa mengenai mengolah sampah dan cara mengoperasikan mesin. Edukasi juga telah membawa memberikan kesadaran siswa terhadap sampah dengan melakukan pembuangan sampah sesuai jenisnya. Dengan demikian kebiasaan tersebut dapat ditularkan kemudian ke lingkungan sekitar termasuk keluarga dan teman sehingga dapat saling mengingatkan akan pengaruh sampah terhadap lingkungan.
KONTRIBUSI MESIN PENGAYAK UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PUPUK KOMPOS DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN Amelia Amelia; Jani Rahardjo; Njo Anastasia; Stevanus Yuke; Chavela Wynet
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah dapat dikategorikan menjadi sampah basah dan sampah kering. Yang termasuk sampah basah atau yang sering dikatakan sampah organik yaitu sampah rumah tangga, daun-daun dan ranting. Permasalahan sampah tidak selalu memberikan dampak negatif namun dapat memberikan dampak positif jika mengetahui cara untuk menanganinya. Desa Mojotrisno yang menghasilkan jumlah sampah organik mencapai 800 kg/hari merasa sangat perlu untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada secara berkelanjutan. Desa Mojotrisno juga hendak menjadikan desa ini memiliki ketahanan pangan. Untuk tujuan tersebut, desa Mojotrisno bekerja sama dengan pihak kampus sebagai langkah persiapan. Pihak kampus memberikan solusi dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.  Saat ini pemerintah desa hanya memiliki mesin pencacah sampah, sedangkan kualitas pupuk salah satunya ditentukan berdasarkan ukuran pupuk. Berdasarkan kondisi yang ada, pemerintah desa membutuhkan mesin pengayak pupuk kompos. Mesin tersebut telah difasilitasi pihak kampus sebagai sarana penunjang produksi pupuk kompos dengan ukuran pupuk kurang dari 5 mm.
Karakteristik Pembakaran Briket yang Terbuat dari Limbah Sabut Kelapa dengan Perekat Limbah Nanas Pada Berbagai Tekanan Pemadatan Willyanto Anggono; Ivan Christian Hernando; Stevanus Yuke
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.419

Abstract

The use of biomass waste as an alternative energy source is an effective way to reduce dependence on fossil fuels and address environmental issues. This study analyzes the combustion characteristics of briquettes made from coconut coir waste using pineapple waste as a binder. The research methodology includes raw material drying, mixing with a 5% binder concentration, and briquette molding under compaction pressures of 1 MPa and 2 MPa. The parameters tested include calorific value, burning rate, ignition time, and flame temperature. The results indicate that these briquettes achieved a peak calorific value of 4606 kcal/kg, surpassing that of bintaro leaf waste briquettes (4164 kcal/kg). The application of 2 MPa pressure yielded the best performance, characterized by a longer combustion duration (1295 seconds) and temperatures reaching 600°C, though it required a longer ignition time than the 1 MPa variant. The denser structure resulting from increased compaction pressure was proven to enhance combustion efficiency and stability. The primary contribution of this research lies in the use of pineapple waste as an innovative organic binder, which has been proven to significantly increase the calorific value and combustion duration of biomass briquettes compared to conventional binders.